TANGERANG, LOMBOKTODAY.ID – Kejuaraan Karate Piala Kapolri 2026 dipastikan siap digelar pada 25–28 Juni 2026 mendatang, di GOR Nambo Jaya Sport Center, Kota Tangerang.
Event ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, sekaligus panggung prestasi bagi atlet karate dari seluruh Indonesia.
Dengan konsep terbuka dan inklusif, kejuaraan ini menghadirkan berbagai kategori, mulai dari kelas khusus Polri, open tournament, hingga kategori pelajar.
Pendaftaran dibuka mulai 1 April hingga 20 Juni 2026, dilanjutkan tahap verifikasi serta technical meeting sehari sebelum pertandingan dimulai.
Ketua Umum Karate Bhayangkara Presisi, Hermawan Sulistyo, menegaskan bahwa kejuaraan ini membawa misi yang lebih luas dari sekadar kompetisi.
“Kejuaraan ini bukan hanya tentang menang atau kalah, tapi juga tentang membangun komunitas yang sehat, disiplin, dan saling terhubung secara positif,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya, memastikan seluruh persiapan terus dimaksimalkan demi menghadirkan event yang profesional dan berkualitas.
“Kami menyiapkan semua aspek, mulai dari teknis pertandingan hingga pelayanan peserta, agar kejuaraan berjalan lancar dan berstandar tinggi,” jelasnya.
Ia juga menyebut antusiasme peserta diprediksi tinggi, mengingat kejuaraan ini terbuka untuk berbagai kalangan.
“Kami berharap ajang ini menjadi wadah pembinaan atlet sekaligus mempererat sinergi antara Polri dan masyarakat melalui olahraga,” tambahnya.
Turnamen ini diperkirakan akan berlangsung meriah dengan keikutsertaan atlet Polri, masyarakat umum, hingga pelajar.
Pertandingan akan mempertandingkan berbagai kelas, mulai dari kata hingga kumite, dengan sistem gugur yang kompetitif.
Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan berbagai penghargaan menarik, seperti: Medali dan piagam untuk para juara, Trofi juara umum, Penghargaan Best of the Best bagi atlet terbaik sepanjang turnamen.
Piala Kapolri 2026 bukan hanya soal adu teknik dan strategi, tetapi juga mengusung nilai sportivitas, disiplin, dan kebersamaan.
Nilai-nilai ini menjadi fondasi utama dalam membangun generasi atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter.
Dengan skala nasional dan konsep terbuka, ajang ini diharapkan menjadi momentum penting dalam pembinaan atlet karate di Indonesia, sekaligus mendorong gaya hidup aktif dan sehat di tengah masyarakat yang kini semakin dekat dengan dunia olahraga dan kompetisi.(Sid)

















