Temui Ribuan PMI NTB di Malaysia, Gubernur Iqbal Siapkan KUR Khusus agar Buruh Sawit Tak Terjerat Rentenir

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAHANG, LOMBOKTODAY.ID – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal turun langsung menemui ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB yang bekerja di sejumlah perkebunan kelapa sawit besar di Malaysia.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB memperkuat perlindungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pekerja migran yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.

Dalam lawatan tersebut, Gubernur Iqbal mengunjungi kawasan perkebunan sawit di Krau, Pahang, serta Selangor.

Di Pahang, rombongan Pemprov NTB diterima jajaran manajemen FGV Holdings Berhad, FELDA, dan FPM Malaysia.

Sementara di Selangor, kunjungan berlangsung di area perkebunan yang dikelola SD Guthrie.

Di hadapan ribuan PMI dan pihak perusahaan, Iqbal menegaskan bahwa Pemprov NTB tengah menyiapkan penguatan skema pembiayaan resmi melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus bagi calon pekerja migran.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan calon PMI terhadap pinjaman berbunga tinggi dari rentenir atau lintah darat saat proses keberangkatan ke luar negeri.

Baca Juga :  Ini Oli yang Paling Dicari Pengguna Matic Honda

“Kami ingin memastikan masyarakat NTB bisa berangkat bekerja ke luar negeri tanpa dibebani utang yang memberatkan. Dengan dukungan perbankan dan pembiayaan resmi, calon PMI harus memiliki akses yang lebih aman, terencana, dan mampu membangun masa depan yang lebih baik,” ujar Gubernur Iqbal, Jumat (19/6/2026).

Mantan Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Turki itu juga menyoroti persoalan yang kerap dihadapi pekerja migran setelah bertahun-tahun bekerja di luar negeri.

Menurutnya, tidak sedikit PMI yang pulang tanpa perubahan kondisi ekonomi yang signifikan karena lemahnya pengelolaan keuangan.

“Kami prihatin ketika ada PMI yang berangkat dalam kondisi ekonomi terbatas, lalu setelah bertahun-tahun bekerja justru kembali dengan kondisi yang sama. Karena itu, kami ingin mendorong budaya menabung, berinvestasi, dan mengembangkan usaha produktif agar hasil kerja keras mereka benar-benar memberikan dampak jangka panjang,” katanya.

Untuk mendukung tujuan tersebut, Pemprov NTB akan menggandeng Bank NTB Syariah dalam penguatan literasi keuangan bagi PMI dan keluarga mereka.

Baca Juga :  Gubernur NTB Akselerasi KDMP Tente sebagai Pusat Distribusi Bahan Pokok

Program ini diharapkan mampu membantu pekerja migran mengelola pendapatan secara lebih terarah, mulai dari tabungan, investasi hingga perencanaan usaha setelah kembali ke tanah air.

Selain aspek ekonomi, perhatian pemerintah juga diarahkan pada masa depan keluarga PMI.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, Aidy Furqan, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tengah mengkaji penguatan akses pendidikan bagi anak-anak pekerja migran melalui konsep Sekolah Rakyat.

Kunjungan tersebut turut dihadiri jajaran direksi PT Bank NTB Syariah, Kepala Bappeda NTB Baiq Nelly Yuniarti, Kepala BKPMD, Kepala Biro Perekonomian, Tim Ahli Gubernur, serta perwakilan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI).

Melalui kunjungan ini, Pemprov NTB berharap kehadiran negara dapat dirasakan secara nyata oleh para PMI, tidak hanya saat bekerja di luar negeri, tetapi juga dalam mempersiapkan masa depan ekonomi keluarga yang lebih mandiri dan berkelanjutan.(ltn)

Berita Terkait

Dana Transfer Pusat Bertambah, Lombok Timur Alokasikan Rp71 Miliar untuk Infrastruktur Jalan
Gubernur Iqbal Perintahkan APBD-P 2026 Tindak Lanjuti Arahan KPK
Bulan Maulid Nabi, Pemprov NTB Gelar GPM di RS Mandalika, Harga Pangan Lebih Terjangkau
Putri Victoria Dengar Kisah Petani Sajang, 450 Meter Irigasi Pulihkan Harapan Pascagempa Lombok
Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, Astra Motor NTB Ajak Konsumen Touring Satu Hati dan Tebar Beragam Apresiasi
Pemprov NTB dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026, Belanja Daerah Tembus Rp6,52 Triliun
Bulan Maulid, Pemprov NTB Gelar Gerakan Pangan Murah di Rusunawa Montong Are, Ayam Dijual Rp37 Ribu per Kg
Honda ST125 Dax Tampil Beda dengan Warna Baru, Harga Rp84,5 Juta

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 17:09 WIB

Dana Transfer Pusat Bertambah, Lombok Timur Alokasikan Rp71 Miliar untuk Infrastruktur Jalan

Selasa, 8 September 2026 - 14:01 WIB

Gubernur Iqbal Perintahkan APBD-P 2026 Tindak Lanjuti Arahan KPK

Sabtu, 5 September 2026 - 18:06 WIB

Bulan Maulid Nabi, Pemprov NTB Gelar GPM di RS Mandalika, Harga Pangan Lebih Terjangkau

Sabtu, 5 September 2026 - 17:09 WIB

Putri Victoria Dengar Kisah Petani Sajang, 450 Meter Irigasi Pulihkan Harapan Pascagempa Lombok

Sabtu, 5 September 2026 - 11:08 WIB

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, Astra Motor NTB Ajak Konsumen Touring Satu Hati dan Tebar Beragam Apresiasi

Berita Terbaru