MotoGP Mandalika 2026: NTB Ingin Balapan Tak Sekadar Mendunia, tapi Berdampak ke Warga

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, di Hotel Lombok Raya Mataram, Senin (14/9/2026).

Suasana Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, di Hotel Lombok Raya Mataram, Senin (14/9/2026).

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – MotoGP Mandalika 2026 tak ingin sekadar menjadi panggung adu cepat para pembalap dunia. Nusa Tenggara Barat (NTB) kini memasang target yang lebih besar: penyelenggaraan harus lebih baik dari tahun sebelumnya, sementara manfaat ekonominya harus semakin terasa bagi masyarakat lokal.

Target itu menjadi perhatian utama Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal dalam mengawal persiapan MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Ia memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, di Hotel Lombok Raya Mataram, Senin (14/9/2026).

Menurut Gubernur Iqbal, pengalaman penyelenggaraan MotoGP sebelumnya harus menjadi pijakan untuk melakukan pembenahan.

Event internasional tersebut tidak boleh berhenti pada suksesnya balapan, tetapi juga harus membuka ruang lebih luas bagi masyarakat NTB untuk terlibat dan memperoleh manfaat.

“Harapan kita MotoGP tahun ini menjadi penyelenggaraan yang lebih baik, dengan lebih banyak melibatkan masyarakat, volunteer lokal, serta memberikan ruang yang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk berpartisipasi,” ujar Gubernur Iqbal.

Pesan tersebut menjadi salah satu fokus dalam persiapan MotoGP Mandalika tahun ini. Pemerintah bersama penyelenggara dan seluruh unsur terkait terus mematangkan berbagai kebutuhan, mulai dari kesiapan sirkuit, infrastruktur pendukung, kelistrikan, keamanan, transportasi, akomodasi, distribusi tiket hingga kesiapan penonton.

Seluruh sektor tersebut diarahkan berjalan dalam satu koordinasi. Tujuannya bukan hanya memastikan balapan berlangsung aman dan lancar, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang semakin baik bagi penonton dan wisatawan yang datang ke NTB.

Dari sisi penyelenggara, Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, Troy Reza Warokka mengatakan persiapan MotoGP Mandalika 2026 saat ini telah mencapai sekitar 80 persen.

Sejumlah pekerjaan masih dalam tahap penyempurnaan, terutama pada fasilitas sirkuit, infrastruktur pendukung, kelistrikan, akomodasi, keamanan dan transportasi.

Troy juga memastikan seluruh pembalap yang dijadwalkan tampil di Mandalika 2026 akan hadir. Kehadiran para rider tersebut diproyeksikan kembali menjadi magnet utama bagi penonton, sekaligus memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.

Baca Juga :  Sidang Kasus ST. Rogaya di PN Cikarang Simpang Siur, Pengadilan Sebut Tertutup, Kejari Akhirnya Klarifikasi Terbuka

Namun, MotoGP tahun ini ingin membawa pesan yang lebih spesifik. Jika sebelumnya semangat yang diusung adalah “Dari Indonesia Mendunia”, kini narasinya dipersempit menjadi “Dari Mandalika Mendunia”.

“Kalau tahun sebelumnya kita membawa semangat ‘Dari Indonesia Mendunia’, tahun ini kita ingin lebih spesifik: ‘Dari Mandalika Mendunia’,” ujar Troy.

Perubahan pesan tersebut bukan sekadar slogan. Mandalika ingin ditempatkan sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan potensi NTB kepada dunia.

MotoGP menjadi panggung untuk mengangkat pariwisata, produk lokal, ekonomi kreatif hingga berbagai potensi unggulan daerah.

Semangat itu sekaligus diarahkan untuk mendukung visi pembangunan NTB, “Makmur Mendunia.”

Di luar lintasan balap, kesiapan akomodasi menjadi bagian penting dari persiapan MotoGP Mandalika 2026.

Pemprov NTB bersama pelaku industri pariwisata terus melakukan koordinasi untuk memastikan hotel, penginapan dan berbagai pilihan akomodasi lainnya mampu menampung lonjakan kebutuhan wisatawan dan penonton.

Pemerintah juga melakukan evaluasi terhadap perkembangan sektor pariwisata Mandalika, termasuk persoalan tarif akomodasi.

Gubernur Iqbal menyampaikan, setelah dilakukan evaluasi bersama pelaku pariwisata, perkembangan pariwisata Mandalika yang semakin baik membuat mekanisme pasar dinilai telah berjalan. Dengan kondisi tersebut, regulasi khusus mengenai tarif akomodasi dinilai tidak lagi diperlukan.

Meski demikian, pemerintah tetap melakukan koordinasi dan pengawasan. Salah satunya berkaitan dengan penjualan tiket melalui pihak ketiga agar tidak menimbulkan persoalan bagi masyarakat maupun wisatawan.

Salah satu perhatian terbesar Pemprov NTB tahun ini adalah memastikan masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton dari sebuah event berskala internasional.

UMKM menjadi salah satu sektor yang didorong untuk mengambil porsi lebih besar dalam gelaran MotoGP Mandalika 2026.

Baca Juga :  Solidaritas Honda Asosiasi Lombok Gelar Kemerdekaan RI

Kuliner, kerajinan, produk ekonomi kreatif dan berbagai produk unggulan daerah diharapkan mendapatkan ruang yang optimal selama rangkaian event berlangsung.

Dengan begitu, arus kedatangan wisatawan tidak hanya menguntungkan sektor hotel, transportasi dan destinasi wisata, tetapi juga menciptakan pasar baru bagi pelaku usaha lokal.

Bagi pemerintah daerah, semakin banyak UMKM yang terlibat berarti semakin luas pula perputaran ekonomi yang ditinggalkan MotoGP di tengah masyarakat.

Aspek keamanan juga menjadi bagian yang tidak kalah penting. Wakapolda NTB, Brigjen Pol. Hari Nugroho mengatakan seluruh unsur terkait telah mempersiapkan pengamanan secara terpadu.

Persiapan mencakup kawasan sirkuit, akses menuju lokasi, transportasi, akomodasi, pelayanan hingga protokol. Pengamanan juga disiapkan dengan mempertimbangkan kemungkinan kehadiran Presiden Republik Indonesia.

“Seluruh unsur harus bersinergi memastikan kesiapan pengamanan, transportasi, akomodasi, pelayanan, dan protokol,” ujarnya.

Bagi NTB, kemungkinan kehadiran Presiden dalam ajang olahraga internasional tersebut bukan hanya persoalan protokol.

Momen itu sekaligus menjadi kehormatan sekaligus kesempatan bagi NTB untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah event olahraga dunia.

Pada akhirnya, MotoGP Mandalika 2026 membawa pekerjaan rumah yang lebih besar dibanding sekadar memastikan balapan berjalan sukses.

NTB ingin pengalaman dari penyelenggaraan sebelumnya menjadi modal untuk menghadirkan event yang lebih tertata, lebih inklusif dan lebih berdampak.

Lintasan Mandalika memang menjadi tempat para pembalap dunia bertarung. Namun di luar lintasan, pemerintah ingin memastikan masyarakat NTB juga ikut menjadi bagian dari cerita besar tersebut—sebagai volunteer, pelaku UMKM, pekerja pariwisata hingga penerima manfaat dari bergeraknya ekonomi daerah.

Dengan semangat “Dari Mandalika Mendunia”, MotoGP 2026 diharapkan bukan hanya membawa nama Mandalika ke panggung global, tetapi juga membawa manfaat dari panggung global itu kembali kepada masyarakat NTB.(arz)

Berita Terkait

Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati, Bidik Pengembangan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak
Honda Vario Evo Night Ride Ramaikan Malam Kota Mataram, 150 Riders Ikut City Rolling
Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak Bawa 243 Orang, 103 Penumpang Berhasil Dievakuasi
Gubernur NTB: Pers Tak Harus Jadi Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh
Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid-19, di Mana Tanggung Jawab Negara?
Bukan Sekadar Jago AI, Anak Muda di Samsung Solve for Tomorrow 2026 Belajar Menemukan Masalah yang Tepat untuk Diselesaikan
Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat ”Brotherhood” Lintas Generasi
Gubernur NTB: Juara Itu Bonus, Misi Utama Kafilah adalah Syiar Al-Qur’an

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 12:06 WIB

MotoGP Mandalika 2026: NTB Ingin Balapan Tak Sekadar Mendunia, tapi Berdampak ke Warga

Senin, 14 September 2026 - 08:05 WIB

Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati, Bidik Pengembangan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

Minggu, 13 September 2026 - 07:06 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak Bawa 243 Orang, 103 Penumpang Berhasil Dievakuasi

Kamis, 10 September 2026 - 14:02 WIB

Gubernur NTB: Pers Tak Harus Jadi Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh

Kamis, 10 September 2026 - 08:20 WIB

Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid-19, di Mana Tanggung Jawab Negara?

Berita Terbaru

Suasana kunjungan tiga perempuan yang mewakili kekuatan eksekutif, kebudayaan, dan legislatif NTB ke Art Gallery of South Australia (AGSA), Adelaide, pada 11–12 September 2026.

Internasional

Dari Adelaide, Tiga Srikandi NTB Bawa Kekayaan Budaya Mendunia

Senin, 14 Sep 2026 - 13:09 WIB