JAKARTA, LOMBOKTODAY.ID – Menjelang berakhirnya Program Magang Nasional Batch 2 pada 23 Mei 2026, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menekankan pentingnya sertifikasi kompetensi sebagai bekal tambahan bagi para lulusan untuk menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Sertifikasi dinilai bukan sekadar dokumen pendukung, tetapi menjadi pengakuan resmi atas keterampilan yang telah diperoleh peserta selama menjalani praktik kerja di dunia industri.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, mengatakan program magang seharusnya tidak berhenti pada pengalaman kerja semata.
Menurutnya, peserta juga perlu memiliki pengakuan kompetensi yang dapat menjadi nilai tambah saat memasuki pasar tenaga kerja.
“Program magang tidak hanya memberikan pengalaman praktik di dunia kerja, tetapi juga harus menghasilkan pengakuan kompetensi yang dapat menjadi bekal peserta saat memasuki pasar kerja,” kata Darmawansyah dalam keterangan resmi Biro Humas Kemnaker, Jumat (22/5/2026).
Sebagai bentuk dukungan, Kemnaker mendorong para lulusan Program Magang Nasional Batch 2 untuk melanjutkan peningkatan kapasitas melalui sertifikasi kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang difasilitasi tanpa biaya.
Pendaftaran program sertifikasi tersebut dijadwalkan dibuka pada 8–19 Juni 2026 melalui platform MagangHub.
Tak hanya fokus pada peningkatan kompetensi peserta, Kemnaker juga memastikan seluruh tahapan akhir Program Magang Nasional Batch 2 berjalan optimal.
Tahapan tersebut mencakup penyelesaian administrasi peserta, evaluasi program, hingga pelaporan hasil pelaksanaan dari pihak penyelenggara.
Sementara itu, agenda pelepasan Program Magang Nasional Batch 2 dijadwalkan berlangsung pada 26 Mei 2026. Acara tersebut direncanakan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.(Sid)

















