Kelainan Saluran Kemih Anak Bisa Dideteksi Sejak Dalam Kandungan, Cegah Kerusakan Ginjal Permanen

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Spesialis Bedah Anak Konsultan Urologi Anak, dr. Ronald Sorongku, Sp.BA, Subsp.U.A (K), FIAPS.

Dokter Spesialis Bedah Anak Konsultan Urologi Anak, dr. Ronald Sorongku, Sp.BA, Subsp.U.A (K), FIAPS.

JAKARTA, LOMBOKTODAY.ID – Gangguan ginjal pada anak tidak selalu baru diketahui setelah bayi lahir. Dengan kemajuan teknologi medis saat ini, berbagai kelainan saluran kemih dan ginjal bawaan bahkan dapat terdeteksi sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan USG secara rutin.

Deteksi dini menjadi langkah penting karena keterlambatan diagnosis dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal permanen yang berpengaruh terhadap kualitas hidup, pertumbuhan, dan perkembangan anak hingga dewasa.

Dokter Spesialis Bedah Anak Konsultan Urologi Anak, dr. Ronald Sorongku, Sp.BA, Subsp.U.A (K), FIAPS, yang berpraktik di Primaya Evasari Hospital dan Primaya Hospital PGI Cikini, menjelaskan bahwa pemeriksaan USG fetomaternal kini mampu mengidentifikasi berbagai kelainan urologi kongenital sejak janin masih berada dalam kandungan.

“Banyak kelainan saluran kemih dan ginjal pada anak sebenarnya sudah bisa diketahui sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan khusus USG fetomaternal. Semakin dini kondisi ini terdeteksi, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan ginjal permanen dan mempertahankan fungsi ginjal anak dalam jangka panjang,” ujar dr. Ronald.

Salah satu kelainan yang paling sering terdeteksi saat pemeriksaan kehamilan adalah hidronefrosis kongenital, yaitu kondisi pelebaran ginjal akibat gangguan aliran urine.

Baca Juga :  DPD RI Kawal Program Sawah Baru Prabowo untuk Wujudkan Asta Cita Kemandirian Pangan

Temuan ini kerap menimbulkan kekhawatiran bagi calon orang tua. Namun, menurut dr. Ronald, tidak semua kasus hidronefrosis memerlukan tindakan operasi.

“Banyak orang tua langsung panik ketika mendengar adanya pelebaran ginjal pada janin. Padahal tidak semua kasus harus dioperasi. Yang terpenting adalah pemantauan yang tepat, evaluasi fungsi ginjal secara berkala, dan menentukan waktu intervensi yang sesuai bila memang diperlukan,” jelasnya.

Setelah bayi lahir, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk menilai kondisi ginjal secara lebih menyeluruh.

Evaluasi tersebut dapat meliputi USG traktus urinarius, renogram atau skintigrafi ginjal, hingga pemeriksaan radiologi lainnya sesuai kebutuhan medis.

Melalui pemeriksaan tersebut, dokter dapat mengetahui apakah fungsi ginjal masih berjalan optimal, menilai risiko kerusakan ginjal, serta menentukan langkah penanganan yang paling tepat.

dr. Ronald menekankan bahwa penanganan kelainan urologi pada anak tidak dapat dilakukan secara parsial. Pendekatan multidisiplin menjadi kunci untuk memberikan hasil terbaik bagi pasien.

Tim penanganan biasanya melibatkan berbagai spesialis, mulai dari dokter fetomaternal, obstetri dan ginekologi, neonatologi, radiologi, urologi anak, bedah anak, hingga rehabilitasi medik.

Kolaborasi ini memungkinkan perencanaan terapi dilakukan sejak masa kehamilan, proses persalinan, hingga pemantauan kesehatan anak setelah lahir.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Resmikan Museum dan Perpustakaan Seskoad di Bandung, Kawah Candradimuka Pemimpin Bangsa

“Ketika kelainan sudah diketahui sejak dalam kandungan, orang tua memiliki waktu untuk memahami kondisi anaknya, memilih fasilitas kesehatan yang tepat, serta mempersiapkan langkah penanganan sejak awal. Ini akan memberikan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan jika diagnosis baru diketahui setelah muncul komplikasi,” katanya.

Selain membantu menentukan metode dan lokasi persalinan yang sesuai, deteksi prenatal juga memungkinkan dokter memantau perkembangan ginjal, kandung kemih, serta kondisi cairan ketuban yang menjadi indikator penting kesehatan janin.

Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan anak sejak dini, pemeriksaan kehamilan rutin memiliki peran lebih besar daripada sekadar memantau pertumbuhan janin.

Pemeriksaan tersebut juga menjadi kesempatan penting untuk mendeteksi berbagai kelainan bawaan yang berpotensi memengaruhi kualitas hidup anak di masa depan.

“Tujuan utama kami bukan sekadar melakukan operasi. Yang paling penting adalah menjaga fungsi ginjal anak tetap optimal sepanjang hidupnya. Dengan deteksi dini, monitoring yang tepat, dan kolaborasi multidisiplin, banyak anak dapat tumbuh sehat dan terhindar dari komplikasi serius di kemudian hari,” tutup dr. Ronald.(Sid)

Berita Terkait

PMN-J Kembali Demo KPK dan DPP NasDem, Desak Dugaan Fee Proyek Irigasi Libatkan Anggota DPR RI Berinisial MH Diusut Tuntas
Reformasi Politik, Hukum, dan Birokrasi Poin 7 Asta Cita Penerang Indonesia Sejahtera
Eksepsi ST Rogaya Ditolak PN Cikarang, Sidang Pidana Khusus Berlanjut ke Tahap Pembuktian
Temui Wapres Gibran, AJBI Perjuangkan Akses Beasiswa Lebih Luas bagi Generasi Muda Indonesia Timur
Fauzan Khalid Minta ASN Lombok Barat Tetap Layani Masyarakat Meski Bupati Lalu Ahmad Zaini Terjaring OTT KPK
Fauzan Khalid Minta KemenPAN-RB dan BKN Selamatkan Guru Honorer yang Mengabdi Puluhan Tahun
Sidang Kasus ST. Rogaya di PN Cikarang Simpang Siur, Pengadilan Sebut Tertutup, Kejari Akhirnya Klarifikasi Terbuka
STN dan LMND Bentuk Sekretariat Bersama untuk Percepat Program Strategis Nasional Prabowo–Gibran

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:04 WIB

PMN-J Kembali Demo KPK dan DPP NasDem, Desak Dugaan Fee Proyek Irigasi Libatkan Anggota DPR RI Berinisial MH Diusut Tuntas

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:44 WIB

Reformasi Politik, Hukum, dan Birokrasi Poin 7 Asta Cita Penerang Indonesia Sejahtera

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:07 WIB

Eksepsi ST Rogaya Ditolak PN Cikarang, Sidang Pidana Khusus Berlanjut ke Tahap Pembuktian

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:01 WIB

Temui Wapres Gibran, AJBI Perjuangkan Akses Beasiswa Lebih Luas bagi Generasi Muda Indonesia Timur

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:14 WIB

Fauzan Khalid Minta ASN Lombok Barat Tetap Layani Masyarakat Meski Bupati Lalu Ahmad Zaini Terjaring OTT KPK

Berita Terbaru