LOTIM, LOMBOKTODAY.ID – Semangat kebersamaan mewarnai pembukaan Alunan Budaya Desa Pringgasela 2026 yang menandai satu dekade penyelenggaraan festival budaya tahunan tersebut.
Ribuan warga memadati kawasan Tugu Juang Pringgasela Raya (Tugu Mopra), Ahad (19/7/2026), untuk mengikuti car free day (CFD) dan jalan santai yang menjadi pembuka rangkaian acara.
Kegiatan jalan santai secara resmi dilepas oleh Wakil Bupati Lombok Timur (Wabup Lotim), HM Edwin Hadiwijaya. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi antusiasme masyarakat yang terus menjaga semangat gotong royong sekaligus melestarikan tradisi yang menjadi identitas Desa Pringgasela.
Menurut Wabup Edwin, Pringgasela tidak hanya dikenal sebagai sentra penghasil kain tenun berkualitas, tetapi juga sebagai desa yang mampu mempertahankan nilai-nilai budaya dan kekompakan masyarakatnya di tengah perkembangan zaman.
“Pemerintah daerah akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan positif berbasis kemasyarakatan seperti ini. Karena pembangunan Lombok Timur tidak akan berjalan lancar tanpa adanya masyarakat yang sehat, rukun, dan optimis seperti warga Pringgasela,” ujarnya.
Ia menilai, kegiatan jalan santai bukan sekadar aktivitas olahraga yang menyehatkan tubuh, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat untuk saling menyapa, mempererat persaudaraan, dan memperkuat rasa kebersamaan.
Selain memberikan manfaat kesehatan, kegiatan tersebut juga menghadirkan suasana penuh kegembiraan melalui pembagian berbagai hadiah doorprize bagi peserta yang beruntung.
Karena itu, Wabup Edwin mengajak seluruh peserta menjaga ketertiban, kebersihan, serta kenyamanan sepanjang rute kegiatan agar semangat kebersamaan tetap terpelihara hingga akhir acara.
Alunan Budaya Desa Pringgasela 2026 mengusung tema “Srimananti”, yang merepresentasikan harapan, peran penting perempuan, serta identitas tenun khas Pringgasela yang telah menjadi warisan budaya daerah.
Festival yang telah memasuki usia satu dekade ini juga menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN), menjadikannya salah satu agenda budaya nasional yang diharapkan terus memperkuat promosi pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya di Kabupaten Lombok Timur.(Kml)

















