Bawa Pesan Prabowo ke Jenewa, Menaker Perjuangkan Perlindungan Awak Kapal Perikanan Indonesia

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menaker, Yassierli.

Menaker, Yassierli.

JENEWA, LOMBOKTODAY.ID – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli membawa pesan khusus Presiden Prabowo Subianto dalam agenda Konferensi Perburuhan Internasional atau International Labour Conference (ILC) ke-114 di Jenewa, Swiss.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam memberikan perlindungan bagi seluruh pekerja Indonesia, termasuk awak kapal perikanan yang bekerja di sektor dengan risiko tinggi.

Komitmen itu diwujudkan melalui penyerahan instrumen asli ratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 tentang Pekerjaan dalam Sektor Penangkapan Ikan kepada Direktur Jenderal International Labour Organization (ILO).

“Saya membawa pesan Presiden Prabowo Subianto bahwa negara harus hadir melindungi pekerja di semua sektor, termasuk saudara-saudara kita yang bekerja di laut. Melalui instrumen ratifikasi Konvensi ILO 188 ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan bagi awak kapal perikanan,” kata Menaker Yassierli, di Jenewa.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia telah mengesahkan Konvensi ILO 188 melalui Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2026.

Baca Juga :  Temui Ribuan PMI NTB di Malaysia, Gubernur Iqbal Siapkan KUR Khusus agar Buruh Sawit Tak Terjerat Rentenir

Pengesahan tersebut menjadi landasan hukum bagi Indonesia untuk menyelesaikan proses formal ratifikasi di tingkat internasional melalui penyerahan instrumen kepada ILO.

Menurut Menaker Yassierli, ratifikasi Konvensi ILO 188 menjadi langkah strategis mengingat sektor penangkapan ikan memiliki berbagai tantangan dan risiko yang dihadapi para pekerja.

Awak kapal perikanan kerap bekerja jauh dari daratan, menghadapi cuaca ekstrem, jam kerja panjang, risiko kecelakaan kerja, hingga potensi pelanggaran hak-hak pekerja.

“Ratifikasi ini merupakan komitmen negara agar awak kapal perikanan bekerja dalam kondisi yang lebih layak, aman, dan terlindungi. Mereka adalah bagian penting dari kekuatan ekonomi maritim Indonesia,” ujarnya.

Konvensi ILO 188 sendiri mengatur berbagai standar perlindungan bagi awak kapal perikanan, mulai dari persyaratan minimum bekerja di kapal, perjanjian kerja yang jelas, waktu istirahat yang memadai, akomodasi dan makanan yang layak, keselamatan dan kesehatan kerja, akses layanan kesehatan, hingga jaminan sosial.

Baca Juga :  Samsung Perkenalkan Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G, Hadirkan Fitur Kelas Pro di Harga Awesome

Penerapan standar tersebut diharapkan dapat memperkuat kepastian hukum dan perlindungan hak-hak dasar pekerja selama menjalankan tugas di laut.

Menaker Yassierli menegaskan, keputusan Indonesia meratifikasi Konvensi ILO 188 mencerminkan komitmen sebagai negara maritim besar yang menempatkan perlindungan pekerja sebagai prioritas.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya nasional untuk melindungi warga negara Indonesia yang bekerja di sektor perikanan, baik di dalam maupun luar negeri.

Selain itu, ratifikasi tersebut menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam mendukung agenda global untuk menghapus praktik kerja paksa, perdagangan orang, serta berbagai bentuk eksploitasi tenaga kerja di sektor perikanan.

Melalui penyerahan instrumen ratifikasi kepada ILO, Indonesia kembali menegaskan bahwa perlindungan awak kapal perikanan merupakan bagian penting dari agenda pembangunan ketenagakerjaan nasional, sekaligus mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan yang adil, aman, dan berkelanjutan.(Sid)

Berita Terkait

Guizhou Bidik Pasar Tinggal Sementara, Perkuat Kerja Sama Pariwisata dengan Makau
Bahadur Shah Zafar, Sultan Muslim Terakhir India: Dari Singgasana Delhi hingga Pengasingan di Burma
Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, Kemlu RI Pastikan WNI di Kedua Negara Aman
Arab Saudi Keluarkan Peringatan Bahaya di Mekkah, Jeddah dan Taif, Begini Kondisi WNI
Dari Adelaide, Tiga Srikandi NTB Bawa Kekayaan Budaya Mendunia
Kebakaran Tempat Hiburan di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Kemlu Pastikan Belum Ada WNI Jadi Korban
KBRI Kuala Lumpur Sebut NTB Mitra Strategis Malaysia, Investasi Hijau dan Skema Zero Cost PMI Jadi Magnet
Temui Ribuan PMI NTB di Malaysia, Gubernur Iqbal Siapkan KUR Khusus agar Buruh Sawit Tak Terjerat Rentenir

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Guizhou Bidik Pasar Tinggal Sementara, Perkuat Kerja Sama Pariwisata dengan Makau

Senin, 28 September 2026 - 07:05 WIB

Bahadur Shah Zafar, Sultan Muslim Terakhir India: Dari Singgasana Delhi hingga Pengasingan di Burma

Senin, 21 September 2026 - 14:08 WIB

Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, Kemlu RI Pastikan WNI di Kedua Negara Aman

Rabu, 16 September 2026 - 13:08 WIB

Arab Saudi Keluarkan Peringatan Bahaya di Mekkah, Jeddah dan Taif, Begini Kondisi WNI

Senin, 14 September 2026 - 13:09 WIB

Dari Adelaide, Tiga Srikandi NTB Bawa Kekayaan Budaya Mendunia

Berita Terbaru