Dukung Pengendalian Minol di Papua Barat, MPR for Papua Minta Pemerintah Daerah Saling Bersinergi

- Jurnalis

Sabtu, 13 September 2025 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua MPR for Papua yang juga Wakil Ketua DPD RI, Yorrys Raweyai (kanan) didampingi Sekretaris MPR for Papua, Filep Wamafma.

Ketua MPR for Papua yang juga Wakil Ketua DPD RI, Yorrys Raweyai (kanan) didampingi Sekretaris MPR for Papua, Filep Wamafma.

JAKARTA, LOMBOKTODAY.IDMaraknya peredaran minuman beralkohol (Minol) ilegal di Ibu Kota Provinsi Papua Barat, Manokwari, telah menjadi perhatian publik dan menuai polemik beberapa pekan terakhir. Respons serius juga disampaikan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk Papua (MPR for Papua).

Lembaga yang beranggotakan para wakil rakyat (DPR RI dan DPD RI) dan didirikan oleh MPR RI sebagai wadah komunikasi dan penyelesaian persoalan sosial-kemasyarakatan di Tanah Papua ini turut bersuara. Ketua MPR for Papua, Yorrys Raweyai menyayangkan penanganan Minol ilegal yang cenderung lamban dan setengah hati.

Menurut Yorrys, sudah lama Pemerintah Kabupaten Manokwari menyuarakan perihal maraknya peredaran Minol ilegal, mulai dari ketiadaan izin peredaran, minuman olahan dan oplosan yang tidak memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku, hingga soal ketiadaan kontribusi sepeserpun bagi perekonomian daerah.

‘’Sejak pertengahan 2025, Bupati Manokwari, Hermus Indou menyampaikan laporan resmi kepada MPR for Papua tentang 53 titik penjualan dan peredaran Minol ilegal di wilayahnya. Dia pun telah meminta pihak kepolisian untuk mengusut dan memberantas transaksi ilegal yang berlangsung selama puluhan tahun itu,’’ ujar Yorrys, di Jakarta, Sabtu (13/9/2025).

Baca Juga :  Fauzan Khalid Serap Aspirasi Masyarakat dan Konsolidasi dengan Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota Partai NasDem se-Pulau Lombok

Namun, lanjut Yorrys, setelah sekian lama laporan tersebut diterima, belum tampak aksi maupun kebijakan tegas dan komprehensif dari pihak kepolisian untuk membasmi peredaran Minol ilegal di Manokwari tersebut. Atas dasar itu, Wakil Ketua DPD RI ini pun mendesak pihak kepolisian agar lebih serius menangani peredaran Minol ilegal di Papua Barat.

‘’Dugaan ketidakseriusan dalam pemberantasan Minol ilegal di Manokwari, harus dijawab dengan bijak oleh aparat kepolisian. Sebab, keluhan tersebut bukan sekadar muncul dari masyarakat, tapi sesama unsur pimpinan daerah, yakni Bupati Manokwari,” kata Yorrys.

Yorrys berharap seluruh unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) maupun unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) saling bersinergi dalam menindaklanjuti keresahan masyarakat, termasuk saling mendukung kebijakan antarlembaga di daerah.

‘’Saya mengapresiasi langkah konstitusional yang dilakukan oleh Pemda Manokwari dengan menginisiasi lahirnya Perda Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol di Manokwari. Saya berharap langkah tersebut didukung penuh oleh pihak kepolisian,’’ ujar Yorrys.

Baca Juga :  Tragis, Anak 11 Tahun Tenggelam di Dam Sungai Ketangga Ditemukan Tim SAR

Senada dengan Yorrys, Sekretaris MPR for Papua, Filep Wamafma juga berharap Perda Pengendalian dan Pengawasan Minol bisa menjadi instrumen regulatif, sejauh didialogkan dengan baik dan terbuka dengan seluruh pihak yang berkepentingan atas persoalan tersebut, termasuk pihak kepolisian.

‘’Perda Minol Manokwari harus dibahas secara terbuka, sehingga mampu memberi solusi dan menghasilkan aturan yang lebih riil dan konkret. Dan tidak menyisakan persoalan di kemudian hari, apalagi menghasilkan tafsir yang beraneka ragam,’’ kata Filep Wamafma.

Senator asal Papua Barat itu mengapresiasi sikap terbuka dan solutif yang ditampilkan oleh Bupati Manokwari dalam menjawab persoalan Minol ilegal di Manokwari. Ia pun berharap pihak kepolisian menerima kritik secara terbuka demi kebaikan masyarakat Manokwari dan Papua Barat secara umum.(arz)

Berita Terkait

120 Bangunan Desa Adat Sade Ludes Terbakar, Sari Yuliati Serahkan Bantuan Rp200 Juta
Tak Terlihat Bukan Berarti Aman, Kenali Bahaya Blind Spot dan Terapkan 4T Saat Berkendara
Baru Tiba dari NTT, Gubernur NTB Langsung Terjun ke Tengah Kebakaran Sade
Solidaritas KR-BNN Menguat, Gubernur NTB dan Bali Turun Langsung Tinjau Dampak Gempa M7,7 di NTT
Jangan Sampai Tubuh Berkendara, tapi Pikiran Tertinggal: Waspadai Bahaya Autopilot Riding
Pemprov NTB Finalisasi Dashboard Eksekutif, Data Jadi Senjata Baru Pengambilan Kebijakan
Gubernur Iqbal Titip Disiplin kepada Paskibra NTB, Sekaligus Tegaskan Solidaritas untuk NTT
Motor di Depan Belum Tentu Tahu Jalan Aman, Jangan Asal Ikuti Gerakannya

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:05 WIB

120 Bangunan Desa Adat Sade Ludes Terbakar, Sari Yuliati Serahkan Bantuan Rp200 Juta

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:02 WIB

Baru Tiba dari NTT, Gubernur NTB Langsung Terjun ke Tengah Kebakaran Sade

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:02 WIB

Solidaritas KR-BNN Menguat, Gubernur NTB dan Bali Turun Langsung Tinjau Dampak Gempa M7,7 di NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Jangan Sampai Tubuh Berkendara, tapi Pikiran Tertinggal: Waspadai Bahaya Autopilot Riding

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Pemprov NTB Finalisasi Dashboard Eksekutif, Data Jadi Senjata Baru Pengambilan Kebijakan

Berita Terbaru

Saiful Chaniago.

Nasional

PLN Energi Gas Mengalirkan Energi untuk Masa Depan Indonesia

Senin, 24 Agu 2026 - 17:03 WIB