Rp10,3 Miliar Duit Jaspel RSUD dr R Soejono Selong Belum Jelas Rimbanya

- Jurnalis

Rabu, 26 November 2025 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur RSUD dr R Soejono Selong, dr Anjas.

Direktur RSUD dr R Soejono Selong, dr Anjas.

LOTIM, LOMBOKTODAY.ID – Sebanyak 1.400 lebih karyawan RSUD dr R Soejono Selong tidak pernah menerima hak Jasa Pelayanan (Jaspel) selama tiga bulan (Juni, Juli, Agustus) tahun 2025. Kasus ini baru mencuat setelah sekian bulan tenaga penyelamat nyawa itu terdiam dan pasrah.

Dana Rp10,3 miliar tersebut masih misterius bagaikan satelit domestik yang berputar di ruang angkasa nyaris tak terdeteksi oleh stasiun pusat ruang angkasa sekelas NASA. Pertanyaannya, duit yang angkanya 11 digit itu siapa dan ke mana mengalirnya. Mungkinkah diembat hanya oleh seekor tikus, ataukah raja tikus mengundang koloninya untuk mencabik secara keroyoan.

Menelusuri jejak misterius duit segepok berlabel “dana Jasa Pelayanan (Jaspel)” tersebut, Lomboktoday.id menemui Direktur RSUD dr R Soejono Selong, dr Anjas, di ruang kerjanya, Rabu (26/11/2025).

Baca Juga :  Sekda Lotim Buka Pembekalan Juru Tagih Piutang PBB-P2

Dokter Anjas yang baru beberapa bulan menduduki jabatan Direktur di RS tipe B+ tersebut membenarkan bahwa sebanyak 1.400 lebih anak buahnya tidak pernah menerima uang Jaspel selama 3 bulan (Juni, Juli, Agustus).

Namun, sejauh ini dr Anjas mengaku belum dapat memberi keterangan pasti, mengapa tidak diberikan dan ke mana duit itu nyasar. Alasannya, saat ini pihak Inspektorat tengah melakukan audit dan audit masih berjalan. “Kami tidak bisa berspekulasi, tunggu saja hasil audit Inspektorat yang kini sedang berjalan,” ujar dr Anjas.

Baca Juga :  Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadan, Astra Motor NTB Gelar Buka Puasa Bersama Jurnalis

Dia menambahkan, uang tersebut mungkin bisa jadi dialihkan untuk pembayaran suplay obat atau yang lain-lain masih dalam lingkup kebutuhan Rumah Sakit. “Sekali lagi kami tidak bisa terburu-buru berburuk sangka sebelum hasil audit keluar, bisa saja uangnya habis untuk pengadaan obat atau lain-lain kebutuhan rumah sakit,” ucapnya lagi.

Kasus ini, lanjut dr Anjas, terjadi sebelum dirinya menduduki jabatan Plt Direktur hingga menjadi Direktur definitif. Dan katanya, dia telah membayar uang Jaspel untuk September–Oktober. Dan tiga bulan yang belum terbayar tersebut, dr Anjas berjanji akan membayarkan dalam tahun 2026 mendatang dari dana yang dihimpun oleh pihak RS.(Kml)

Berita Terkait

Hanyut Terseret Banjir Bandang di Sumbawa, Warga Lombok Barat Hilang
NTB Bermunajat: Momentum Kebersamaan dan Doa Bersama Sambut HUT NTB ke-67
Tingkatkan Akses Kesehatan, Pemprov NTB Luncurkan Ambulans Gratis
Dimensi Kesempurnaan Intelektualitas Terletak pada Sepuluh Fungsi Lisan yang Terkontrol dengan Sempurna: Syaikh Abu Hatim RA
Gubernur NTB Tekankan Manajemen Risiko Kunci Sukses Pembangunan Daerah
Gubernur NTB: Melindungi Perempuan dan Anak adalah Janji Moral
Sinta Iqbal Tekankan Pentingnya Peran Istri ASN dalam Kesuksesan Suami
Jambore Kader Posyandu, Ketua TP Posyandu NTB Puji Dedikasi Melayani Masyarakat dengan Hati yang Tulus

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 21:02 WIB

Hanyut Terseret Banjir Bandang di Sumbawa, Warga Lombok Barat Hilang

Minggu, 14 Desember 2025 - 17:02 WIB

NTB Bermunajat: Momentum Kebersamaan dan Doa Bersama Sambut HUT NTB ke-67

Jumat, 12 Desember 2025 - 13:06 WIB

Tingkatkan Akses Kesehatan, Pemprov NTB Luncurkan Ambulans Gratis

Kamis, 11 Desember 2025 - 18:03 WIB

Dimensi Kesempurnaan Intelektualitas Terletak pada Sepuluh Fungsi Lisan yang Terkontrol dengan Sempurna: Syaikh Abu Hatim RA

Kamis, 11 Desember 2025 - 09:33 WIB

Gubernur NTB Tekankan Manajemen Risiko Kunci Sukses Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

Mansur Afifi.

Ekonomi & Bisnis

Desa Berdaya dan Tantangan Mengubah Kemiskinan Desa

Selasa, 16 Des 2025 - 13:03 WIB

Ekonomi & Bisnis

Nataru dan Hegemoni Ekonomi Gaya Baru

Senin, 15 Des 2025 - 20:03 WIB