Joan Mir dan Luca Marini Jelajah Budaya Bali: Dari Tari Kecak hingga Kopdar Bareng Bikers Honda

- Jurnalis

Jumat, 13 Maret 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua pebalap andalan Honda HRC Castrol, Joan Mir dan Luca Marini, memilih Bali sebagai destinasi singkat untuk “healing” sekaligus menyapa komunitas. Keduanya tenggelam dalam pengalaman budaya lokal yang autentik—dari Tari Kecak hingga proses pembuatan Ogoh-ogoh.

Dua pebalap andalan Honda HRC Castrol, Joan Mir dan Luca Marini, memilih Bali sebagai destinasi singkat untuk “healing” sekaligus menyapa komunitas. Keduanya tenggelam dalam pengalaman budaya lokal yang autentik—dari Tari Kecak hingga proses pembuatan Ogoh-ogoh.

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Usai seri MotoGP Thailand, dua pebalap andalan Honda HRC Castrol, Joan Mir dan Luca Marini, memilih Bali sebagai destinasi singkat untuk “healing” sekaligus menyapa komunitas. Bukan sekadar liburan, keduanya justru tenggelam dalam pengalaman budaya lokal yang autentik—dari Tari Kecak hingga proses pembuatan Ogoh-ogoh.

Kunjungan yang berlangsung pada 2–3 Maret 2026 ini terasa makin spesial karena turut ditemani pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT), sebelum mereka melanjutkan perjuangan ke seri MotoGP berikutnya di Brasil.

Hari pertama di Pulau Dewata langsung diisi pengalaman budaya yang ikonik. Joan Mir dan Luca Marini tak hanya menonton, tetapi ikut terlibat dalam pertunjukan Tari Kecak bersama sekitar 30 penari lokal.

Di tengah ritme suara “cak” yang khas dan iringan gamelan, keduanya tampak menikmati suasana yang hangat dan penuh energi. Interaksi ini menjadi momen yang terasa personal antara pebalap dunia dan komunitas seni Bali.

“Saya sangat menikmati momen di sini. Budayanya luar biasa, tariannya menarik, dan orang-orangnya sangat ramah,” ujar Joan Mir, juara dunia MotoGP 2020.

Baca Juga :  Tarian NTB di Istana Untuk NTB Makmur Mendunia

Keseruan berlanjut di hari kedua. Menjelang Hari Raya Nyepi, Joan dan Luca diajak melihat langsung proses pembuatan Ogoh-ogoh di Banjar Kaja Sesetan—salah satu pusat seni patung kertas di Bali.

Didampingi para pebalap AHRT seperti Herjun Atna Firdaus, M. Adenanta Putra, Fadillah Arbi Aditama, Rheza Danica Ahrens, dan M Badly Ayatullah, mereka menyaksikan detail pengerjaan patung raksasa yang sarat makna budaya.

Tak hanya melihat, keduanya juga ikut turun tangan membantu proses finishing—sebuah pengalaman yang jarang dirasakan pebalap kelas dunia. “Fantastis melihat tradisi ini. Mereka menjelaskan dengan detail, dan seru bisa terlibat langsung,” kata Luca Marini.

Selain eksplorasi budaya, kegiatan ini juga diisi aksi sosial. Para pebalap AHRT menyerahkan paket sembako kepada masyarakat yang menjalankan ibadah Ramadan di kawasan Kampung Jawa.

Momen kebersamaan kemudian berlanjut dalam sesi kopdar bersama sekitar 100 bikers dari berbagai komunitas Honda di Bali—mulai dari Honda CBR Riders Club hingga Honda PCX Club Indonesia.

Baca Juga :  Di Electricity Connect 2024, PLN Galang Kolaborasi Global Wujudkan Transisi Energi di Indonesia

Suasana cair dan penuh tawa terasa lewat berbagai games interaktif yang mempertemukan pebalap MotoGP dengan para penggemar roda dua secara langsung.

Marketing Direktur PT Astra Honda Motor, Octavianus Dwi, menyebut kegiatan ini bukan sekadar agenda promosi, tetapi juga bagian dari membangun koneksi yang lebih dalam.

“Kehadiran pebalap Honda HRC Castrol di Bali mencerminkan harmoni, kekompakan, dan semangat kebersamaan. Ini menjadi energi positif untuk terus meraih mimpi di berbagai level kompetisi,” ujarnya.

Kunjungan Joan Mir dan Luca Marini ke Bali membuktikan bahwa MotoGP bukan hanya soal kecepatan di lintasan, tetapi juga tentang koneksi—dengan budaya, komunitas, dan para penggemar.

Dari Tari Kecak hingga kopdar bikers, pengalaman ini jadi bukti bahwa dunia balap bisa terasa lebih dekat, hangat, dan relevan bagi generasi masa kini.(amn)

Berita Terkait

Dari Adelaide, Tiga Srikandi NTB Bawa Kekayaan Budaya Mendunia
Jelang MotoGP Mandalika 2026, NTB Desak Maskapai Tambah Penerbangan ke Lombok
Putri Victoria Lepas Tukik di Gili Meno, Pesan Penting soal Laut dan Ekonomi Biru
Putri Victoria Kagumi Songket Sasak dan Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita
Sade Bangkit dari Puing Kebakaran, Nyemulak Jadi Penanda Rekonstruksi Rumah Adat Sasak
Tak Minta Dana Pemkab, Desa Jeruk Manis Tetap Gelar Festival dan Dapat Apresiasi Sekda Lotim
Bukan Sekadar Pentas, NTB Siapkan Generasi Muda untuk Bawa Seni Budaya ke Panggung Dunia
Alunan Budaya Desa Pringgasela 2026 Resmi Dibuka, Wabup Lotim Tegaskan Dukungan untuk Pelestarian Budaya dan Kebersamaan

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 13:09 WIB

Dari Adelaide, Tiga Srikandi NTB Bawa Kekayaan Budaya Mendunia

Selasa, 8 September 2026 - 15:09 WIB

Jelang MotoGP Mandalika 2026, NTB Desak Maskapai Tambah Penerbangan ke Lombok

Minggu, 6 September 2026 - 13:03 WIB

Putri Victoria Lepas Tukik di Gili Meno, Pesan Penting soal Laut dan Ekonomi Biru

Sabtu, 5 September 2026 - 16:01 WIB

Putri Victoria Kagumi Songket Sasak dan Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita

Kamis, 3 September 2026 - 14:05 WIB

Sade Bangkit dari Puing Kebakaran, Nyemulak Jadi Penanda Rekonstruksi Rumah Adat Sasak

Berita Terbaru

Suasana kunjungan tiga perempuan yang mewakili kekuatan eksekutif, kebudayaan, dan legislatif NTB ke Art Gallery of South Australia (AGSA), Adelaide, pada 11–12 September 2026.

Internasional

Dari Adelaide, Tiga Srikandi NTB Bawa Kekayaan Budaya Mendunia

Senin, 14 Sep 2026 - 13:09 WIB