MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Anggota DPR RI dari Dapil NTB II/Pulau Lombok, H. Fauzan Khalid, menyoroti kenaikan harga tiket pesawat domestik yang dinilai berpotensi menekan jumlah kunjungan wisatawan ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya ke Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
Fauzan Khalid mengingatkan, harga tiket domestik selama ini sudah tergolong tinggi. Bahkan kerap lebih mahal dibandingkan tiket penerbangan internasional. Kondisi ini dinilai bisa menjadi hambatan serius bagi sektor pariwisata daerah.
“Kenaikan harga tiket ini berpotensi menurunkan minat wisatawan untuk berkunjung, termasuk ke Lombok dan Sumbawa,” ujar Fauzan Khalid, di Mataram, Sabtu (11/4/2026).
Pemerintah daerah menargetkan kunjungan wisatawan ke NTB pada 2026 mencapai 2,5 hingga 3 juta orang. Target ini didukung oleh penyelenggaraan sekitar 70 event pariwisata, mulai dari festival budaya hingga ajang olahraga.
Event-event tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik destinasi, menggerakkan ekonomi lokal, mendorong sektor UMKM dan pariwisata.
Namun, menurut Fauzan Khalid, kenaikan harga tiket bisa menjadi faktor penghambat utama dalam mencapai target tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, Fauzan Khalid mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan stakeholder pariwisata untuk memperkuat promosi serta menghadirkan lebih banyak event menarik.
Ia juga menekankan pentingnya menggarap pasar wisatawan domestik sebagai solusi jangka pendek.
“Promosi harus lebih agresif, event diperbanyak, dan pasar domestik dimaksimalkan agar kunjungan tetap terjaga,” jelas mantan Bupati Lombok Barat dua periode (2016-2024) itu.
Fauzan Khalid juga meminta pemerintah pusat dan daerah untuk mengambil langkah konkret dalam mengendalikan harga tiket pesawat.
Menurutnya, kebijakan khusus diperlukan agar harga tetap terjangkau dan tidak membebani wisatawan.
Sebagai informasi, pemerintah sebelumnya telah menetapkan kenaikan tarif tiket pesawat kelas ekonomi sebesar 9 hingga 13 persen, sebagai dampak dari naiknya harga avtur global.
Kebijakan ini bersifat sementara untuk menjaga keseimbangan antara biaya operasional maskapai dan daya beli masyarakat.
Meski menghadapi tantangan, Fauzan Khalid tetap optimistis target kunjungan wisata NTB tahun 2026 dapat tercapai.
Ia menilai, dengan strategi yang tepat dan sinergi semua pihak, sektor pariwisata NTB masih memiliki peluang besar untuk terus tumbuh.
“Situasi global memang belum sepenuhnya stabil, tapi saya yakin target itu masih bisa kita capai,” ucapnya.(Sid)

















