KBRI Kuala Lumpur Telusuri Dugaan Keterlibatan WNI dalam Kasus 2.251 Pelaku Online Scam di Malaysia

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Heni Hamidah.

Heni Hamidah.

JAKARTA, LOMBOKTODAY.ID – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur terus memantau perkembangan kasus penangkapan 2.251 pelaku online scam di Malaysia yang ramai diberitakan dalam beberapa waktu terakhir.

Sebagai langkah tindak lanjut, KBRI Kuala Lumpur langsung berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memastikan kemungkinan adanya Warga Negara Indonesia (WNI) di antara ribuan orang yang diamankan dalam operasi tersebut.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menjelaskan bahwa data yang beredar saat ini merupakan bagian dari quarter report tahun 2026 milik Polis Diraja Malaysia terkait hasil operasi dan razia gabungan di sejumlah wilayah di Malaysia.

Baca Juga :  Samsung Perkenalkan Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G, Hadirkan Fitur Kelas Pro di Harga Awesome

Menurut Heni, pihak kepolisian Malaysia mengonfirmasi adanya keterlibatan warga negara asing dalam kasus tersebut. Namun hingga kini, belum ada informasi rinci mengenai identitas maupun kewarganegaraan para pihak yang ditangkap, termasuk kemungkinan adanya WNI.

“Belum terdapat data spesifik terkait identitas dan kewarganegaraan para pihak yang diamankan,” ujar Heni dalam keterangan resminya, Jumat (8/5/2026).

Baca Juga :  Muhamad Ied Terima Anugerah Doktor Honoris Causa dari PBB

KBRI Kuala Lumpur, lanjut Heni, masih terus menjalin komunikasi intensif dengan otoritas Malaysia untuk memantau perkembangan kasus sekaligus memastikan langkah pelindungan bagi WNI apabila diperlukan.

Kasus online scam sendiri belakangan menjadi perhatian di kawasan Asia Tenggara karena melibatkan jaringan lintas negara dengan modus penipuan digital yang semakin kompleks.

Pemerintah Indonesia juga terus mengimbau masyarakat agar waspada terhadap tawaran pekerjaan mencurigakan di luar negeri yang berpotensi terkait aktivitas ilegal.(Sid)

Berita Terkait

Kebakaran Tempat Hiburan di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Kemlu Pastikan Belum Ada WNI Jadi Korban
KBRI Kuala Lumpur Sebut NTB Mitra Strategis Malaysia, Investasi Hijau dan Skema Zero Cost PMI Jadi Magnet
Temui Ribuan PMI NTB di Malaysia, Gubernur Iqbal Siapkan KUR Khusus agar Buruh Sawit Tak Terjerat Rentenir
Gempa M 7,8 Guncang Mindanao Filipina, Bagaimana Kondisi WNI Saat Ini?
Bawa Pesan Prabowo ke Jenewa, Menaker Perjuangkan Perlindungan Awak Kapal Perikanan Indonesia
Presiden Prabowo Terima Penghargaan Tertinggi Korea Selatan, Grand Order of Mugunghwa
Presiden Prabowo Saksikan 10 MoU RI–Korsel, Fokus Ekonomi Digital hingga Energi Bersih
Presiden Prabowo Temui 13 Pengusaha Besar Jepang, Dorong Investasi Hilirisasi dan Perkuat Rantai Pasok Global

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 13:47 WIB

Kebakaran Tempat Hiburan di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Kemlu Pastikan Belum Ada WNI Jadi Korban

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:02 WIB

KBRI Kuala Lumpur Sebut NTB Mitra Strategis Malaysia, Investasi Hijau dan Skema Zero Cost PMI Jadi Magnet

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:09 WIB

Temui Ribuan PMI NTB di Malaysia, Gubernur Iqbal Siapkan KUR Khusus agar Buruh Sawit Tak Terjerat Rentenir

Senin, 8 Juni 2026 - 11:05 WIB

Gempa M 7,8 Guncang Mindanao Filipina, Bagaimana Kondisi WNI Saat Ini?

Senin, 8 Juni 2026 - 08:01 WIB

Bawa Pesan Prabowo ke Jenewa, Menaker Perjuangkan Perlindungan Awak Kapal Perikanan Indonesia

Berita Terbaru

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat rapat koordinasi bersama maskapai dan pemangku kepentingan penerbangan melalui konferensi daring dari Mataram, pada Selasa (8/9/2026).

Pariwisata Seni Budaya

Jelang MotoGP Mandalika 2026, NTB Desak Maskapai Tambah Penerbangan ke Lombok

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:09 WIB