Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, PUPRPKP NTB Libatkan Kontraktor dan Konsultan

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Upaya menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 mulai digencarkan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sebagai langkah awal, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB berkolaborasi dengan pemerintah daerah melalui kegiatan sosialisasi dan program Ngisi Bareng (Ngibar) pengisian kuesioner sensus ekonomi.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Provinsi NTB, Jumat (22/5/2026), dengan menghadirkan mitra strategis di sektor jasa konstruksi, mulai dari kontraktor hingga konsultan.

Kepala Dinas PUPRPKP Provinsi NTB, Lalu Kusuma Wijaya mengatakan, kegiatan tersebut menjadi langkah awal mendukung pelaksanaan program nasional Sensus Ekonomi 2026.

Menurutnya, pelibatan pelaku usaha jasa konstruksi menjadi penting karena sektor tersebut memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan daerah.

“Harapan kami, melalui pengisian kuesioner ini para mitra kerja jasa konstruksi dapat memberikan data dan informasi yang akurat mengenai kondisi usaha mereka,” ujarnya.

Ia menegaskan, keterlibatan aktif Dinas PUPRPKP NTB merupakan bentuk komitmen nyata dalam mendukung keberhasilan program pendataan nasional tersebut.

Baca Juga :  Bupati Lotim Ikuti Pemaparan Hasil Akhir Sayembara Desain Gedung Serbaguna, Ini Harapannya

Tak sekadar pendataan biasa, konsep Ngibar dirancang dengan pendekatan yang lebih komunikatif dan praktis. Pelaku usaha mendapatkan pendampingan langsung selama proses pengisian sehingga lebih mudah dipahami dan efisien.

“Kami percaya data yang baik lahir dari kolaborasi yang baik,” katanya.

Program Ngibar sendiri dijadwalkan berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026.

Setelah diawali oleh Dinas PUPRPKP NTB, pelaksanaan pengisian sensus nantinya akan dilakukan bertahap kepada mitra kerja lainnya serta menjangkau berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB.

Melalui pola kolaboratif tersebut, hasil akhir Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghadirkan basis data tunggal yang kuat dan akurat untuk mendukung arah pembangunan NTB dalam jangka panjang.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting dalam menghadirkan data ekonomi yang mutakhir sebagai fondasi perencanaan pembangunan.

Ia menyebutkan, tahun 2026 merupakan pelaksanaan Sensus Ekonomi kelima yang digelar pemerintah.

“Data ekonomi yang lengkap akan menentukan kualitas kebijakan pembangunan ke depan. Karena itu, partisipasi pelaku usaha menjadi sangat penting agar pemerintah memiliki gambaran riil mengenai kondisi ekonomi daerah,” katanya.

Baca Juga :  Gubernur Iqbal Serahkan Hibah Videotron ke Polda NTB sebagai Sarana Komunikasi dan Pelayanan Publik

Menurutnya, pendekatan Ngibar sengaja dirancang agar pelaku usaha tidak mengisi data secara mandiri tanpa pendampingan. Melalui mekanisme ini, peserta akan dibantu langsung hingga proses pengisian dan pengiriman data selesai dilakukan.

“Ngisi Bareng ini menjadi ruang kolaborasi antara BPS, pemerintah daerah, dan pelaku usaha. Kami ingin memastikan setiap usaha dapat terdata dengan baik dan pelaku usaha merasa terbantu selama proses pengisian,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, peserta terlebih dahulu mendapatkan penjelasan terkait tujuan dan manfaat Sensus Ekonomi 2026 sebelum diarahkan mengakses tautan pendataan melalui perangkat masing-masing.

Data yang diisi mencakup identitas usaha, lokasi, aktivitas usaha, jumlah tenaga kerja, hingga informasi pendukung lainnya.

Melalui kegiatan tersebut, BPS NTB berharap partisipasi pelaku usaha terus meningkat sehingga data ekonomi yang dihasilkan semakin lengkap, akurat, dan mampu menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran.(arz)

Berita Terkait

Usulkan 20 Ribu Bedah Rumah, Lombok Timur Baru Dapat Jatah 2.000 Unit, Bupati Iron Kejar Penataan Lima Kawasan
Bansos dan BPJS PBI JK 2027 di Lombok Timur Bakal Pakai Data Terbaru, Ini Target Pembaruannya
KPK Benchmarking NTB Satu Data untuk Perkuat Tata Kelola Data dan Teknologi Informasi
Sumpah Pemuda ke-98, NTB Beri Penghargaan bagi Generasi Muda Berprestasi
Jangan Asal Tarik Rem! Astra Motor NTB Ungkap Teknik Aman Melintasi Jalan Turunan
Kemarau Panjang, Ditpolairud Polda NTB Salurkan 1,7 Ton Air Bersih ke Pesisir Sekotong
Celah Sempit di Tengah Kemacetan Bisa Picu Kecelakaan, Pengendara Motor Wajib Waspada
Ops Patuh Rinjani 2026 Dimulai, 578 Personel Gabungan Siap Tindak Pelanggaran Lalu Lintas di NTB

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Usulkan 20 Ribu Bedah Rumah, Lombok Timur Baru Dapat Jatah 2.000 Unit, Bupati Iron Kejar Penataan Lima Kawasan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Bansos dan BPJS PBI JK 2027 di Lombok Timur Bakal Pakai Data Terbaru, Ini Target Pembaruannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:01 WIB

KPK Benchmarking NTB Satu Data untuk Perkuat Tata Kelola Data dan Teknologi Informasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, NTB Beri Penghargaan bagi Generasi Muda Berprestasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Jangan Asal Tarik Rem! Astra Motor NTB Ungkap Teknik Aman Melintasi Jalan Turunan

Berita Terbaru