Anggota DPR RI Fauzan Khalid Desak Revisi UU Pertanahan, Soroti Kepastian Hukum dan Sengketa Lahan

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi NasDem, H. Fauzan Khalid (dua dari kiri peci hitam).

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi NasDem, H. Fauzan Khalid (dua dari kiri peci hitam).

JAKARTA, LOMBOKTODAY.ID – Anggota Komisi II DPR RI Fraksi NasDem, H. Fauzan Khalid, mendesak pemerintah dan DPR RI segera menuntaskan revisi Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA).

Menurutnya, regulasi pertanahan yang telah berlaku sejak 1960 sudah tidak lagi sepenuhnya mampu menjawab tantangan pengelolaan agraria di era modern.

Desakan tersebut disampaikan Fauzan Khalid saat menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Penyusunan Rancangan Undang-Undang Pertanahan di Gedung Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Jakarta, Senin (6/7/2026).

Ia menilai revisi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria merupakan kebutuhan mendesak untuk memperkuat kepastian hukum sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan pertanahan yang selama ini kerap muncul.

“Saya kira sangat urgen UU Pertanahan direvisi untuk mengatasi tumpang tindih aturan sektoral dan memberikan kepastian hukum. Selain itu juga untuk melindungi hak masyarakat adat serta mempercepat program reforma agraria guna mengurangi ketimpangan penguasaan lahan,” tegas Fauzan Khalid.

Baca Juga :  Sekda Lotim Tutup TC MTQ NTB 2026, Momen Haru Saat Gadis Swiss Ucap Syahadat di Tetebatu

Mantan Bupati Lombok Barat dua periode (2016-2024) itu mengatakan, regulasi baru harus mampu mengakomodasi perkembangan zaman, termasuk kompleksitas persoalan agraria yang semakin beragam.

Menurutnya, undang-undang yang telah berusia lebih dari enam dekade perlu disesuaikan dengan kebutuhan hukum dan tata kelola pertanahan saat ini.

Karena itu, Fauzan Khalid berharap pembahasan revisi UU Pertanahan dapat segera diselesaikan melalui sinergi antara DPR RI, Kementerian ATR/BPN, dan kementerian terkait lainnya.

“Kita semua harus bekerja keras, termasuk Komisi II DPR RI. Kementerian ATR/BPN juga harus bekerja keras dan berkolaborasi dengan kementerian lain agar revisi ini segera selesai,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Fauzan Khalid juga mengusulkan agar revisi UU Pertanahan memberikan kewenangan lebih besar kepada Kementerian ATR/BPN, termasuk hak menjatuhkan sanksi kepada individu maupun lembaga yang melanggar ketentuan di bidang pertanahan.

Baca Juga :  Putri Victoria Kagumi Songket Sasak dan Karya Perajin Perempuan NTB di Bale Kita

Menurut legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) NTB II/Pulau Lombok itu, penguatan kewenangan tersebut akan membuat ATR/BPN tidak hanya berfungsi sebagai lembaga administratif, tetapi juga memiliki kapasitas sebagai otoritas penegakan hukum di sektor agraria.

“Dengan kewenangan menindak pelanggar UU Pertanahan, Kementerian ATR/BPN tidak lagi bergantung sepenuhnya kepada kepolisian atau pengadilan dalam menangani pelanggaran tata ruang maupun sengketa lahan. Bahkan, kementerian dapat membentuk satuan tugas khusus polisi tanah,” pungkas Fauzan Khalid.

Usulan tersebut diharapkan menjadi salah satu masukan dalam penyusunan revisi UU Pertanahan agar mampu menghadirkan sistem pengelolaan agraria yang lebih adil, efektif, dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh masyarakat Indonesia.(Sid)

Berita Terkait

Proyek Pipa Bawah Laut di Jeneponto Berlanjut, PLN EG Siapkan Kompensasi Petani Rumput Laut
Dari Pesantren ke Pemerintahan, Gubernur NTB Raih Penghargaan Santri of The Year 2026
Honda Bikers Day 2026 Himpun 32.214 Bikers, Ambarawa Jadi Panggung Persaudaraan Nasional
Gubernur NTB di Forum Dunia: Ekonomi Kreatif Harus Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan
Jangan Sepelekan Sakit Kepala, Kenali Tanda Bahaya yang Bisa Mengancam Nyawa
Lombok Timur Kembali Terbaik di TPAKD Award 2026, Program Kredit Tanpa Bunga Tembus Rp170 Miliar
Suara Daerah Harus Berpengaruh, Lalu Niqman Zahir Tawarkan Transformasi DPD RI Lewat Parlemen Teritorial Digital
Jangan Hanya Menuntut Negara, Saatnya Anak Bangsa Belajar Melihat Sisi Baik dan Berkontribusi untuk Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:04 WIB

Proyek Pipa Bawah Laut di Jeneponto Berlanjut, PLN EG Siapkan Kompensasi Petani Rumput Laut

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Dari Pesantren ke Pemerintahan, Gubernur NTB Raih Penghargaan Santri of The Year 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:03 WIB

Honda Bikers Day 2026 Himpun 32.214 Bikers, Ambarawa Jadi Panggung Persaudaraan Nasional

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Gubernur NTB di Forum Dunia: Ekonomi Kreatif Harus Jadi Jalan Keluar dari Kemiskinan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:07 WIB

Jangan Sepelekan Sakit Kepala, Kenali Tanda Bahaya yang Bisa Mengancam Nyawa

Berita Terbaru

Suasana acara pembukaan Kongres Internasional I Bahasa Sasak yang digelar Majelis Adat Sasak (MAS), di Aula Gedung BPSDMD Provinsi NTB, Rabu (28/10/2026).

Pariwisata Seni Budaya

Wagub NTB Tekankan Peran Keluarga dan Sekolah untuk Selamatkan Bahasa Sasak

Rabu, 28 Okt 2026 - 12:06 WIB