MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Lombok bersiap menyambut tamu kerajaan dari Swedia. Putri Mahkota Victoria, yang juga mengemban peran sebagai Goodwill Ambassador atau Duta Kehormatan UNDP untuk Pembangunan Berkelanjutan, dijadwalkan berkunjung ke Nusa Tenggara Barat (NTB).
Bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda diplomatik. Kedatangan Putri Mahkota Victoria dinilai menjadi momentum penting untuk memperlihatkan berbagai pengalaman pembangunan di NTB sekaligus memperkuat jejaring kerja sama internasional di bidang pembangunan berkelanjutan.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas rencana kunjungan tersebut.
Pesan itu disampaikan melalui Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, di Gedung Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, pada Kamis (3/9/2026).
Menurut Gubernur Iqbal, kehadiran Putri Mahkota Victoria merupakan sebuah kehormatan bagi NTB. Lebih dari itu, kunjungan tersebut mencerminkan persahabatan dan kerja sama antarbangsa yang dapat membuka ruang lebih luas bagi penguatan agenda pembangunan berkelanjutan di daerah.
“Bagi NTB, kunjungan ini bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang memperkuat manusia, masyarakat dan lingkungan secara bersamaan,” ujar pria yang akrab disapa AKA itu, menyampaikan pesan Gubernur NTB.
Pemprov NTB memandang pembangunan berkelanjutan sebagai agenda yang jauh lebih luas daripada sekadar pertumbuhan ekonomi atau pelestarian lingkungan.
Di dalamnya terdapat persoalan manusia, kualitas hidup, kesehatan, ketahanan masyarakat, kehidupan sosial, hingga bagaimana sumber daya alam dikelola agar tetap memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.
Perspektif tersebut dinilai memiliki keterkaitan erat dengan berbagai program pembangunan yang selama ini berjalan di NTB.
Karena itu, kunjungan Putri Mahkota Victoria diharapkan dapat menjadi ruang untuk melihat secara langsung bagaimana agenda pembangunan berkelanjutan diterjemahkan dalam kehidupan masyarakat di Lombok.
Bukan hanya kebijakan di atas kertas, tetapi juga praktik dan pengalaman masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Kunjungan Putri Mahkota Victoria ke Lombok juga tidak berdiri sendiri. Ada rekam jejak kemitraan yang cukup panjang antara United Nations Development Programme (UNDP), Pemprov NTB, serta masyarakat Lombok.
Sejumlah program telah dijalankan untuk mendukung ketahanan masyarakat, mata pencaharian berkelanjutan, layanan dasar, hingga pembangunan ekonomi yang lebih inklusif.
Salah satunya adalah PETRA, yang berperan dalam mendukung pemulihan masyarakat setelah gempa bumi Lombok pada 2018.
Ada pula SMILE, yang berfokus pada penguatan rantai pasok kesehatan. Program lainnya adalah Coral Reef Insurance, yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi biru dan perlindungan ekosistem pesisir.
Sementara itu, melalui ASSIST Joint SDG Fund, dukungan diarahkan pada penguatan usaha lokal dan UMKM.
Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa isu pembangunan berkelanjutan di NTB memiliki dimensi yang sangat beragam. Mulai dari pemulihan pascabencana, kesehatan, ekonomi masyarakat, hingga perlindungan lingkungan dan ekosistem laut.
Dalam kunjungannya nanti, berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian penting yang dapat diperkenalkan kepada Putri Mahkota Victoria.
Isunya tidak hanya berkaitan dengan bagaimana masyarakat bangkit setelah bencana, tetapi juga bagaimana mereka membangun kembali sumber penghidupan secara berkelanjutan.
Agenda tersebut juga menyentuh kehidupan masyarakat di wilayah pesisir yang menggantungkan penghidupan pada sumber daya laut. Ekonomi biru dan keberlanjutan ekosistem pesisir menjadi salah satu bagian penting dalam pembangunan NTB.
Di sisi lain, terdapat pula pengalaman masyarakat adat dalam menjaga hutan, sumber daya air, pertanian, mata pencaharian, serta identitas budaya.
Pengalaman-pengalaman lokal semacam itu menjadi penting karena pembangunan berkelanjutan pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat menjaga dan mengembangkan sumber daya yang mereka miliki.
Putri Mahkota Victoria sendiri telah menjabat sebagai Goodwill Ambassador UNDP untuk Pembangunan Berkelanjutan sejak Oktober 2023.
Dalam posisi tersebut, ia memiliki tiga peran utama, yakni advokasi, mobilisasi, dan witness atau saksi lapangan.
Peran tersebut mencakup upaya meningkatkan kesadaran publik mengenai berbagai tantangan pembangunan, mendorong dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan, serta melihat secara langsung pengalaman dan aspirasi masyarakat di lapangan.
Dengan demikian, kunjungan ke Lombok memiliki relevansi yang kuat dengan mandat tersebut.
Kehadiran Putri Mahkota Victoria diharapkan tidak berhenti pada kunjungan seremonial. Interaksi langsung dengan masyarakat dan melihat praktik pembangunan di tingkat lokal dapat menjadi bagian dari upaya membawa pengalaman tersebut ke dalam percakapan pembangunan berkelanjutan yang lebih luas.
Kunjungan tersebut juga memiliki dimensi diplomatik yang tidak kalah penting.
Putri Mahkota Victoria bukan hanya Goodwill Ambassador UNDP. Ia merupakan pewaris takhta Kerajaan Swedia dan sosok yang dipersiapkan untuk meneruskan kepemimpinan monarki Swedia dari ayahandanya, Raja Carl XVI Gustaf, yang saat ini menjadi kepala negara Swedia.
Karena itu, kehadirannya di NTB membawa makna yang lebih luas. Lombok menjadi ruang pertemuan antara agenda pembangunan berkelanjutan, kerja sama internasional, dan hubungan persahabatan antarkedua negara.
Bagi NTB, momentum ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa isu pembangunan berkelanjutan bukan sekadar agenda global yang dibahas dalam forum internasional.
Agenda tersebut telah hadir dalam kehidupan masyarakat melalui berbagai upaya nyata—dari pemulihan pascabencana, penguatan kesehatan, pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi biru, hingga perlindungan lingkungan dan budaya.
Pengalaman yang tumbuh dari masyarakat NTB inilah yang diharapkan dapat menjadi bagian dari percakapan pembangunan berkelanjutan di tingkat global.
Sebab pada akhirnya, pembangunan berkelanjutan bukan hanya tentang seberapa cepat sebuah daerah tumbuh, tetapi tentang bagaimana pertumbuhan tersebut mampu menjaga manusia, lingkungan, dan masa depan secara bersamaan.
Dan melalui kunjungan Putri Mahkota Victoria ke Lombok, NTB mendapat kesempatan untuk membawa cerita tentang proses tersebut ke panggung yang lebih luas.(Sid)

















