Istri Gubernur NTB Sapa Warga Desa Pijot-Keruak dengan Penuh Cinta Kasih

- Jurnalis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOTIM, LOMBOKTODAY.ID – Ketua umum Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi NTB, Nyonya Hj Sinta Iqbal menyapa warga Desa Pijot, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dengan haru dan penuh kasih sayang laiknya cinta seorang ibu kepada anaknya.

Dengan nada lemah lembut, Hj Sinta dalam sambutannya pada acara penerimaan yang bertempat di Masjid Pijot, Jumat (17/10/2025) menyampaikan, tahap awal ini program LKKS masih bersifat kunjungan silaturahmi untuk melihat kondisi masyarakat kategori miskin dan miskin ekstrem.

Menurutnya, prioritas sasaran LKKS adalah sebagai lembaga pendamping pemerintah pada aspek kesejahteraan sosial terutama aspek ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Karena katanya, ketiga aspek tersebut merupakan bagian dari indikator kesejahteraan masyarakat. “Manakala tiga aspek ini masih rendah, maka dapat disebut tingkat kesejahteraan masyarakat masih rendah,” katanya.

Karenanya, istri orang nomor satu di NTB mengaku kemanapun bersilaturahmi menyapa warga melalui LKKS, selalu menggandeng Dinas Sosial Provinsi NTB selaku instansi pemerintah dalam hal penanganan masalah-masalah sosial termasuk mengatasi kemiskinan ekstrem.

Wawancara langsung Lomboktoday.id dengan Hj Sinta, terkait program prioritas LKKS disebutkan, ke depan mulai tahun 2026 mendatang, LKKS akan lebih fokus pada program yang bersifat pemberdayaan.

Baca Juga :  Pemda Lombok Timur Ukir Sejarah, Pisah Sambut Dandim 1615 dan Kapolres Digelar Serentak

Adapun bentuk programnya kata Hj Sinta, tentu tidak seragam melainkan akan disesuaikan dengan kebutuhan mendasar masyarakat di suatu daerah sesuai dengan sumberdaya atau pontensi yang layak untuk dikembangkan.

“Tahun ini kami masih melakukan pendataan potensi di tiap kawasan untuk menyesuaikan program dengan kebutuhan dasar suatu wilayah. Ini sesuai amanat dari ketua pembina LKKS yakni dalam rangka NTB menuju zero kemiskinan ekstrem. Masyarakat tidak lagi sebagai penerima, namun menuju kemandirian. Nantinya tidak lagi memberikan ikan tapi memberikan kail,” urai wanita berdarah Sunda itu.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana Harian LKKS Provinsi NTB, H Andi Purna Henderi, S.HI, M.Si yang juga putra kelahiran Desa Pijot pada laporannya menyampaikan, setiap mendampingi ibu ketua umum ke manapun berkunjung tahap awal ini masih bersifat konsumtif yakni memberikan bantuan langsung dalam bentuk kebutuhan pokok.

Karena lanjut pria muda yang akrab disapa H Andi itu, program bantun kebutuhan pokok kepada masyakat miskin ekstrem sudah ditetapkan pada anggaran yang sudah berjalan tahun 2025. Untuk itu, kata H Andi, mulai tahun 2026 mendatang senada yang disampaikan Hj Sinta akan lebih banyak membantu masyarakat dalam bentuk program.

Baca Juga :  NTB Ubah Arah Inovasi Daerah, Fokus pada Solusi Nyata untuk Masyarakat

“Kami di LKKS ini mulai tahun depan (2026) akan hadir di tengah masyarakat pada zona miskin ekstrem dengan membawa program yang bersifat pemberdayaan masyarakat (community developmant). Sehingga dengan sendirinya masyarakat tidak lagi disuapi namun bisa memenuhi kebutuhan sendiri melalui usaha-usaha produktif,” ujar H Andi.

Pada agenda kunjungan yang diawali dengan sholat Jum’at bersama tersebut, selain dihadiri oleh tim LKKS Provinsi NTB juga dihadiri oleh Forkopimcam Kecamatan Keruak. Di antaranya; Camat Keruak, M Azhar; Kapolsek Keruak, IPTU Zulkifli, SH, Pemerintah Desa Pijot, dan tim penggerak PKK Kecamatan Keruak dan PKK Desa Pijot.

Acara ditutup dengan pemberian bantuan sembako dan uang secara simbolis kepada masyarakat miskin terutama lansia oleh Hj Sinta. Pemberian bantuan yang diterima oleh 5 perwakilan lansia, terlihat Hj Sinta memeluk dan mengelus-elus tanda kasih sayang kepada nenek-nenek lansia. “Buk.. jangan lupa jaga kesehatan, makan yang baik, dan jangan lupa ibadah,” pesannya seraya mengelus-elus penerima.(Kml)

Berita Terkait

Polisi Evakuasi Pria Terjatuh dari Jembatan Perbatasan Pancor-Sekarteja, Korban Kritis di RSUD Selong
Peringati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-62, Bank NTB Syariah Tanam Mangrove di Kawasan Ekowisata Paremas
IGPR Summit 2026 Perkuat Komunikasi Publik, Humas Pemerintah Diminta Jadi Penangkal Disinformasi
Gubernur Iqbal Gendong Bayi Hidrosefalus di Lombok Tengah, Soroti Lonjakan 15 Kasus di NTB
TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta
Bupati Lombok Timur: Tanpa Dokter, Pembangunan Daerah Tak Akan Pernah Maju
Pemkab Lotim Percepat Penyempurnaan DTSEN, Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Warga Miskin
Ratusan Investasi di NTB Tertahan, Gubernur Iqbal Percepat Revisi RTRW Berbasis Mitigasi Bencana

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:04 WIB

Polisi Evakuasi Pria Terjatuh dari Jembatan Perbatasan Pancor-Sekarteja, Korban Kritis di RSUD Selong

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:11 WIB

Peringati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-62, Bank NTB Syariah Tanam Mangrove di Kawasan Ekowisata Paremas

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:09 WIB

IGPR Summit 2026 Perkuat Komunikasi Publik, Humas Pemerintah Diminta Jadi Penangkal Disinformasi

Senin, 27 Juli 2026 - 14:02 WIB

Gubernur Iqbal Gendong Bayi Hidrosefalus di Lombok Tengah, Soroti Lonjakan 15 Kasus di NTB

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:05 WIB

TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta

Berita Terbaru