MERAUKE, LOMBOKTODAY.ID – Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Sasak Lombok Indonesia (DPP ASLI) memberikan bantuan pemulangan jenazah seorang warga Sasak asal Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang meninggal dunia di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.
Langkah ini merupakan wujud kepedulian kemanusiaan dan tanggung jawab sosial bersama yang melibatkan organisasi kemasyarakatan, komunitas diaspora, serta pemerintah daerah (Pemda).
Almarhum diketahui bernama Rosidin, warga Desa Langko, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Ia meninggal dunia saat berada di Merauke.
Dalam proses pemulangan jenazah ke kampung halaman, keluarga almarhum menghadapi kendala keterbatasan biaya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, total biaya pemulangan jenazah mencapai Rp34.720.000.
Sementara itu, keluarga almarhum menerima bantuan dari perusahaan tempat almarhum bekerja sebesar Rp19.000.000, sehingga masih terdapat kekurangan dana yang perlu dipenuhi.
Mengetahui kondisi tersebut, DPP ASLI segera melakukan koordinasi dan penggalangan bantuan sebagai bentuk peran aktif organisasi diaspora warga Sasak Lombok Indonesia.
Dalam proses tersebut, Jubaedah selaku Sekretaris Kerukunan Sasak Lombok di Merauke turut berperan aktif membantu koordinasi lapangan dan pendampingan keluarga dalam proses pemulangan jenazah.
Hasil penelusuran di kampung halaman melalui Kepala Desa Langko, Sriuwan, SH bahwa almarhum Rosidin tergolong warga miskin ekstrem.
Kondisi ini menjadi perhatian bersama dan memerlukan keterlibatan kolektif berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah daerah.
‘’Benar warga kami atas nama Almarhum Rosidin tergolong warga miskin ekstrem,’’ kata Kepala Desa Langko, Sriuwan, SH.
Ketua Umum DPP ASLI, HL Ma’ud Kholah menyampaikan bahwa peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya semangat gotong royong dalam menghadapi persoalan kemanusiaan.
Ia menegaskan bahwa ASLI sebagai organisasi diaspora warga Sasak Lombok Indonesia, memiliki peran dan tanggung jawab moral untuk berpartisipasi aktif. Ini sejalan dengan peran pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan layanan sosial kepada masyarakat.
‘’Penanganan persoalan kemanusiaan seperti ini merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah daerah sangat penting agar bantuan dapat diberikan secara cepat dan tepat,’’ ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP ASLI, Mahrip menjelaskan, bahwa ASLI telah melakukan langkah-langkah untuk membantu meringankan beban keluarga almarhum dalam hal pembayaran biaya pemulangan jenazah yakni memberikan bantuan tunai, serta mengupayakan bantuan dari semua pihak termasuk dari Majelis Adat Sasak (MAS), BAZNAS Provinsi NTB, dan dari Pemerintah Propinsi (Pemprov) NTB.
‘’Alhamdulillah ASLI membantu sesuai kemampuan organisasi mengingat almarhum belum tercatat sebagai warga ASLI secara resmi, kami juga telah menghubungi Pengrakse Agung Majelis Adat Sasak (MAS) Dr Lalu Sajim Sastrawan, BAZNAS Provinsi NTB dan akan diupayakan agar dapat bantuan. Kami juga telah bersurat kepada Bapak Gubernur NTB, semoga mendapat perhatian, jika ada yang ingin membantu bisa menghubungi Ibu Jubaidah, Pengurus Kerukunan Sasak Lombok Papua Selatan,’’ ujarnya.
Melalui langkah tersebut, ASLI berharap agar pembayaran biaya pemulangan jenazah almarhum Rosidin dapat segera terselesaikan. Peristiwa ini diharapkan menjadi refleksi bersama tentang pentingnya kolaborasi, solidaritas sosial, dan kepedulian antarwarga dalam menghadapi musibah.(ltn)

















