#Cari_Aman di Jalan Raya, Astra Motor NTB Ingatkan Pengendara Motor Tetap di Jalur Lambat

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengendara sepeda motor wajib berada di jalur lambat, bukan jalur cepat.

Pengendara sepeda motor wajib berada di jalur lambat, bukan jalur cepat.

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID — Di tengah mobilitas masyarakat yang makin dinamis, keselamatan berkendara bukan lagi sekadar imbauan formalitas. Astra Motor NTB kembali menguatkan pesan penting lewat kampanye edukasi Safety Riding, pengendara sepeda motor wajib berada di jalur lambat, bukan jalur cepat.

Pesan sederhana ini terdengar klasik, namun masih sering diabaikan. Padahal, jalur cepat dirancang khusus untuk kendaraan roda empat atau lebih.

Ketika sepeda motor memaksakan diri masuk ke sana, risikonya bukan hanya melanggar aturan, tapi juga membuka peluang kecelakaan yang jauh lebih besar.

Instruktur Safety Riding Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya menegaskan, bahwa disiplin memilih jalur adalah langkah kecil dengan dampak keselamatan yang besar.

“Banyak pengendara merasa percaya diri melaju di jalur cepat karena motor bisa kencang. Faktanya, motor jauh lebih rentan terhadap gangguan, terutama hembusan angin kendaraan besar. Jalur lambat adalah jalur paling aman dan memang diperuntukkan bagi sepeda motor,” tegasnya.

Baca Juga :  Astra Motor Racing Team Borong Podium di Mandalika Racing Series 2026 Ronde Pembuka

Kenapa motor harus di jalur lambat? Satria menjelaskan, terdapat beberapa alasan utama mengapa sepeda motor harus berada di jalur lambat. Pertama, sepeda motor memiliki keterbatasan dibandingkan kendaraan roda empat, baik dari sisi kestabilan maupun perlindungan. Ketika motor berada di jalur cepat, hal tersebut berpotensi menghambat kendaraan yang melaju lebih tinggi serta meningkatkan potensi gesekan di jalan raya.

Kedua, sepeda motor membutuhkan keseimbangan yang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Gangguan kecil seperti kerikil, jalan bergelombang, hingga hembusan angin dari bus atau truk yang menyalip dapat menyebabkan motor oleng dan memicu kecelakaan.

Ketiga, sepeda motor merupakan kendaraan paling kecil di jalur cepat sehingga lebih sulit terdeteksi oleh kendaraan lain, khususnya kendaraan besar yang memiliki blindspot luas seperti bus dan truk. Kondisi ini dapat menyebabkan pengendara motor terlambat terlihat dan meningkatkan risiko tertabrak.

Lebih lanjut, Astra Motor NTB juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kemampuan berkendara melalui edukasi dan pelatihan safety riding, baik melalui program pelatihan yang diselenggarakan Astra Motor NTB, Safety Riding Center Honda, maupun AHM Safety Riding Park (SRP).

Baca Juga :  Ancam Kesehatan Warga, Anggota Komisi III DPRD Loteng Kritisi Pemda Terkait Penanganan Sampah

“Keselamatan bukan hanya tentang skill, tetapi juga soal disiplin dan kepatuhan terhadap aturan. Ketika masyarakat patuh jalur dan mengutamakan etika berkendara, maka potensi kecelakaan bisa ditekan secara signifikan,” ujarnya.

Astra Motor NTB juga mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan perlengkapan berkendara lengkap seperti helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu, sebagai bagian dari upaya perlindungan diri saat berkendara.

Dengan kampanye #Cari_Aman yang terus digencarkan, Astra Motor NTB berharap masyarakat NTB semakin sadar bahwa keselamatan berkendara adalah tanggung jawab bersama demi menciptakan lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan nyaman. Karena jalan raya bukan arena adu cepat, melainkan ruang berbagi yang menuntut saling menghargai.(amn)

Berita Terkait

MotoGP Mandalika 2026: NTB Ingin Balapan Tak Sekadar Mendunia, tapi Berdampak ke Warga
Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati, Bidik Pengembangan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak
Honda Vario Evo Night Ride Ramaikan Malam Kota Mataram, 150 Riders Ikut City Rolling
Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak Bawa 243 Orang, 103 Penumpang Berhasil Dievakuasi
Gubernur NTB: Pers Tak Harus Jadi Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh
Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid-19, di Mana Tanggung Jawab Negara?
Bukan Sekadar Jago AI, Anak Muda di Samsung Solve for Tomorrow 2026 Belajar Menemukan Masalah yang Tepat untuk Diselesaikan
Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat ”Brotherhood” Lintas Generasi

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 12:06 WIB

MotoGP Mandalika 2026: NTB Ingin Balapan Tak Sekadar Mendunia, tapi Berdampak ke Warga

Minggu, 13 September 2026 - 13:09 WIB

Honda Vario Evo Night Ride Ramaikan Malam Kota Mataram, 150 Riders Ikut City Rolling

Minggu, 13 September 2026 - 07:06 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak Bawa 243 Orang, 103 Penumpang Berhasil Dievakuasi

Kamis, 10 September 2026 - 14:02 WIB

Gubernur NTB: Pers Tak Harus Jadi Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh

Kamis, 10 September 2026 - 08:20 WIB

Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid-19, di Mana Tanggung Jawab Negara?

Berita Terbaru

Suasana kunjungan tiga perempuan yang mewakili kekuatan eksekutif, kebudayaan, dan legislatif NTB ke Art Gallery of South Australia (AGSA), Adelaide, pada 11–12 September 2026.

Internasional

Dari Adelaide, Tiga Srikandi NTB Bawa Kekayaan Budaya Mendunia

Senin, 14 Sep 2026 - 13:09 WIB