Gubernur NTB: Hutan Lestari, Masa Depan Terjamin

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat tanam pohon di kawasan RTH Desa Manggala, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Rabu (25/2/2026).

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat tanam pohon di kawasan RTH Desa Manggala, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Rabu (25/2/2026).

KLU, LOMBOKTODAY.ID – Komitmen menjaga bumi kembali ditegaskan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB). Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menempatkan pelestarian hutan sebagai prioritas utama demi memastikan keberlanjutan hidup generasi hari ini dan masa depan.

Pesan itu disampaikan saat aksi penanaman pohon di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Manggala, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Rabu (25/2/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Lombok Utara Kusmala Hadi, Plh Sekda NTB HL Moh. Faozal, Forkopimda, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB.

Menurut Gubernur Iqbal, hutan bukan hanya elemen estetika alam, melainkan fondasi dari seluruh program pembangunan daerah. Tanpa ekosistem yang terjaga, sektor lain—mulai dari pertanian, pariwisata, hingga ketahanan air—tidak akan berjalan optimal.

“Menjaga kelestarian hutan adalah prioritas. Tanpa hutan yang lestari, program lainnya tidak akan bisa berjalan maksimal. Ini saatnya kita memberi perhatian lebih,” tegas Gubernur Iqbal di hadapan jajaran Polisi Hutan (Polhut) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK).

Baca Juga :  5 Tahun Bukan Waktu Lama, Ummi Dinda: Manfaatkan Kesempatan Untuk Torehkan Tinta Emas Bangun Daerah

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa isu lingkungan bukan lagi agenda pinggiran, melainkan arus utama kebijakan publik—sejalan dengan meningkatnya kesadaran generasi milenial dan Gen Z terhadap krisis iklim global.

Secara khusus, Gubernur Iqbal memberikan apresiasi dan suntikan semangat kepada para Polisi Hutan yang bertugas menjaga kawasan hijau, sering kali jauh dari sorotan publik.

Ia meminta mereka tetap teguh menjalankan amanah, meskipun bekerja di wilayah terpencil yang jarang terpantau langsung.

“Laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Jangan merasa tidak diperhatikan hanya karena bekerja di tengah hutan. Pemerintah akan berupaya memberi perhatian lebih,” ujarnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa perlindungan hutan adalah kerja sunyi yang berdampak besar—sebuah investasi jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat.

Gubernur Iqbal juga mengingatkan pentingnya kawasan Gunung Rinjani sebagai tulang punggung kehidupan masyarakat NTB. Hutan di kawasan tersebut menjadi sumber air, oksigen, sekaligus penyangga ekosistem bagi warga yang tinggal di perkotaan maupun di sekitar kawasan hutan.

Baca Juga :  MotorkuX, Aplikasi Andalan untuk Booking Servis dan Gaya Hidup Hemat

“Kita yang hidup di Mataram dan Lombok Barat, semuanya bergantung pada air dan oksigen yang dihasilkan hutan. Hutan adalah sumber penghidupan kita semua,” katanya.

Pernyataan ini menegaskan keterhubungan ekologis: apa yang terjadi di hulu, menentukan kehidupan di hilir. Di akhir arahannya, Gubernur Iqbal menitipkan pesan edukatif kepada seluruh jajaran kehutanan agar aktif merangkul masyarakat. Ia menekankan pentingnya membangun rasa memiliki (sense of belonging) terhadap hutan sebagai ruang hidup bersama.

Edukasi, kolaborasi, dan kesadaran kolektif menjadi kunci agar pelestarian hutan tidak hanya menjadi program pemerintah, melainkan gerakan bersama. “Kita ingin membangun kesadaran bahwa menjaga hutan bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua demi masa depan,” pungkasnya.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan global, langkah ini menjadi pengingat bahwa menjaga hutan berarti menjaga masa depan—bukan hanya untuk NTB, tetapi untuk dunia.(Sid)

Berita Terkait

MotoGP Mandalika 2026: NTB Ingin Balapan Tak Sekadar Mendunia, tapi Berdampak ke Warga
Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati, Bidik Pengembangan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak
Honda Vario Evo Night Ride Ramaikan Malam Kota Mataram, 150 Riders Ikut City Rolling
Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak Bawa 243 Orang, 103 Penumpang Berhasil Dievakuasi
Gubernur NTB: Pers Tak Harus Jadi Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh
Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid-19, di Mana Tanggung Jawab Negara?
Bukan Sekadar Jago AI, Anak Muda di Samsung Solve for Tomorrow 2026 Belajar Menemukan Masalah yang Tepat untuk Diselesaikan
Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat ”Brotherhood” Lintas Generasi

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 12:06 WIB

MotoGP Mandalika 2026: NTB Ingin Balapan Tak Sekadar Mendunia, tapi Berdampak ke Warga

Minggu, 13 September 2026 - 13:09 WIB

Honda Vario Evo Night Ride Ramaikan Malam Kota Mataram, 150 Riders Ikut City Rolling

Minggu, 13 September 2026 - 07:06 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak Bawa 243 Orang, 103 Penumpang Berhasil Dievakuasi

Kamis, 10 September 2026 - 14:02 WIB

Gubernur NTB: Pers Tak Harus Jadi Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh

Kamis, 10 September 2026 - 08:20 WIB

Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid-19, di Mana Tanggung Jawab Negara?

Berita Terbaru

Suasana kunjungan tiga perempuan yang mewakili kekuatan eksekutif, kebudayaan, dan legislatif NTB ke Art Gallery of South Australia (AGSA), Adelaide, pada 11–12 September 2026.

Internasional

Dari Adelaide, Tiga Srikandi NTB Bawa Kekayaan Budaya Mendunia

Senin, 14 Sep 2026 - 13:09 WIB