Gubernur Iqbal Gerak Cepat, Pasien Kritis Asal Sumbawa Akhirnya Dirujuk ke RSUD NTB

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasien kritis asal Sumbawa yang dirujuk ke RSUD Provinsi NTB.

Pasien kritis asal Sumbawa yang dirujuk ke RSUD Provinsi NTB.

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID — Dalam situasi darurat, kecepatan dan ketegasan menjadi kunci. Itulah yang ditunjukkan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, saat menerima laporan tentang seorang pasien dalam kondisi kritis asal Kabupaten Sumbawa yang terkendala proses rujukan akibat persoalan biaya dan administrasi.

Pasien tersebut sebelumnya menjalani perawatan selama lima hari di salah satu rumah sakit di Sumbawa. Berdasarkan evaluasi medis, ia membutuhkan penanganan lanjutan di rumah sakit tipe A di Mataram. Namun proses rujukan sempat terhambat karena adanya tunggakan administrasi serta biaya operasional rujukan yang belum dapat dipenuhi pihak keluarga.

Baca Juga :  Wabup Lotim: Pemangkasan Anggaran Bukan Alasan untuk Panik, Program Rakyat Tetap Jalan

Kendala semakin kompleks karena kepesertaan BPJS Kesehatan pasien tidak dapat langsung digunakan. Persoalan regulasi terkait kronologi kejadian membuat klaim penjaminan tidak bisa diproses sebagaimana mestinya.

Mendapatkan laporan tersebut, Gubernur Iqbal langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk memastikan keselamatan pasien menjadi prioritas utama.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB turun tangan menyelesaikan kewajiban administrasi di rumah sakit asal, memfasilitasi proses rujukan, sekaligus menanggung biaya ambulans medis menuju Mataram.

Tak berhenti di situ, keluarga pasien juga difasilitasi rumah singgah selama masa perawatan di Mataram, sehingga tidak terbebani biaya tambahan di tengah situasi sulit.

Baca Juga :  Tips #Cari_Aman Mengatasi Ban Selip, Berkendara Aman Bersama Honda

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Persoalan administratif tidak boleh menghambat penanganan medis,” tegas Gubernur Iqbal dalam koordinasi penanganan kasus tersebut.

Saat ini, pasien telah tiba di RSUD Provinsi NTB dan menjalani perawatan intensif sesuai standar medis yang berlaku. Pihak rumah sakit diminta memberikan layanan optimal demi memastikan kondisi pasien dapat segera tertangani dengan baik.

Langkah cepat ini menegaskan komitmen Pemprov NTB untuk hadir secara nyata dan responsif dalam situasi darurat. Di tengah berbagai tantangan birokrasi dan regulasi, keselamatan warga tetap menjadi panglima.(Sid)

Berita Terkait

Polisi Evakuasi Pria Terjatuh dari Jembatan Perbatasan Pancor-Sekarteja, Korban Kritis di RSUD Selong
Peringati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-62, Bank NTB Syariah Tanam Mangrove di Kawasan Ekowisata Paremas
IGPR Summit 2026 Perkuat Komunikasi Publik, Humas Pemerintah Diminta Jadi Penangkal Disinformasi
Gubernur Iqbal Gendong Bayi Hidrosefalus di Lombok Tengah, Soroti Lonjakan 15 Kasus di NTB
TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta
Bupati Lombok Timur: Tanpa Dokter, Pembangunan Daerah Tak Akan Pernah Maju
Pemkab Lotim Percepat Penyempurnaan DTSEN, Pastikan Bansos Tepat Sasaran untuk Warga Miskin
Ratusan Investasi di NTB Tertahan, Gubernur Iqbal Percepat Revisi RTRW Berbasis Mitigasi Bencana

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:04 WIB

Polisi Evakuasi Pria Terjatuh dari Jembatan Perbatasan Pancor-Sekarteja, Korban Kritis di RSUD Selong

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:11 WIB

Peringati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-62, Bank NTB Syariah Tanam Mangrove di Kawasan Ekowisata Paremas

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:09 WIB

IGPR Summit 2026 Perkuat Komunikasi Publik, Humas Pemerintah Diminta Jadi Penangkal Disinformasi

Senin, 27 Juli 2026 - 14:02 WIB

Gubernur Iqbal Gendong Bayi Hidrosefalus di Lombok Tengah, Soroti Lonjakan 15 Kasus di NTB

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:05 WIB

TRC Infrastruktur NTB Bergerak Cepat, Jalan Kediri-Kuripan yang Lama Rusak Mulai Diperbaiki dengan Anggaran Rp700 Juta

Berita Terbaru