MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Menyambut momentum arus mudik dan balik Lebaran 2026, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) mengambil langkah sigap dengan mengerahkan personel ke berbagai pelabuhan strategis di wilayah NTB.
Langkah ini menjadi bagian dari pelaksanaan Operasi Ketupat Rinjani 2026, yang difokuskan pada pengamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya di jalur transportasi laut.
Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Pol Boyke F. S. Samola, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa Ditpolairud tergabung dalam Satgas 7 Banops yang berperan memberikan dukungan operasional dalam menjaga stabilitas keamanan selama periode Lebaran.
Sejumlah pelabuhan utama menjadi titik pengamanan, antara lain Pelabuhan Lembar, Gili Mas, Kayangan, Poto Tano, hingga Bima dan Sape. Tak hanya itu, pengawasan juga menjangkau pelabuhan rakyat di kawasan pesisir yang kerap menjadi jalur alternatif masyarakat.
“Keberadaan personel di lapangan bertujuan memastikan seluruh aktivitas penyeberangan berjalan aman, tertib, dan lancar,” jelas Kombes Pol Boyke.
Dalam pelaksanaannya, Ditpolairud turut didukung armada Kapal Polisi serta sinergi dengan Satpolairud Polres jajaran Polda NTB. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengamanan yang responsif dan terintegrasi.
Tak hanya fokus pada pengamanan, petugas juga aktif melakukan pemantauan situasi, berkoordinasi lintas instansi, serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan laut.
Dengan pendekatan yang humanis dan profesional, Operasi Ketupat Rinjani 2026 diharapkan mampu menghadirkan rasa aman sekaligus pengalaman perjalanan yang nyaman bagi masyarakat selama momen Lebaran.(Sid)

















