Mendes PDT Yandri Tegaskan 20 Persen Dana Desa Untuk Ketahanan Pangan

- Jurnalis

Minggu, 29 Desember 2024 - 07:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Rakor Terbatas Bidang Pangan, di Mahan Agung, di Kota Bandar Lampung, Sabtu (28/12/2024).

Suasana Rakor Terbatas Bidang Pangan, di Mahan Agung, di Kota Bandar Lampung, Sabtu (28/12/2024).

LAMPUNG, LOMBOKTODAY.ID – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto menegaskan bahwa serendahnya 20 persen Dana Desa (DD) itu nantinya akan dialokasikan untuk Ketahanan Pangan.

Guna mewujudkan hal itu, maka Mendes PDT Yandri pun telah menandatangani Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 2 Tahun 2025 yang mencantumkan terkait alokasi DD serendahnya 20 persen untuk Ketahanan Pangan.

‘’Jadi, alokasi ini serendah-serendahnya 20 persen Dana Desa untuk Ketahanan Pangan dan ini bisa lebih jika desa tersebut miliki potensi pertanian,’’ kata Mendes PDT, Yandri Susanto dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Terbatas Bidang Pangan, di Mahan Agung, di Kota Bandar Lampung, Sabtu (28/12/2024).

Dalam Rakor yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan itu, Mendes PDT Yandri menjelaskan, Permendes ini bakal dijabarkan lebih detail lagi sebagai Petunjuk Teknis (Juknis). ‘’Kami bakal Rapat Paripurna lengkap untuk membahas penyusunan modul untuk desa tematik seperti Desa Padi, Desa Cabe, Desa Melon, Desa Jagung dan sebagainya,’’ jelas Mantan Wakil Ketua MPR ini.

Baca Juga :  Sekda NTB Tegaskan ASN Bukan Sekadar Bekerja, Tapi Mengabdi untuk Masyarakat

Selanjutnya, Mendes PDT Yandri bakal manggandeng Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk berkolaborasi dalam menyosialisasikan Modul Desa Tematik ini ke Kepala Daerah dan Kepala Desa guna memastikan 20 Persen Dana Desa (DD) untuk Ketahanan Pangan.

Hal tersebut dilakukan, lanjut Mendes PDT Yandri, untuk memastikan jika Dana Desa (DD) itu tetap sasaran dan dirasakan langsung oleh warga desa. Mendes PDT Yandri juga menegaskan jika pihaknya sudah bekerja sama dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) guna maksimalkan penyaluran Dana Desa (DD). ‘’Termasuk Dana Desa bisa dikelola BUMDes hingga miliki modal dan semakin berkembang hingga bisa menurunkan angka kemiskinan di desa,’’ ucap Mendes PDT Yandri.

Mendes PDT Yandri meyakini jika seluruh desa bersatu dan fokus untuk Ketahanan Pangan sesuai Desa Tematik, maka Swasembada Pangan bisa diwujudkan sesuai target tahun 2027. Mendes PDT Yandri mengundang Menko Pangan untuk hadir dalam Kick Off Desa Tematik di Kabupaten Subang, Jawa Barat bersama Mabes Polri dan Kementerian Pertanian (Kementan). ‘’Momen itu juga kami merilis Festival Bangun Desa se-Indonesia yang puncak pelaksanaannya Bulan Agustus 2025 mendatang,’’ ujar Mendes PDT Yandri.

Baca Juga :  Astra Motor NTB, Satlantas Polres Lobar dan Jasa Raharja NTB Apresiasi Pengendara Tertib

Sementara itu, Menko Pangan, Zulkifli Hasan menjelaskan, Rakor ini membahas Swasembada Pangan yang semula ditargetkan 2029, namun dimajukan menjadi 2027. Menteri yang akrab disapa Zulhas ini mengatakan, Swasembada Pangan merupakan program prioritas yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. ‘’Kami sudah putuskan tahun 2025 tidak lagi impor beras, garam, jagung, dan gula untuk konsumsi,’’ kata Zulhas.

Zulhas memaparkan, untuk menggenjot Swasembada Pangan diperlukan optimalisasi fasilitas penunjang yang ada seperti irigasi. ‘’Ada dua juta lahan Tadah Hujan yang akan kita bangun irigasinya,’’ kata Ketua Umum DPP PAN ini.

Turut mendampingi Mendes PDT Yandri, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Samsul Widodo. Sementara itu, ada juga anggota Kabinet Merah Putih yang hadir seperti Menteri Perdagangan, Budi Santoso; Wakil Mendagri, Bima Arya; dan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan.(arz)

Berita Terkait

ASLIPAY Hadir untuk Warga ASLI, Bukan Sekadar Aplikasi Transaksi: Ada Perlindungan hingga Marketplace UMKM
Gubernur NTB Pesan Peserta Magang di Jepang: Jangan Cuma Cari Gaji, Bangun Komitmen dan Aset
Tak Dapat Bansos? Wabup Lombok Timur Tegas Minta Warga Isi Data Sendiri
Tak Dapat Pensiun, 4.000 Marbot dan Guru Ngaji di Lombok Timur Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan
60 Tahun KAHMI, Dari Simposium Nasional hingga Desakan Agar Kedaulatan Bangsa Tak Berhenti di Atas Kertas
Honda CT125 Tampil Makin Ikonik, Warna Baru Matte Fresco Brown Bikin Motor Trekking Ini Makin Berkarakter
Bukan Sekadar Jago AI, Anak Muda di Samsung Solve for Tomorrow 2026 Belajar Menemukan Masalah yang Tepat untuk Diselesaikan
Dana Transfer Pusat Bertambah, Lombok Timur Alokasikan Rp71 Miliar untuk Infrastruktur Jalan

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:07 WIB

ASLIPAY Hadir untuk Warga ASLI, Bukan Sekadar Aplikasi Transaksi: Ada Perlindungan hingga Marketplace UMKM

Senin, 14 September 2026 - 15:34 WIB

Gubernur NTB Pesan Peserta Magang di Jepang: Jangan Cuma Cari Gaji, Bangun Komitmen dan Aset

Sabtu, 12 September 2026 - 07:06 WIB

Tak Dapat Bansos? Wabup Lombok Timur Tegas Minta Warga Isi Data Sendiri

Sabtu, 12 September 2026 - 06:01 WIB

Tak Dapat Pensiun, 4.000 Marbot dan Guru Ngaji di Lombok Timur Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Jumat, 11 September 2026 - 19:05 WIB

60 Tahun KAHMI, Dari Simposium Nasional hingga Desakan Agar Kedaulatan Bangsa Tak Berhenti di Atas Kertas

Berita Terbaru

Suasana kunjungan tiga perempuan yang mewakili kekuatan eksekutif, kebudayaan, dan legislatif NTB ke Art Gallery of South Australia (AGSA), Adelaide, pada 11–12 September 2026.

Internasional

Dari Adelaide, Tiga Srikandi NTB Bawa Kekayaan Budaya Mendunia

Senin, 14 Sep 2026 - 13:09 WIB