Senator Mirah Midadan Minta Menteri PKP RI Beri Atensi Perumahan di NTB

- Jurnalis

Senin, 9 Desember 2024 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senator Mirah Midadan Fahmid saat berjabat tangan dengan Menteri PKP RI, Maruarar Sirait.

Senator Mirah Midadan Fahmid saat berjabat tangan dengan Menteri PKP RI, Maruarar Sirait.

JAKARTA, LOMBOKTODAY.ID – Dalam pertemuan dengan Menteri PKP RI (Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia), Maruarar Sirait, Senator Mirah Midadan Fahmid dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyoroti kebutuhan mendesak terhadap perumahan layak huni di NTB.

Senator Mirah Midadan menyampaikan data backlog perumahan nasional tahun 2023 yang masih berada di atas 12,7%, meningkat dibandingkan tahun lalu. Kondisi ini mencerminkan tantangan besar, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang didominasi oleh sektor informal.

‘’Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, NTB menghadapi backlog sebanyak 306.305 unit rumah. Selain itu, sekitar 549 ribu unit rumah di provinsi ini masuk dalam kategori tidak layak huni, tentu ini harus jadi atensi,’’ kata Mirah Midadan yang juga Anggota Komite II DPD RI ini.

Baca Juga :  Insya Allah Berakhir Husnul Khotimah, Pj Bupati Lotim Sanjung Kinerja Birokrat

Sementara itu, kebutuhan rumah untuk keluarga baru diproyeksikan mencapai 121 ribu unit. Senator Mirah Midadan menegaskan bahwa situasi ini menjadi tantangan besar yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah pusat.

Senator Mirah Midadan juga menyoroti potensi NTB sebagai wilayah yang rentan terhadap bencana alam. Di mana, letak geografis provinsi ini membuatnya berisiko tinggi terhadap gempa bumi dan bencana lain. Oleh karena itu, kebutuhan akan perumahan tangguh bencana menjadi hal yang mendesak.

‘’Rumah tangguh bencana harus menjadi prioritas. Jangan sampai kita hanya bertindak reaktif setelah bencana terjadi. Rumah tersebut harus dirancang tidak hanya untuk ketahanan fisik, tetapi juga mendukung kebutuhan sosial dan psikologis penghuninya,’’ ujar Senator Mirah Midadan.

Saat ini, alokasi anggaran tanggap bencana dalam APBD kabupaten/kota dan provinsi di NTB masih minim. ‘’Saya meminta pemerintah pusat untuk memberikan intervensi lebih besar dalam membangun infrastruktur perumahan yang tahan bencana. Langkah ini penting untuk melindungi masyarakat sekaligus mendorong pemerataan pembangunan, terutama di NTB,’’ ungkap Mirah Midadan.

Baca Juga :  Sambut Pidato Presiden Prabowo, Tamsil Linrung Bilang Obligasi Daerah Opsi Manjur Solusi Pembiayaan Pembangunan

Dalam dialog dengan Menteri PKP RI, Senator Mirah Midadan menggarisbawahi pentingnya peran pemerintah pusat dalam mengatasi backlog dan membangun rumah tangguh bencana. Senator Mirah Midadan berharap adanya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat untuk mewujudkan perumahan layak huni bagi masyarakat NTB.

‘’NTB membutuhkan dukungan kebijakan dan alokasi anggaran dari pemerintah pusat untuk menjawab tantangan backlog perumahan dan meningkatkan akses masyarakat terhadap hunian layak. Terutama bagi pekerja sektor informal yang menjadi kelompok paling terdampak,’’ jelas Mirah Midadan.(arz)

Berita Terkait

Ribuan Pengurus APKLI Bakal Padati Jakarta, Saiful Chaniago Tegaskan Misi Besar Ekonomi Rakyat
Polda Metro Jaya Bongkar Impor Ilegal 49,85 Ton Kacang Tanah, Dokumen Tak Lengkap
60 Tahun KAHMI, Dari Simposium Nasional hingga Desakan Agar Kedaulatan Bangsa Tak Berhenti di Atas Kertas
Bukan Sekadar Jago AI, Anak Muda di Samsung Solve for Tomorrow 2026 Belajar Menemukan Masalah yang Tepat untuk Diselesaikan
PKB Beri Sinyal Dukung Gugatan Super Indonesia, UUD 1945 Asli Kembali Dibahas di DPR
Menjaga PLN Energi Gas, Menjaga Transisi Energi yang Terjangkau
JAMIRA dan LIN Teken MoU, Perkuat Media, Investigasi dan Informasi Publik
PLN Energi Gas Mengalirkan Energi untuk Masa Depan Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 07:04 WIB

Ribuan Pengurus APKLI Bakal Padati Jakarta, Saiful Chaniago Tegaskan Misi Besar Ekonomi Rakyat

Rabu, 16 September 2026 - 12:02 WIB

Polda Metro Jaya Bongkar Impor Ilegal 49,85 Ton Kacang Tanah, Dokumen Tak Lengkap

Jumat, 11 September 2026 - 19:05 WIB

60 Tahun KAHMI, Dari Simposium Nasional hingga Desakan Agar Kedaulatan Bangsa Tak Berhenti di Atas Kertas

Kamis, 10 September 2026 - 05:07 WIB

Bukan Sekadar Jago AI, Anak Muda di Samsung Solve for Tomorrow 2026 Belajar Menemukan Masalah yang Tepat untuk Diselesaikan

Senin, 7 September 2026 - 17:06 WIB

PKB Beri Sinyal Dukung Gugatan Super Indonesia, UUD 1945 Asli Kembali Dibahas di DPR

Berita Terbaru