Membawa Inovasi AI Lebih Dekat ke Semua Orang

- Jurnalis

Selasa, 6 Mei 2025 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, LOMBOKTODAY.ID – Bayangkan dunia di mana Anda bisa menemukan informasi hanya dengan melingkari gambar di layar ponsel. Atau menghapus objek yang mengganggu dari foto liburan hanya dengan satu sentuhan. Dunia itu bukan masa depan jauh—melainkan kenyataan hari ini, berkat kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) di genggaman kita.

Beberapa tahun terakhir, Presiden Samsung Electronics Indonesia, Harry Lee, pada Minggu (4/5/2025) menyatakan, bahwa pihaknya menyaksikan AI berkembang begitu cepat di industri smartphone.

Teknologi ini bukan lagi hanya milik ilmuwan atau perusahaan besar. AI kini hadir di tangan jutaan orang, membantu mereka bekerja lebih efisien, berkreasi lebih bebas, dan berinteraksi lebih mudah.

“Kami di Samsung menyaksikan langsung transformasi ini. Saat meluncurkan fitur Circle to Search with Google di Galaxy S24 Series, kami melihat antusiasme luar biasa. Bayangkan, cukup dengan melingkari objek di layar, pengguna bisa langsung mendapatkan informasi. Dalam beberapa bulan pertama saja, fitur ini digunakan oleh 92 persen pengguna. Bukan sekadar angka, ini adalah bukti bahwa masyarakat menginginkan teknologi yang praktis, cepat, dan relevan,” katanya.

Namun, tak semua orang punya akses ke teknologi seperti itu. Di masa lalu, fitur AI hanya ada di perangkat premium yang tak semua orang mampu miliki.

Baca Juga :  Setelah ‘’Tidur’’ Tiga Tahun, Bupati Lotim Launching Kembali Air Minum Asel

“Inilah paradigma yang kami ingin ubah. Melalui Galaxy A56 5G, Galaxy A36 5G, dan Galaxy A26 5G—kami membawa teknologi AI ke lebih banyak kalangan. Ini bukan hanya soal penjualan, tapi komitmen untuk mengurangi kesenjangan digital dan membuka peluang lebih luas,” ungkapnya.

Generasi muda, terutama Gen Z, kata Harry Lee, jadi aktor utama dalam gelombang adopsi AI. Teknologi AI di smartphone tidak lagi sebatas produktivitas, kini menjadi pendorong kreativitas, khususnya bagi generasi muda yang sangat aktif di media sosial.

Melalui fitur seperti Best Face dan Auto Trim yang kini hadir di Galaxy A56 5G, serta fitur Object Eraser yang sudah tersedia di Galaxy A56 5G, Galaxy A36 5G, dan Galaxy A26 5G, Samsung memberikan solusi cerdas yang memungkinkan pengguna mengekspresikan diri dengan lebih praktis dan cepat, tanpa memerlukan perangkat lunak tambahan.

Ini adalah bentuk nyata bagaimana teknologi kami mendukung gaya hidup digital yang serba dinamis dan ekspresif. Tapi inovasi tidak hanya soal fitur.

“Bagi kami, inovasi sejati adalah memahami apa yang benar-benar dibutuhkan pengguna. Riset dan pengembangan AI kami berfokus pada kehidupan sehari-hari: bagaimana teknologi bisa memperlancar multitasking, menghemat daya baterai, hingga bermain game dan produktivitas jadi lebih nyaman,” ujarnya.

Baca Juga :  Bank Mandiri Region XI/Bali dan Nusa Tenggara Salurkan 38 Hewan Kurban, Bagian dari Semangat Berbagi Kebaikan ke Seantero Negeri

Pihaknya sadar, pendekatan lokal itu penting. Di Indonesia, Samsung terus meningkatkan kandungan lokal dalam produknya. Tak hanya karena regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang mensyaratkan minimal 35 persen untuk perangkat 4G dan 5G, tapi karena percaya bahwa teknologi harus menjadi motor penggerak kemandirian industri nasional.

Hari ini, Galaxy A26 5G mencapai TKDN 40,3 persen. Galaxy A56 5G dan Galaxy A36 5G masing-masing 39,6 persen. Ini bukan sekadar memenuhi aturan, tapi upaya konkret untuk memperkuat ekosistem teknologi Indonesia.

Sejak 2015, pabrik Samsung di Cikarang berdiri menjadi bukti nyata komitmennya. Selain menciptakan lapangan kerja, pabrik ini mempercepat distribusi produk ke seluruh Indonesia tanpa bergantung pada pasokan luar negeri.

Keberadaan Samsung Research Institute Indonesia (SRIN) juga menjadi rumah bagi para talenta muda yang mengembangkan aplikasi lokal seperti Samsung Gift Indonesia (SGI), sebagai aplikasi penyedia berbagai free-gift bagi pengguna Samsung telah diunduh lebih dari 100 juta kali.

AI bukan lagi teknologi eksklusif. AI adalah alat untuk membuat hidup lebih mudah, menyenangkan, dan produktif. Dan pihaknya yakin, ketika teknologi dikembangkan dengan pemahaman mendalam terhadap pengguna, ia bisa menjadi kekuatan transformatif yang merata bukan hanya untuk sebagian orang, tapi untuk semua.(arz)

Berita Terkait

ASLIPAY Hadir untuk Warga ASLI, Bukan Sekadar Aplikasi Transaksi: Ada Perlindungan hingga Marketplace UMKM
Gubernur NTB Pesan Peserta Magang di Jepang: Jangan Cuma Cari Gaji, Bangun Komitmen dan Aset
Tak Dapat Bansos? Wabup Lombok Timur Tegas Minta Warga Isi Data Sendiri
Tak Dapat Pensiun, 4.000 Marbot dan Guru Ngaji di Lombok Timur Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan
60 Tahun KAHMI, Dari Simposium Nasional hingga Desakan Agar Kedaulatan Bangsa Tak Berhenti di Atas Kertas
Honda CT125 Tampil Makin Ikonik, Warna Baru Matte Fresco Brown Bikin Motor Trekking Ini Makin Berkarakter
Bukan Sekadar Jago AI, Anak Muda di Samsung Solve for Tomorrow 2026 Belajar Menemukan Masalah yang Tepat untuk Diselesaikan
Dana Transfer Pusat Bertambah, Lombok Timur Alokasikan Rp71 Miliar untuk Infrastruktur Jalan

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:07 WIB

ASLIPAY Hadir untuk Warga ASLI, Bukan Sekadar Aplikasi Transaksi: Ada Perlindungan hingga Marketplace UMKM

Senin, 14 September 2026 - 15:34 WIB

Gubernur NTB Pesan Peserta Magang di Jepang: Jangan Cuma Cari Gaji, Bangun Komitmen dan Aset

Sabtu, 12 September 2026 - 07:06 WIB

Tak Dapat Bansos? Wabup Lombok Timur Tegas Minta Warga Isi Data Sendiri

Sabtu, 12 September 2026 - 06:01 WIB

Tak Dapat Pensiun, 4.000 Marbot dan Guru Ngaji di Lombok Timur Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Jumat, 11 September 2026 - 19:05 WIB

60 Tahun KAHMI, Dari Simposium Nasional hingga Desakan Agar Kedaulatan Bangsa Tak Berhenti di Atas Kertas

Berita Terbaru

Suasana kunjungan tiga perempuan yang mewakili kekuatan eksekutif, kebudayaan, dan legislatif NTB ke Art Gallery of South Australia (AGSA), Adelaide, pada 11–12 September 2026.

Internasional

Dari Adelaide, Tiga Srikandi NTB Bawa Kekayaan Budaya Mendunia

Senin, 14 Sep 2026 - 13:09 WIB