Ditreskrimsus Polda NTB Diminta Lakukan Penyelidikan Dugaan Permainan Pengadaan Alat Kedokteran di RS Mandalika

- Jurnalis

Jumat, 15 Agustus 2025 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIM NTB saat hearing bersama pejabat di Ditreskrimsus Polda NTB.

BIM NTB saat hearing bersama pejabat di Ditreskrimsus Polda NTB.

MATARAM, LOMBOKTODAY.IDDirektorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB diminta untuk melakukan penyelidikan terhadap dugaan adanya permainan dalam proses pengadaan alat kedokteran di Rumah Sakit (RS) Mandalika. Permintaan untuk melakukan penyelidikan itu disampaikan Badan Intelijen Mahasiswa (BIM) NTB saat menggelar hearing ke Ditreskrimsus Polda NTB, Jumat (15/8/2025).

Pembina BIM NTB, Rusdan Ebit mengatakan, bahwa pihaknya menduga adanya permainan dalam proses pengadaan alat kedokteran di RS Mandalika pada tahun 2024. Karena berdasarkan hasil investigasi, terdapat indikasi proses pemilihan pemenang penyedia barang/jasa diduga diatur oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sejak awal, sehingga tidak ada proses persaingan sehat.

Selain itu, BIM NTB juga menduga penggelembungan biaya ongkos kirim yang mencapai ratusan juta rupiah, yang seharusnya menjadi tanggung jawab penyedia barang sesuai aturan LKPP. “Pembayaran ongkos kirim ini kami duga tidak sesuai ketentuan dan berpotensi merugikan keuangan negara,” ujar Rusdan Ebit yang selaku menyoroti kasus dugaan ini.

Baca Juga :  Kapolsek Keruak Terjunkan Anggota Olah TKP Kasus Pembobolan Kios dan Pencurian HP di Sepit

Sementara itu, Ketua BIM NTB, Lalu Hamzah menilai, tidak hanya di RS Mandalika, tapi dugaan pelanggaran di RS Mata NTB, termasuk adanya indikasi malpraktek medis. Dalam kasus ini, sebut Lalu Hamzah, seorang dokter berpengalaman dinonaktifkan oleh dokter berinisial D, yang juga diduga terkait dengan dugaan intimidasi oleh pihak terdekatnya menggunakan alat tajam. “Ada dugaan intimidasi yang lakukan oleh seorang oknum,” ucap Lalu Hamzah saat ditemui di Polda NTB.

Lalu Hamzah menambahkan, bahwa dugaan penyimpangan dalam proses peningkatan kelas RS HL Manambai Abdulkadir Sumbawa, yang sebenarnya merupakan inisiatif baik dari Gubernur NTB, agar rumah sakit tersebut menjadi rumah sakit rujukan utama di Pulau Sumbawa.

Baca Juga :  Vicon Bersama Mendagri, Tito Karnavian: Mari Jaga Situasi Kondusif dan Damai

Dan nilai proyek peningkatan fasilitas ini mencapai hampir Rp43 miliar, namun diduga terdapat permainan spesifikasi barang yang tidak sesuai klasifikasi demi meningkatkan nilai keuntungan pihak rekanan. “Kasus semacam ini selain merugikan rakyat, juga mencederai niat baik Gubernur NTB yang ingin meningkatkan pelayanan kesehatan,” katanya.

Karena itu, Lalu Hamzah berharap agar hearing yang dilakukannya ini guna mendorong penegakan hukum yang transparan, serta memastikan seluruh pihak terkait, termasuk PPK, direksi rumah sakit, dan pihak penyedia barang, dapat dimintai keterangan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda NTB.(ham)

Berita Terkait

5 Terduga Pelaku Penganiayaan saat Eksekusi Lahan di Sumbawa Ditahan di Rutan Polda NTB, 2 Lainnya Masih Buron
Kejari Mataram Tetapkan Anggota DPRD Lobar sebagai Tersangka Korupsi Pokir 2024
Pencurian di Labuapi, Polisi Berhasil Tangkap Pelaku dan Amankan Barang Bukti
Kasus Penganiyaan WNA Amerika di Selong Belanak, Kedua Belah Pihak Akhirnya Berdamai
WNA Amerika Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Polisi Amankan Seorang Warga
Polres Lobar Ungkap Motif dan Tersangka Kasus Kematian Brigadir Esco
PWI NTB Dampingi Proses BAP Korban Intimidasi Wartawan di Polres Loteng
Tragis! Warga Kuripan Lobar Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar

Berita Terkait

Jumat, 14 November 2025 - 11:09 WIB

5 Terduga Pelaku Penganiayaan saat Eksekusi Lahan di Sumbawa Ditahan di Rutan Polda NTB, 2 Lainnya Masih Buron

Jumat, 14 November 2025 - 10:06 WIB

Kejari Mataram Tetapkan Anggota DPRD Lobar sebagai Tersangka Korupsi Pokir 2024

Senin, 27 Oktober 2025 - 14:05 WIB

Pencurian di Labuapi, Polisi Berhasil Tangkap Pelaku dan Amankan Barang Bukti

Rabu, 22 Oktober 2025 - 16:07 WIB

Kasus Penganiyaan WNA Amerika di Selong Belanak, Kedua Belah Pihak Akhirnya Berdamai

Senin, 20 Oktober 2025 - 14:03 WIB

WNA Amerika Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Polisi Amankan Seorang Warga

Berita Terbaru

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal (tengah) pose bersama Komisioner KPID NTB dan Kadis Kominfotik NTB, Yusron Hadi (kanan).

Umum

Gubernur Iqbal Ajak KPID Kawal Pembangunan NTB

Kamis, 27 Nov 2025 - 15:01 WIB