Wakil Ketua DPRD Lotim Waes Alqarni Bela 1.500 Honda Terancam di PHK

- Jurnalis

Selasa, 23 September 2025 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LOTIM, LOMBOKTODAY.ID – Pasca 11.029 tenaga Honorer Daerah (Honda) lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) dinyatakan lulus PPPK Paruh Waktu formasi 2025, tersisa 1.500 lebih yang kini nasibnya masih menggantung di antara langit dan bumi. Gantungannya mulai goyang-goyang bahkan bakal lucut.

Ribuan tenaga honorer yang disebut-sebut paling banyak masuk di era Bupati Sukiman Azmy itu, seakan menjadi dosa warisan yang harus ditanggung oleh Bupati sekarang. Kendati demikian, bukan tidak diupayakan oleh pemerintahan baru agar masuk di formasi PPPK, namun nama mereka belum terinput di database Badan Kepegawaian Nasional (BKN), sehingga tidak bisa diusulkan masuk formasi PPPK paruh waktu.

Belum lama ini, Wakil Bupati Lombok Timur (Wabup Lotim), HM Edwin Hadiwijaya menjelaskan, meski sudah terdata di tingkat kabupaten, namun karena masa pengabdian mereka belum genap dua tahun dan tidak mengikuti seleksi PPPK tahap kedua, aturan pusat tidak memberi ruang bagi mereka.

Baca Juga :  Gubernur Iqbal Berangkatkan 33 Jemaah Umrah sebagai Apresiasi Dedikasi Pekerja Layanan Publik

“Data mereka aman di daerah, tetapi regulasi pusat tidak memungkinkan. Karena itu, mereka tidak termasuk dalam 11.029 PPPK paruh waktu,” kata Wabup.

Dan Pemda, sambungnya, menyiapkan langkah antisipasi agar kelompok honorer ini tidak tersisih. “Namun, keputusan akhir tetap menunggu kebijakan pemerintah pusat,” imbuhnya.

Di sisi lain, salah seorang Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lotim, Waes Alqarni, SE memberikan statemen yang sedikit menyejukkan hati sisa para tenaga honorer yang tidak masuk formasi PPPK paruh waktu tahun ini dan terancam untuk dirumahkan.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut berjanji, pihak DPRD akan memperjuangkan honorer yang belum masuk database itu tetap mendapat kesempatan. “Tidak boleh ada PHK, kasihan mereka masalah gaji bisa kita pikirkan bersama, baik lewat APBD maupun mekanisme lain. Intinya, mereka tidak boleh dirumahkan,” tandas Waes Alqarni.

Baca Juga :  Mendes PDT Yandri Tegaskan 20 Persen Dana Desa Untuk Ketahanan Pangan

Anggota Dewan Lotim dua periode itu menambahkan, kuota 11.029 PPPK paruh waktu yang tersedia saat ini bukanlah angka final melainkan setiap tahun akan selalu ada formasi baru seiring dengan adanya pegawai yang pensiun.

“Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) bersama antara eksekutif dan legislatif untuk dicarikan solusinya,” kata pria kelahiran Desa Sepit itu seraya mengingatkan, di antara mereka (honorer terancam PHK, Red) banyak yang sudah punya anak-istri yang harus mereka hidupi.(Kml)

Berita Terkait

MotoGP Mandalika 2026: NTB Ingin Balapan Tak Sekadar Mendunia, tapi Berdampak ke Warga
Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati, Bidik Pengembangan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak
Honda Vario Evo Night Ride Ramaikan Malam Kota Mataram, 150 Riders Ikut City Rolling
Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak Bawa 243 Orang, 103 Penumpang Berhasil Dievakuasi
Gubernur NTB: Pers Tak Harus Jadi Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh
Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid-19, di Mana Tanggung Jawab Negara?
Bukan Sekadar Jago AI, Anak Muda di Samsung Solve for Tomorrow 2026 Belajar Menemukan Masalah yang Tepat untuk Diselesaikan
Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat ”Brotherhood” Lintas Generasi

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 12:06 WIB

MotoGP Mandalika 2026: NTB Ingin Balapan Tak Sekadar Mendunia, tapi Berdampak ke Warga

Minggu, 13 September 2026 - 13:09 WIB

Honda Vario Evo Night Ride Ramaikan Malam Kota Mataram, 150 Riders Ikut City Rolling

Minggu, 13 September 2026 - 07:06 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak Bawa 243 Orang, 103 Penumpang Berhasil Dievakuasi

Kamis, 10 September 2026 - 14:02 WIB

Gubernur NTB: Pers Tak Harus Jadi Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh

Kamis, 10 September 2026 - 08:20 WIB

Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid-19, di Mana Tanggung Jawab Negara?

Berita Terbaru

Suasana kunjungan tiga perempuan yang mewakili kekuatan eksekutif, kebudayaan, dan legislatif NTB ke Art Gallery of South Australia (AGSA), Adelaide, pada 11–12 September 2026.

Internasional

Dari Adelaide, Tiga Srikandi NTB Bawa Kekayaan Budaya Mendunia

Senin, 14 Sep 2026 - 13:09 WIB