AI, Bahasa, dan Cara Kita Berpikir: Ancaman atau Peluang?

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Elmi Halmawanti.

Elmi Halmawanti.

Oleh: Elmi Halmawanti │

Mahasiswa Program Studi Pendidikan bahasa Inggris, UNW Mataram, 2025
Tugas Akhir Mata Kuliah Psycholinguistics
Dosen Pengampu Mata Kuliah: M. Rajabul Gufron, S.Pd., M.A

PERKEMBANGAN kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan besar dalam cara manusia menggunakan bahasa. Teknologi seperti chatbot, penerjemah otomatis, dan asisten virtual kini banyak digunakan untuk menulis, berbicara, dan memahami informasi. Kehadiran AI tidak hanya mempermudah komunikasi, tetapi juga memengaruhi cara manusia berpikir dan memproses bahasa dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kajian psikolinguistik, bahasa dipandang sebagai hasil dari proses mental yang kompleks, melibatkan perencanaan ujaran, pemilihan kata, penyusunan struktur kalimat, hingga pemaknaan. Sebelum adanya AI, proses ini sepenuhnya bergantung pada kemampuan kognitif manusia. Namun, dengan bantuan AI, sebagian proses berbahasa tersebut dapat dilakukan secara instan oleh mesin. Hal ini menimbulkan pertanyaan penting mengenai dampak penggunaan AI terhadap cara manusia berpikir dan berbahasa.

Baca Juga :  Wakapolda NTB Ajak Taruna AAL Perkuat Sinergi TNI-Polri

Sebagian pihak memandang AI sebagai ancaman karena dapat menurunkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas bahasa manusia akibat ketergantungan berlebihan. Di sisi lain, AI juga dianggap sebagai peluang karena dapat membantu pembelajaran bahasa, mempercepat pengolahan ide, dan mendukung individu dengan kesulitan berbahasa. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk membahas peran AI dalam bahasa dan cara manusia berpikir dari perspektif psikolinguistik, serta menimbang apakah AI lebih berfungsi sebagai ancaman atau peluang.

AI memiliki kemampuan untuk memproses dan menghasilkan bahasa dengan cepat, sehingga memengaruhi kebiasaan manusia dalam berbahasa. Dalam konteks psikolinguistik, hal ini berkaitan dengan perubahan pada tahap perencanaan dan produksi bahasa. Manusia cenderung mengandalkan AI untuk menyusun kalimat atau memilih kosakata, yang dapat mengurangi keterlibatan proses kognitif secara mendalam.

Baca Juga :  Olimpiade Sosiologi Tingkat SLTA se-Bali Nusra di Mataram, MAN 1 Lotim Raih Juara

AI dapat menjadi ancaman apabila digunakan secara berlebihan tanpa disertai kesadaran kognitif, karena berpotensi melemahkan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian berbahasa. Namun, AI juga membuka peluang sebagai alat bantu yang mendukung pembelajaran bahasa, meningkatkan efisiensi komunikasi, serta membantu individu dengan gangguan bahasa. Dengan penggunaan yang tepat, AI dapat berperan sebagai pendukung, bukan pengganti, kemampuan berpikir manusia.

AI memiliki pengaruh yang signifikan terhadap bahasa dan cara manusia berpikir. Dari perspektif psikolinguistik, teknologi ini dapat menjadi ancaman maupun peluang, tergantung pada cara penggunaannya. AI sebaiknya dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk memperkaya proses berbahasa dan berpikir, bukan sebagai pengganti peran kognitif manusia. Dengan sikap kritis dan bijak, manusia tetap dapat mempertahankan kemampuan berpikir dan berbahasa di tengah perkembangan teknologi AI.(*)

Berita Terkait

AHM Tembus Ujung Timur Indonesia, Pendidikan Vokasi Berstandar Industri Hadir di Sorong
Astra Motor Campus Network Bekali Mahasiswa Unram Jurus Jitu Hadapi Interview Kerja
8 Tahun Pascagempa, Putri Victoria Saksikan Ketangguhan Lombok Utara dari Sekolah hingga Kesehatan
Gubernur Iqbal Dorong Pramuka NTB Jadi Pelopor Swasembada Pangan dari Desa hingga Sekolah
Lulusan SMK NTB Mulai Dibidik Kerja di Qatar, Gubernur Iqbal Buka Jalan ke Pasar Global
Perkuat Tridarma Perguruan Tinggi, PT Bank NTB Syariah dan Universitas Islam Al-Azhar Jalin Kerja Sama Strategis
Pemprov NTB Gandeng UMM, Fokus Tekan Kemiskinan hingga Perkuat Ketahanan Pangan
96 Mahasiswa Fakultas Geografi UGM Teliti Potensi dan Ancaman Wilayah Lombok Tengah dengan Teknologi Geospasial

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 14:01 WIB

AHM Tembus Ujung Timur Indonesia, Pendidikan Vokasi Berstandar Industri Hadir di Sorong

Minggu, 13 September 2026 - 14:02 WIB

Astra Motor Campus Network Bekali Mahasiswa Unram Jurus Jitu Hadapi Interview Kerja

Sabtu, 5 September 2026 - 15:02 WIB

8 Tahun Pascagempa, Putri Victoria Saksikan Ketangguhan Lombok Utara dari Sekolah hingga Kesehatan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Gubernur Iqbal Dorong Pramuka NTB Jadi Pelopor Swasembada Pangan dari Desa hingga Sekolah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:02 WIB

Lulusan SMK NTB Mulai Dibidik Kerja di Qatar, Gubernur Iqbal Buka Jalan ke Pasar Global

Berita Terbaru

Suasana kunjungan tiga perempuan yang mewakili kekuatan eksekutif, kebudayaan, dan legislatif NTB ke Art Gallery of South Australia (AGSA), Adelaide, pada 11–12 September 2026.

Internasional

Dari Adelaide, Tiga Srikandi NTB Bawa Kekayaan Budaya Mendunia

Senin, 14 Sep 2026 - 13:09 WIB