LOTENG, LOMBOKTODAY.ID – Sebanyak 96 mahasiswa Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh (KPJ), Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) diterjunkan ke berbagai wilayah di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk mengkaji potensi sekaligus berbagai tantangan kewilayahan melalui pendekatan geospasial.
Kegiatan yang dikemas dalam Kuliah Kerja Lapangan (KKL) III ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu kartografi, Sistem Informasi Geografis (SIG), dan penginderaan jauh secara langsung di lapangan.
Sebanyak 96 mahasiswa tersebut dibagi ke dalam 16 kelompok penelitian dengan tema kajian yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.
Beragam isu strategis menjadi fokus penelitian, mulai dari kualitas lingkungan permukiman, fenomena urban heat island, kesesuaian lahan pertanian, kesesuaian habitat burung gosong kaki merah, estimasi stok karbon mangrove, sedimentasi Waduk Batujai, hingga pemetaan kawasan rawan kekeringan dan longsor.
Seluruh penelitian dilakukan melalui integrasi survei lapangan dengan analisis berbasis teknologi geospasial. Pendekatan tersebut memungkinkan penyusunan informasi spasial yang lebih akurat, komprehensif, dan relevan sebagai dasar memahami kondisi wilayah secara menyeluruh.
Ketua Umum KKL III KPJ 2023, Adam Amirul Akbari, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi luaran akademik, tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Melalui penelitian ini, kami ingin menunjukkan bahwa data geospasial dapat membantu memahami karakteristik wilayah secara lebih menyeluruh,” ujar Adam dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa di lapangan menjadi pengalaman penting untuk mengasah kemampuan teknis, analisis, serta penerapan metode penelitian berbasis geospasial dalam menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat.
Lebih jauh, hasil penelitian tersebut diharapkan mampu menghadirkan gambaran yang lebih utuh mengenai karakteristik wilayah Lombok Tengah, sekaligus menjadi referensi bagi pemerintah, akademisi, maupun pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan kebijakan berbasis data.
Saat ini, seluruh tim penelitian tengah menyelesaikan tahap akhir penyusunan laporan. Sebagai bentuk diseminasi hasil kajian kepada publik, ringkasan dari masing-masing penelitian akan dipublikasikan secara bertahap melalui akun Instagram resmi @kpjugm2023.
Publikasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap informasi ilmiah mengenai potensi sumber daya, kondisi lingkungan, hingga berbagai isu kewilayahan di Kabupaten Lombok Tengah yang dikaji menggunakan pendekatan geospasial modern.(Sid)















