Gubernur Iqbal Dorong Pramuka NTB Jadi Pelopor Swasembada Pangan dari Desa hingga Sekolah

- Jurnalis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat memimpin Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kwarda NTB, di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Sabtu (29/8/2026).

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat memimpin Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kwarda NTB, di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Sabtu (29/8/2026).

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Gerakan Pramuka di Nusa Tenggara Barat (NTB) didorong untuk tidak berhenti sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda.

Di tengah agenda besar swasembada pangan nasional, organisasi kepanduan itu ditantang turun langsung ke lapangan dan menjadi motor penggerak kemandirian pangan dari tingkat desa, sekolah hingga komunitas.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat memimpin Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kwartir Daerah (Kwarda) NTB. di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Sabtu (29/8/2026).

Mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”, peringatan tahun ini menjadi momentum bagi Gerakan Pramuka untuk memperluas ruang pengabdiannya.

Menurut Gubernur Iqbal, tema tersebut bukan sekadar slogan. Tantangan ketahanan pangan yang dihadapi bangsa membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk generasi muda yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama Gerakan Pramuka.

Karena itu, ia meminta Pramuka bertransformasi menjadi organisasi yang semakin modern, profesional, sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan dan kedaulatan pangan.

“Pramuka jangan hanya hadir di tengah masyarakat ketika ada kegiatan seremonial. Pramuka harus hadir di lahan pertanian, lingkungan sekolah, desa, dan komunitas masyarakat,” tegas Gubernur Iqbal dalam amanatnya.

Gubernur Iqbal menilai NTB memiliki modal kuat untuk mengambil peran sebagai salah satu penyangga pangan nasional. Potensi tersebut terlihat dari produksi pertanian yang terus menunjukkan kinerja positif.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, luas panen padi di NTB mencapai 322,90 ribu hektare, dengan produksi mencapai 1,71 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Angka itu meningkat 17,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara produksi beras untuk konsumsi masyarakat tercatat mencapai 973,14 ribu ton.

Potensi tersebut, kata Gubernur Iqbal, seharusnya tidak hanya menjadi angka statistik. Bagi Gerakan Pramuka, besarnya potensi pangan NTB dapat menjadi ruang pengabdian baru yang diterjemahkan melalui kegiatan konkret di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Bahasa sebagai Alat Komunikasi dan Identitas Suatu Bangsa

Mulai dari Satuan Karya, Gugus Depan, hingga anggota Pramuka di tingkat akar rumput dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

Bentuknya pun tidak harus selalu besar. Pramuka dapat mengembangkan urban farming, kebun pangan sekolah, pemanfaatan lahan tidur, penghijauan, pengolahan pangan lokal, edukasi gizi, hingga kampanye mengurangi pemborosan pangan.

Menurut Gubernur Iqbal, kegiatan-kegiatan tersebut justru dapat menjadi cara sederhana untuk menerjemahkan nilai-nilai kepramukaan ke dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui aksi nyata ini, nilai-nilai Dasa Darma seperti disiplin, gotong royong, cinta alam, rela menolong, dan bertanggung jawab benar-benar diterjemahkan di lapangan,” ujarnya.

Gubernur Iqbal juga mengingatkan agar konsep swasembada pangan tidak dipersempit hanya pada kemampuan memenuhi kebutuhan beras.

Kemandirian pangan, menurut dia, harus dibangun melalui penguatan beragam komoditas dan sumber pangan lokal. NTB memiliki potensi pada berbagai sektor, mulai dari jagung, bawang merah, kedelai, hortikultura, peternakan hingga perikanan.

Keragaman tersebut perlu dikenalkan kepada generasi muda sejak dini. Pramuka dapat menjadi salah satu ruang pembelajaran yang membuat anak muda memahami bahwa pangan bukan sekadar sesuatu yang tersedia di meja makan.

Lebih dari itu, pangan berkaitan langsung dengan kemandirian, lingkungan, ekonomi masyarakat, hingga masa depan daerah.

“Pramuka harus menjadi sekolah kehidupan. Kita ingin anak-anak muda tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen, inovator, dan pelopor yang mandiri serta memiliki jiwa kewirausahaan,” kata Gubernur Iqbal.

Gagasan tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat kesiapan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Bagi Gubernur Iqbal, karakter seperti disiplin, kemandirian, kepedulian terhadap lingkungan, kemampuan bekerja sama, dan keberanian mengambil peran tidak cukup dibentuk melalui teori. Semua itu harus tumbuh dari pengalaman nyata.

Di sinilah Pramuka dinilai memiliki posisi strategis. Aktivitas di alam terbuka, kegiatan sosial, kerja kelompok, hingga pengabdian masyarakat dapat diarahkan untuk menjawab persoalan yang lebih konkret, termasuk tantangan pangan.

Baca Juga :  DPC PJS Belitung Resmi Dilantik, Dorong Kompetensi Wartawan

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kwarda, Kwartir Cabang, Kwartir Ranting, hingga Gugus Depan se-NTB yang selama ini terus bersinergi dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah.

Ia menilai kontribusi para anggota dan pembina Pramuka menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan kepanduan di NTB.

Pada upacara tersebut, Gubernur Iqbal bersama Wakil Gubernur (Wagub) NTB dan Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka turut menyerahkan sejumlah Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka kepada anggota dan pembina yang dinilai berjasa dalam pengabdian kepramukaan.

Lencana Melati diberikan kepada Gufranuddin. Sementara Lencana Darma Bakti diberikan kepada Lalu Firman Wijaya, Hendrayadi, dan Junaedi.

Selanjutnya, Lencana Karya Bakti diberikan kepada Jaka Agusta Pratama, Lencana Pancawarsa VI kepada Lalu Ahmadi, Lencana Pancawarsa IV kepada Didi Sumardi, serta Lencana Teladan kepada Winda Miranti.

Rangkaian peringatan kemudian dilanjutkan dengan peragaan keterampilan Pramuka dan foto bersama.

Bagi Gubernur Iqbal, memasuki usia ke-65 tahun bukan sekadar menandai panjangnya perjalanan Gerakan Pramuka. Momentum tersebut harus menjadi titik untuk memperluas makna pengabdian agar semakin relevan dengan kebutuhan zaman.

Swasembada pangan, menurutnya, tidak mungkin hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Kemandirian pangan juga harus tumbuh dari kebiasaan masyarakat untuk memproduksi, mengolah, menjaga, dan memanfaatkan sumber pangan secara berkelanjutan.

Dengan kekuatan generasi muda yang selama ini ditempa melalui disiplin, gotong royong, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap alam, Pramuka NTB dinilai memiliki modal untuk menjadi salah satu kekuatan terdepan dalam mewujudkan kemandirian pangan.

Dari lahan pertanian, kebun sekolah, desa hingga komunitas, gerakan itu dapat dimulai dari hal-hal sederhana.

Sebab, bagi Gubernur Iqbal, swasembada pangan bukan hanya tentang seberapa banyak pangan yang diproduksi hari ini, tetapi tentang seberapa kuat generasi berikutnya mampu memastikan pangan tetap tersedia untuk masa depan Indonesia.(Sid)

Berita Terkait

Lulusan SMK NTB Mulai Dibidik Kerja di Qatar, Gubernur Iqbal Buka Jalan ke Pasar Global
Perkuat Tridarma Perguruan Tinggi, PT Bank NTB Syariah dan Universitas Islam Al-Azhar Jalin Kerja Sama Strategis
Pemprov NTB Gandeng UMM, Fokus Tekan Kemiskinan hingga Perkuat Ketahanan Pangan
96 Mahasiswa Fakultas Geografi UGM Teliti Potensi dan Ancaman Wilayah Lombok Tengah dengan Teknologi Geospasial
Leadership Camp SMK Bina Putra Kemang ‘’Bangun Karakter dan Cinta Tanah Air’’, 800 Siswa Digembleng di Yonbekang Kostrad
MK Putuskan Anggaran Makan Bergizi Gratis Tak Boleh Lagi Ambil Porsi Dana Pendidikan, Berlaku Mulai APBN 2028
Wujud Sinergi dan Kepedulian Sosial, Bank Jatim Bersama Bank NTB Syariah dan IZI Salurkan Bantuan Kacamata Gratis bagi Pelajar di Jawa Timur
Temui Wapres Gibran, AJBI Perjuangkan Akses Beasiswa Lebih Luas bagi Generasi Muda Indonesia Timur

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Gubernur Iqbal Dorong Pramuka NTB Jadi Pelopor Swasembada Pangan dari Desa hingga Sekolah

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Perkuat Tridarma Perguruan Tinggi, PT Bank NTB Syariah dan Universitas Islam Al-Azhar Jalin Kerja Sama Strategis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:01 WIB

Pemprov NTB Gandeng UMM, Fokus Tekan Kemiskinan hingga Perkuat Ketahanan Pangan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:08 WIB

96 Mahasiswa Fakultas Geografi UGM Teliti Potensi dan Ancaman Wilayah Lombok Tengah dengan Teknologi Geospasial

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:01 WIB

Leadership Camp SMK Bina Putra Kemang ‘’Bangun Karakter dan Cinta Tanah Air’’, 800 Siswa Digembleng di Yonbekang Kostrad

Berita Terbaru

Suasana Musorprov XIII KONI NTB, di Hotel Lombok Raya, Mataram, Minggu (30/8/2026).

Olahraga

Musorprov KONI NTB 2026, Satukan Kekuatan Menuju PON 2028

Minggu, 30 Agu 2026 - 13:06 WIB