Belajar Bahasa Inggris di Sekolah, Mengapa Masih Belum Cukup?

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rifa Septiani.

Rifa Septiani.

Oleh: Rifa Septiani │

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, UNW Mataram, 2026
Tugas Akhir Mata Kuliah Psycholinguistics
Dosen Pengampu Mata Kuliah: M. Rajabul Gufron, S.Pd., M.A

APAKAH belajar bahasa inggris cukup di lingkungan sekolah saja ? Tentu saja tidak, selama bertahun tahun, Bahasa Inggris telah menjadi mata pelajaran wajib di sekolah. Namun kenyataannya banyak siswa masih kesulitan dalam memahami instruksi sederhana atau berbicara dengan percaya diri. Hal ini menunjukkan bahwa belajar Bahasa Inggris di sekolah saja belum cukup. Dari sudut pandang psikolinguistik, keterbatasan tersebut berkaitan dengan kurangnya input, minimnya praktik serta kondisi psikologis siswa yang menghambat proses pemerolehan bahasa.

Para ahli psikolinguistik seperti Rod Ellis menjelaskan bahwa pembelajaran bahasa kedua membutuhkan latihan berulang dan interaksi aktif. Begitupula dengan stephen krashen bahwa pemerolehan bahasa akan lebih efektif jika pelajar mendapatkan input yang cukup dan bermakna serta di gunakan dalam situasi nyata, hal ini sulit tercapai jika pembelajaran Bahasa Inggris hanya di lakukan di dalam kelas dengan waktu yang terbatas, maka dari itu pembelajaran di luar sekolah seperti kursus maupun lingkungan berbahasa dan media lainnya sangat membantu meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris siswa.

Berdasarkan pengalaman penulis, mengikuti kursus bahasa inggris memberikan dampak positif terhadap proses belajar di sekolah. Penulis merasa lebih mudah memahami materi yang di ajarkan sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Selain itu, kemampuan Bahasa Inggris yang meningkat membuat penulis lebih percaya diri dan sering menjadi tempat bertanya bagi teman teman di kelas. Pengalaman ini menunjukkan bahwa pembelajaran tambahan di luar sekolah khususnya melalui kursus Bahasa Inggris dapat membantu siswa lebih aktif dan nyaman dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah.

Baca Juga :  Wabup Umumkan Rencana Pendirian Sekolah Rakyat di Lotim

Kursus Bahasa Inggris menjadi salah satu alternatif pembelajaran di luar sekolah yang banyak di minati oleh siswa. Dari sudut pandang psikolinguistik, kursus memiliki kelebihan dalam menyediakan input bahasa yang lebih intens dan kesempatan praktik yang lebih luas. Meskipun kursus Bahasa Inggris memiki banyak kelebihan, tidak semua siswa dapat mengaksesnya karena faktor biaya dan keterbatasan fasilitas. Hal ini menyebabkan kesempatan belajar tambahan tidak merata di kalangan siswa, serta kualitas kursus yang beragam serta beban belajar tambahan dapat memengaruhi efektivitas pembelajaran.

Namun perkembangan media digital juga memengaruhi minat siswa untuk mengikuti kursus Bahasa Inggris. Kemudahan akses terhadap video pembelajaran dan aplikasi bahasa membuat sebagian siswa merasa bahwa belajar secara mandiri sudah cukup sehingga keikutsertaan dalam kursus di anggap tidak lagi terlalu penting.  Dari sudut pandang psikolinguistik, kemudahan akses media digital dapat menurunkan motivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran yang bersifat formal seperti kursus. Hal ini terjadi karena siswa merasa telah mendapatkan kesempatan output dan umpan balik yang memadai.

Meskipun media digital menawarkan kemudahan akses, pembelajaran bahasa melalui media digital memiliki keterbatasan seperti kurangnya interaksi langsung, umpan balik yang  tidak maksimal, serta potensi distraksi yang dapat menghambat proses pemerolehan bahasa, dengan media digital juga dapat menurunkan konsentrasi dan motivasi belajar karena akses yang mudah ke berbagai bentuk hiburan lain membuat perhatian siswa mudah teralihkan sehingga proses pemrosesan bahasa tidak berlangsung secara optimal.

Baca Juga :  Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Berlalu Lintas, SMAN 1 Praya Barat Gelar Safety Riding

Berdasarkan pembahasan yang telah di paparkan, pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah belum selalu mampu memenuhi seluruh kebutuhan belajar siswa. Oleh karena itu, keberadaan kursus dan pemanfaatan media digital dapat berperan sebagai alternatif pendukung pembelajaran. Kursus menawarkan pendampingan dan praktik yang lebih terarah, sementara media digital menyediakan akses tambahan terhadap materi pembelajaran. Pemanfaatan kedua bentuk pembelajaran tersebut perlu di sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi siswa agar dapat mendukung proses belajar Bahasa Inggris secara lebih optimal. Dengan demikian, pemenuhan kebutuhan belajar Bahasa Inggris memerlukan pemanfaatan berbagai sumber belajar. Selama dapat diakses dan digunakan secara tepat sesuai porsinya, kursus dan media digital dapat berperan sebagai pendukung pembelajaran Bahasa Inggris di luar konteks sekolah.

Implikasi dari pembahasan ini menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris sebaiknya tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga memperhatikan proses pemerolehan bahasa dari sudut pandang psikolinguitik. Melalui penyediaan input yang cukup, interaksi, serta umpan balik yang memadai, proses belajar Bahasa Inggris diharapkan dapat berlangsung lebih efektif dan bermakna bagi siswa.(*)

Berita Terkait

Global Scholarship Summit 2026 Bidik Sejuta Kesempatan Beasiswa untuk Talenta Indonesia
Gedung SDN 1 Jerowaru Mentereng, Kadis Dikbud Temukan Siswa Belum Bisa Membaca
Ahmad Al Farizi Harumkan UNW Mataram, Raih Most Innovative Idea di Future Leaders Summit
KKM MTs Jerowaru Gelar Persami Gabungan di Loang Gali, 150 Pramuka Penggalang Dilantik
Mendikdasmen Terima Audiensi Bank NTB Syariah, Bahas Penguatan Layanan Keuangan ASN Pendidikan
Aruna Senggigi Bawa Isu SDGs ke Kampus, Dorong Generasi Muda Siapkan Masa Depan Pariwisata Lombok
Police Goes to School di Bebuak, Kapolsek Kopang Tekankan Pentingnya Stop Bullying
Secangkir Kopi Sejuta Mimpi, Safety Riding Dikemas Interaktif di Universitas Gunung Rinjani

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Global Scholarship Summit 2026 Bidik Sejuta Kesempatan Beasiswa untuk Talenta Indonesia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Gedung SDN 1 Jerowaru Mentereng, Kadis Dikbud Temukan Siswa Belum Bisa Membaca

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Ahmad Al Farizi Harumkan UNW Mataram, Raih Most Innovative Idea di Future Leaders Summit

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:01 WIB

KKM MTs Jerowaru Gelar Persami Gabungan di Loang Gali, 150 Pramuka Penggalang Dilantik

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Mendikdasmen Terima Audiensi Bank NTB Syariah, Bahas Penguatan Layanan Keuangan ASN Pendidikan

Berita Terbaru