LOTIM, LOMBOKTODAY.ID – Himpunan Masyarakat Paer Lauq (HIMAPALA) menggelar rapat koordinasi akhir matangkan persiapan deklarasi, di STIT Palapa Nusantara, Kecamatan Keruak, Sabtu (24/1/2026).
Rapat tersebut membahas pemantapan konsep, teknis pelaksanaan, serta kesiapan lintas sektor menjelang deklarasi organisasi.
Rapat yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 14.00 Wita ini, dihadiri panitia, kepala desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan instansi terkait. Agenda utama rapat difokuskan pada penguncian keputusan strategis dan teknis agar pelaksanaan deklarasi berjalan tertib, aman, dan efektif.
Ketua Umum HIMAPALA, Prof. Said Agil Al Idrus menyatakan, bahwa deklarasi HIMAPALA merupakan momentum kelembagaan yang penting bagi masyarakat Paer Lauq.
Menurut Prof. Said Agil Al Idrus, HIMAPALA dibentuk sebagai wadah perjuangan yang lahir dari bawah untuk memetakan dan mengembangkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia wilayah selatan. ”HIMAPALA tidak dibentuk untuk menyaingi organisasi lain, tetapi sebagai ruang kolaborasi,” kata Said.
Ketua Panitia Deklarasi HIMAPALA, Dr. TGH. Muhamad Fikri menjelaskan, bahwa deklarasi akan disinergikan dengan event Bau Nyale guna mendorong partisipasi masyarakat.
Deklarasi formal dijadwalkan berlangsung pada 7 Februari 2026 pukul 14.00 Wita. Fokus persiapan saat ini meliputi aspek keamanan, konsumsi, serta pengaturan teknis lapangan.
Koordinator Divisi Acara, Amak Mila melaporkan, bahwa koordinasi pengamanan telah dilakukan dengan Polres Lombok Timur dan Satpol PP.
Dukungan teknis juga melibatkan BPBD, Puskesmas Jerowaru, serta penyedia sarana dan prasarana, termasuk panggung, videotron, dan sound system. Rangkaian kegiatan budaya dan hiburan rakyat turut disiapkan sebagai bagian dari acara.
Kepala Desa Seriwe, Hudayana, S.Pd dalam rapat tersebut menyoroti perlunya penyesuaian teknis dan perizinan, karena lokasi kegiatan berada di kawasan PT. TEMADA. Ia juga mengingatkan potensi kemacetan dan lonjakan pengunjung.
Menanggapi hal itu, rapat menyepakati lokasi kegiatan tetap di Tampah Bolek, Desa Seriwe, dengan penguatan pengaturan akses dan sanitasi.
Rapat koordinasi akhir ini menghasilkan sejumlah keputusan, di antaranya; penyebaran undangan resmi, pembentukan koordinator per kecamatan, serta kewajiban panitia untuk bersiaga di lokasi sejak H-2. Rapat ditutup dengan doa.
Panitia menyatakan seluruh aspek strategis, teknis, dan operasional telah dibahas dan memiliki solusi, sehingga persiapan Deklarasi HIMAPALA dinilai siap dilaksanakan.
Humas HIMAPALA, Eef Saifuddin menyarankan, panitia lokal tetap bersinergi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala desa dan camat, yang memang terlibat langsung dalam persiapan penyelenggaraan Deklarasi Akbar Himpunan Masyarakat Paer Lauq (HIMAPALA) ini.(ltn)

















