LOTIM, LOMBOKTODAY.ID – Sekda Lombok Timur (Lotim), HM Juaini Taofik menjadi bumper menemui massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Pariwisata Lombok Timur yang menggelar aksi pada Selasa (20/1/2026). Sekda Juaini bahkan mengajak massa aksi duduk lesehan dan berdialog singkat di halaman Kantor Bupati Lotim.
Pada kesempatan itu, Sekda Juaini menyampaikan pernyataan normatif bahwa pemerindah daerah (Pemda) secara terbuka menerima seluruh aspirasi baik berupa harapan maupun kritikan yang disampaikan para mahasiswa.
Secara garis besar Pemda, dalam hal ini Bupati Lombok Timur (Lotim), ungkap Sekda Juaini, telah memenuhi apa yang menjadi harapan para mahasiswa tersebut.
“Apa yang saya tangkap dari aspirasi adik-adik yang saya dengar tadi, memang belum semuanya dapat dipenuhi, namun sebenarnya sebagian besar sudah dipenuhi Bapak Bupati, tinggal menunggu eksekusi saja,” jelasnya.
Terhadap sorotan Aliansi terkait kontrak pengelolaan Sunrise Land Lombok (SLL), Sekda Juaini menyatakan bahwa pertanggung jawaban atau kewenangan ada di OPD terkait, dalam hal ini Dinas Pariwisata.
“Jadi ini tidak ada urusan pribadi antara Bapak H Haerul Warisin dengan kejadian yang kaitannya dengan SLL, semua ini murni dalam kebijakan formal,” jelasnya.
Sekda Juaini juga menegaskan bahwa Pemda tidak akan melakukan pembatasan terhadap lokasi wisata yang ada di Lombok Timur untuk dijadikan sebagai lokus penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Diharapkan dialog singkat tersebut dapat membuka pintu komunikasi yang semakin baik bagi semua pihak. Meski begitu, Sekda Juaini menyampaikan bahwa Pemda tetap membuka ruang dialog. “Kami persilakan, kalau adik besok lusa mau ke ruangan saya, ya silakan,” undang Sekda Juaini.(Kml)

















