Seni Mendengar yang Hilang

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 07:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uci Sulistiani.

Uci Sulistiani.

Oleh: Uci Sulistiani │

Mahasiswa Program Studi Pendidikan bahasa Inggris, UNW Mataram, 2025
Tugas Akhir Mata Kuliah Psycholinguistics
Dosen Pengampu Mata Kuliah: M. Rajabul Gufron, S.Pd., M.A

DI DUNIA yang makin sibuk ini, orang-orang lebih sering bicara, tapi makin jarang benar-benar mendengarkan. Media sosial, gadget, dan rutinitas sehari-hari bikin kita lebih fokus menumpahkan pikiran sendiri daripada berusaha paham orang lain. Akibatnya, kemampuan mendengar—yang seharusnya jadi landasan komunikasi antarmanusia—perlahan memudar. Banyak orang sekarang menganggap mendengar cuma aktivitas pasif, padahal sebenarnya, ini keterampilan penting yang sangat memengaruhi kualitas hubungan sosial dan kemanusiaan kita.

Mendengar itu bukan cuma soal telinga menangkap suara. Lebih dari itu, kita belajar memahami maksud, emosi, dan konteks di balik kata-kata orang lain. Tapi kenyataannya, banyak di antara kita mendengarkan hanya untuk membalas, bukan untuk mengerti. Dalam obrolan sehari-hari, sering kali orang sudah sibuk menyiapkan jawaban bahkan sebelum lawan bicaranya selesai ngomong. Jadi, perhatian kita lebih ke kepentingan sendiri, bukan ke apa yang sedang disampaikan.

Baca Juga :  Wisata Gili Nanggu Dihebohkan Penemuan Mayat, Polda NTB Selidiki Identitas Korban

Lunturya seni mendengar ini kerasa banget di rumah, sekolah, dan lingkungan sosial. Di sekolah, misalnya, murid-murid sering merasa pendapat atau keluhannya nggak didengar. Dalam pergaulan, kurangnya kemampuan mendengar bisa bikin salah paham, konflik, bahkan hubungan jadi renggang. Banyak orang akhirnya merasa diabaikan, nggak dihargai, dan memilih diam.

Teknologi juga ikut memperparah situasi. Percakapan langsung banyak tergantikan pesan singkat yang kering ekspresi dan empati. Notifikasi yang nggak berhenti bikin konsentrasi gampang buyar, jadi makin sulit buat mendengar dengan penuh perhatian. Padahal, kalau kita benar-benar mendengar, kita bisa nunjukin empati, menghargai perbedaan, dan membangun kepercayaan.

Baca Juga :  Empat Mahasiswa Magang Undana Bilang Tidak Ada Dampak Buruk Terhadap Aktivitas PLTP Ulumbu

Seni mendengar itu kemampuan dasar yang makin lama makin dilupakan, padahal sekarang justru makin penting. Mendengar dengan sungguh-sungguh bukan cuma bikin komunikasi jadi lebih baik, tapi juga mempererat hubungan dan bikin lingkungan lebih penuh empati. Kita perlu belajar lagi untuk benar-benar mendengar—nggak cuma dengan telinga, tapi juga dengan hati dan pikiran yang terbuka. Dengan menghidupkan lagi seni mendengar, kita bisa lebih memahami orang lain, dan jadi manusia yang lebih utuh.(*)

Berita Terkait

Wujud Sinergi dan Kepedulian Sosial, Bank Jatim Bersama Bank NTB Syariah dan IZI Salurkan Bantuan Kacamata Gratis bagi Pelajar di Jawa Timur
Temui Wapres Gibran, AJBI Perjuangkan Akses Beasiswa Lebih Luas bagi Generasi Muda Indonesia Timur
Ombudsman NTB Temukan Dugaan Alamat Fiktif pada SPMB SMA Jalur Domisili, Siswa yang Berhak Berpotensi Dirugikan
Pemprov NTB Gandeng Unram, 120 Profesor Siap Turun ke Desa Berdaya Entaskan Kemiskinan
Dikbud Lotim Keluarkan Edaran Larangan Sekolah Negeri Jual Seragam ke Siswa
Empat Tim Mahasiswa NTB Lolos Seleksi Regional Astra Honda SFL 2026, Siap Bersaing di Tahap Berikutnya
SMP 1 Masbagik Juara GSI 2026, Siap Wakili Kabupaten Lotim di Tingkat Provinsi NTB
Ironi Kampus: Ketika Ruang Kritik Tidak Lagi Memberi Ruang Bicara

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:07 WIB

Wujud Sinergi dan Kepedulian Sosial, Bank Jatim Bersama Bank NTB Syariah dan IZI Salurkan Bantuan Kacamata Gratis bagi Pelajar di Jawa Timur

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:01 WIB

Temui Wapres Gibran, AJBI Perjuangkan Akses Beasiswa Lebih Luas bagi Generasi Muda Indonesia Timur

Senin, 13 Juli 2026 - 13:05 WIB

Ombudsman NTB Temukan Dugaan Alamat Fiktif pada SPMB SMA Jalur Domisili, Siswa yang Berhak Berpotensi Dirugikan

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:03 WIB

Pemprov NTB Gandeng Unram, 120 Profesor Siap Turun ke Desa Berdaya Entaskan Kemiskinan

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:07 WIB

Dikbud Lotim Keluarkan Edaran Larangan Sekolah Negeri Jual Seragam ke Siswa

Berita Terbaru