Engine Brake di Turunan: Aman atau Malah Bahaya? Ini Cara Pakainya Biar Nggak Panik di Jalan

- Jurnalis

Kamis, 19 Februari 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pengendara sepeda motor saat melintasi jalan menurun.

Para pengendara sepeda motor saat melintasi jalan menurun.

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID — Jalan menurun sering jadi “ujian mental” bagi pengendara. Salah teknik sedikit saja, motor bisa meluncur terlalu cepat, rem panas, bahkan hilang kendali.

Karena itu, banyak rider mulai mengandalkan engine brake sebagai jurus tambahan menjaga stabilitas. Tapi… sebenarnya aman nggak sih pakai engine brake? Jawabannya: aman—asal tahu caranya.

Engine brake merupakan teknik pengereman yang memanfaatkan tahanan mesin untuk mengurangi laju kendaraan. Meski begitu, pengendara perlu memahami bahwa engine brake bukan pengganti rem utama, melainkan berfungsi untuk membantu mengurangi beban kerja sistem pengereman, khususnya pada kondisi jalan menurun atau saat membutuhkan perlambatan secara bertahap.

Cara aman menggunakan engine brake di jalan menurun, agar penggunaan engine brake lebih efektif dan aman, pengendara dapat mengikuti langkah berikut:

  1. Tutup putaran gas secara perlahan
  2. Kurangi tarikan gas untuk menurunkan laju kendaraan tanpa membuat motor kehilangan kendali secara tiba-tiba.
  3. Kurangi kecepatan menggunakan rem secara halus
  4. Gunakan rem depan dan belakang secara seimbang untuk menjaga stabilitas kendaraan
  5. Turunkan gigi perseneling secara bertahap sesuai kecepatan
    Contohnya:
    – Dari gigi 4 ke gigi 3 saat kecepatan di bawah 50–60 km/jam
    – Pindah ke gigi 2 saat kecepatan di bawah 30–40 km/jam
    – Lanjut menyesuaikan hingga kondisi kendaraan aman
    – Pegang stang kemudi dengan kuat dan stabil
    – Engine brake dapat menimbulkan perubahan kecepatan mendadak sehingga dapat mengganggu keseimbangan apabila pengendara tidak fokus.
Baca Juga :  Atlet Futsal Raih Emas di Thailand, Bukti SDM NTB Mendunia

Instruktur Safety Riding Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya menjelaskan, bahwa pengendara harus menghindari pengereman mendadak saat turunan karena berisiko menyebabkan rem panas (overheat) hingga kehilangan daya cengkeram.

Menurutnya, penggunaan engine brake yang tepat dapat membantu menjaga stabilitas kendaraan serta membuat pengereman lebih aman dan terkendali.

Selain itu, Satria juga menyarankan agar pengendara:
1. Tidak menarik kopling terlalu lama saat turunan karena motor akan meluncur bebas dan sulit dikendalikan
2. Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan untuk menghindari pengereman mendadak.
3. Gunakan posisi badan yang stabil agar keseimbangan kendaraan tetap terjaga.
4. Selalu fokus pada kondisi jalan, terutama saat turunan curam dan tikungan.
5. Engine brake yang dilakukan dengan benar akan membantu pengendara menjaga kendali kendaraan, meningkatkan keamanan, serta mengurangi risiko kerusakan pada sistem pengereman.

Baca Juga :  BKN Beri Lampu Hijau, 1.000 PPPK Paruh Waktu Lombok Timur Bakal Jadi Penuh Waktu pada 2027

Untuk meningkatkan kemampuan berkendara dan memahami teknik keselamatan seperti engine brake dengan lebih tepat, masyarakat dapat mengikuti edukasi dan pelatihan Safety Riding bersama Instruktur Safety Riding Astra Motor NTB.

Melalui pelatihan ini, pengendara akan mendapatkan pembekalan langsung mengenai teknik pengereman yang benar, kontrol kendaraan, hingga cara mengantisipasi bahaya di jalan.

Karena pada akhirnya, teknologi motor boleh makin canggih—tapi keselamatan tetap bergantung pada skill pengendaranya. Perjalanan yang baik bukan cuma sampai tujuan, tapi sampai dengan selamat.(amn)

Berita Terkait

MotoGP Mandalika 2026: NTB Ingin Balapan Tak Sekadar Mendunia, tapi Berdampak ke Warga
Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati, Bidik Pengembangan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak
Honda Vario Evo Night Ride Ramaikan Malam Kota Mataram, 150 Riders Ikut City Rolling
Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak Bawa 243 Orang, 103 Penumpang Berhasil Dievakuasi
Gubernur NTB: Pers Tak Harus Jadi Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh
Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid-19, di Mana Tanggung Jawab Negara?
Bukan Sekadar Jago AI, Anak Muda di Samsung Solve for Tomorrow 2026 Belajar Menemukan Masalah yang Tepat untuk Diselesaikan
Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat ”Brotherhood” Lintas Generasi

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 12:06 WIB

MotoGP Mandalika 2026: NTB Ingin Balapan Tak Sekadar Mendunia, tapi Berdampak ke Warga

Minggu, 13 September 2026 - 13:09 WIB

Honda Vario Evo Night Ride Ramaikan Malam Kota Mataram, 150 Riders Ikut City Rolling

Minggu, 13 September 2026 - 07:06 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak Bawa 243 Orang, 103 Penumpang Berhasil Dievakuasi

Kamis, 10 September 2026 - 14:02 WIB

Gubernur NTB: Pers Tak Harus Jadi Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh

Kamis, 10 September 2026 - 08:20 WIB

Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid-19, di Mana Tanggung Jawab Negara?

Berita Terbaru

Suasana kunjungan tiga perempuan yang mewakili kekuatan eksekutif, kebudayaan, dan legislatif NTB ke Art Gallery of South Australia (AGSA), Adelaide, pada 11–12 September 2026.

Internasional

Dari Adelaide, Tiga Srikandi NTB Bawa Kekayaan Budaya Mendunia

Senin, 14 Sep 2026 - 13:09 WIB