MATARAM, LOMBOKTODAY.ID — Dalam situasi darurat, kecepatan dan ketegasan menjadi kunci. Itulah yang ditunjukkan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, saat menerima laporan tentang seorang pasien dalam kondisi kritis asal Kabupaten Sumbawa yang terkendala proses rujukan akibat persoalan biaya dan administrasi.
Pasien tersebut sebelumnya menjalani perawatan selama lima hari di salah satu rumah sakit di Sumbawa. Berdasarkan evaluasi medis, ia membutuhkan penanganan lanjutan di rumah sakit tipe A di Mataram. Namun proses rujukan sempat terhambat karena adanya tunggakan administrasi serta biaya operasional rujukan yang belum dapat dipenuhi pihak keluarga.
Kendala semakin kompleks karena kepesertaan BPJS Kesehatan pasien tidak dapat langsung digunakan. Persoalan regulasi terkait kronologi kejadian membuat klaim penjaminan tidak bisa diproses sebagaimana mestinya.
Mendapatkan laporan tersebut, Gubernur Iqbal langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk memastikan keselamatan pasien menjadi prioritas utama.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB turun tangan menyelesaikan kewajiban administrasi di rumah sakit asal, memfasilitasi proses rujukan, sekaligus menanggung biaya ambulans medis menuju Mataram.
Tak berhenti di situ, keluarga pasien juga difasilitasi rumah singgah selama masa perawatan di Mataram, sehingga tidak terbebani biaya tambahan di tengah situasi sulit.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Persoalan administratif tidak boleh menghambat penanganan medis,” tegas Gubernur Iqbal dalam koordinasi penanganan kasus tersebut.
Saat ini, pasien telah tiba di RSUD Provinsi NTB dan menjalani perawatan intensif sesuai standar medis yang berlaku. Pihak rumah sakit diminta memberikan layanan optimal demi memastikan kondisi pasien dapat segera tertangani dengan baik.
Langkah cepat ini menegaskan komitmen Pemprov NTB untuk hadir secara nyata dan responsif dalam situasi darurat. Di tengah berbagai tantangan birokrasi dan regulasi, keselamatan warga tetap menjadi panglima.(Sid)

















