Ratusan Sopir Truk Blokir Jalan di Lombok Barat, Tuntut Pembatalan UU Angkutan Jalan Raya

- Jurnalis

Senin, 23 Juni 2025 - 13:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan sopir truk dari berbagai jenis dan ukuran saat memblokade ruas jalan di Bundaran Giri Menang Squer (GMS), Patung Sapi Mendagi, Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Senin (23/6/2025).

Ratusan sopir truk dari berbagai jenis dan ukuran saat memblokade ruas jalan di Bundaran Giri Menang Squer (GMS), Patung Sapi Mendagi, Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Senin (23/6/2025).

LOMBOK BARAT, LOMBOKTODAY.ID – Ratusan sopir truk dari berbagai jenis dan ukuran memblokade ruas jalan di Bundaran Giri Menang Squer (GMS), Patung Sapi Mendagi, Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, pada Senin (23/6/2025).

Aksi pemblokiran jalan ini menyebabkan arus lalu lintas lumpuh total dan ratusan mobil terjebak kemacetan. Andi, salah satu sopir truk ini menuntut Pemerintah Pusat melalui DPRD NTB dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB untuk membatalkan pemberlakuan UU Angkutan Jalan Raya yang menurut mereka sangat merugikan para sopir.

“Kami merasa bahwa UU tersebut membuat kami terancam pidana jika melebihi kapasitas muatan dan juga memberatkan dengan tarif yang tinggi,” tegas Andi.

Baca Juga :  Pemprov NTB dan BPS Ajak Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Jadi Fondasi Kebijakan Berbasis Data

Kapolres Lombok Barat, AKBP Yasmara Harahap, S.IK., dan Kepala Desa (Kades) Beleke, Islahudin langsung menemui para sopir dan meminta mereka untuk membubarkan diri karena aksi pemblokiran jalan tidak memiliki izin dan mengganggu masyarakat dan pengguna jalan lainnya. “Kami dukung perjuangan sopir, namun mohon hargai pengguna jalan lainnya,” kata Kades Beleke.

Kapolres menegaskan bahwa mereka menghargai dan mendukung perjuangan sopir, namun karena aksi di lokasi ini tidak ada izinnya, maka para sopir diminta untuk membubarkan diri sebelum diambil tindakan tegas dan terukur.

Baca Juga :  Boleh atau Tidak Menggunakan Lampu Hazar Saat Melewati Lampu Merah?

Tuntutan aksi akan dijawab besok pagi oleh DPRD Provinsi NTB, setelah Ketua Organisasi Sopir, Marzuki menyampaikan jaminan dari Kapolres. Namun, karena tidak memiliki izin aksi di lokasi ini, para sopir diminta untuk membubarkan diri terlebih dahulu.

Sebelumnya, para sopir ini telah melakukan aksi damai di kantor DPRD Provinsi NTB, namun karena tidak mendapatkan jawaban yang pasti, maka mereka memutuskan untuk memblokir ruas jalan ini sebagai bentuk protes.(ham)

Berita Terkait

Usulkan 20 Ribu Bedah Rumah, Lombok Timur Baru Dapat Jatah 2.000 Unit, Bupati Iron Kejar Penataan Lima Kawasan
Bansos dan BPJS PBI JK 2027 di Lombok Timur Bakal Pakai Data Terbaru, Ini Target Pembaruannya
KPK Benchmarking NTB Satu Data untuk Perkuat Tata Kelola Data dan Teknologi Informasi
Sumpah Pemuda ke-98, NTB Beri Penghargaan bagi Generasi Muda Berprestasi
Jangan Asal Tarik Rem! Astra Motor NTB Ungkap Teknik Aman Melintasi Jalan Turunan
Kemarau Panjang, Ditpolairud Polda NTB Salurkan 1,7 Ton Air Bersih ke Pesisir Sekotong
Celah Sempit di Tengah Kemacetan Bisa Picu Kecelakaan, Pengendara Motor Wajib Waspada
Ops Patuh Rinjani 2026 Dimulai, 578 Personel Gabungan Siap Tindak Pelanggaran Lalu Lintas di NTB

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Bansos dan BPJS PBI JK 2027 di Lombok Timur Bakal Pakai Data Terbaru, Ini Target Pembaruannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:01 WIB

KPK Benchmarking NTB Satu Data untuk Perkuat Tata Kelola Data dan Teknologi Informasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, NTB Beri Penghargaan bagi Generasi Muda Berprestasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Jangan Asal Tarik Rem! Astra Motor NTB Ungkap Teknik Aman Melintasi Jalan Turunan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Kemarau Panjang, Ditpolairud Polda NTB Salurkan 1,7 Ton Air Bersih ke Pesisir Sekotong

Berita Terbaru