NTB Gaspol Bangun Desa: Dari Koperasi, SDM sampai Sampah

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 04:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat memimpin High Level Meeting (HLM), di Hotel Katamaran, Senggigi, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), pada Jumat (13/2/2026).

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat memimpin High Level Meeting (HLM), di Hotel Katamaran, Senggigi, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), pada Jumat (13/2/2026).

LOBAR, LOMBOKTODAY.ID — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) mempercepat “orkestrasi pembangunan” dengan satu fokus besar: memastikan desa tidak lagi menjadi kantong kemiskinan.

Hal itu mengemuka dalam High Level Meeting (HLM) yang dipimpin Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, di Hotel Katamaran, Senggigi, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), pada Jumat (13/2/2026), bersama seluruh bupati dan wali kota se-NTB.

Pertemuan lintas daerah tersebut membahas tiga isu utama: pengentasan kemiskinan ekstrem, penguatan ekonomi desa, dan pengelolaan sampah.

Gubernur Iqbal menegaskan pondasi ekonomi NTB akan dibangun dari desa melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Saat ini, 1.166 Koperasi Desa (Kopdes) telah berbadan hukum di seluruh kabupaten/kota.

Pemprov NTB bahkan menetapkan 50 koperasi model berbasis potensi wilayah, dengan 10 di antaranya sudah mendapat penguatan dari Bank Mandiri. “Kita ingin ekonomi desa punya mesin sendiri, bukan sekadar bergantung pada bantuan,” kata Gubernur Iqbal.

Pendekatannya jelas bahwa desa harus jadi pusat produksi, bukan hanya penerima distribusi. Selain ekonomi, pemerintah juga menyoroti pembangunan manusia melalui Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda. Program unggulan lain adalah Desa Berdaya Transformatif yang menyasar 106 desa miskin ekstrem.

Baca Juga :  Dinas PUPR Perkuat Konsolidasi Penyelenggaraan dan Pengawasan Jasa Konstruksi

Gubernur Iqbal menegaskan pemerintah meninggalkan pola bantuan jangka pendek. “Kita hindari pendekatan ‘Sinterklas’. Tujuan kita bukan sekadar membantu hari ini, tapi memastikan warga tidak jatuh miskin lagi tahun depan,” tegasnya.

Pemprov NTB mendorong kolaborasi lintas sektor, dari pemerintah pusat, daerah, NGO, CSR hingga Baznas, agar intervensi tidak berjalan sendiri-sendiri.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga masuk evaluasi. Pemprov NTB meminta Satgas di seluruh daerah memperkuat koordinasi teknis agar tepat sasaran.

Sementara di sektor investasi, kabupaten/kota diminta merampungkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) paling lambat 2026. RTRW dinilai penting untuk memberi kepastian hukum bagi investor yang masuk ke NTB.

Isu juga lingkungan menjadi perhatian khusus. Gubernur Iqbal menilai masalah sampah sudah tidak bisa ditunda.
Untuk jangka pendek, daerah diminta meningkatkan investasi pada sarana angkut modern.

“Satu truk compactor setara tiga dump truck. Sekarang baru Kota Mataram yang punya. Kita tidak boleh lagi melihat sampah menumpuk di pinggir jalan,” ujarnya.

Baca Juga :  Terkait Program Brigade Pangan Kementan, Sultan Minta Pemerintah Prioritaskan Lulusan Lembaga Pendidikan Pertanian

Kabupaten Lombok Utara (KLU) fokus pada kawasan wisata tiga gili, yakni Gili Trawangan, Meno, dan Air. Pemkab Lombok Utara dalam hal ini Bupati H Najmul Akhyar telah menyiapkan 3 insinerator serta merancang skema kerja sama pemerintah dan badan usaha untuk pengelolaan sampah dan air.

Sementara di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Bupati HL Pathul Bahri telah meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Resik, Indah) di Kuta Mandalika yang akan digelar rutin tiap bulan.

Bupati Pathul Bahri juga melaporkan program nasional seperti Koperasi Desa Merah Putih dan MBG berjalan baik, namun meminta dukungan provinsi ke pusat terkait pengelolaan aset koperasi desa.

High Level Meeting (HLM) ini menegaskan strategi baru NTB, di mana pembangunan tidak lagi bertumpu pada kota, tetapi dimulai dari desa. Ekonomi diperkuat, SDM ditingkatkan, lingkungan dibenahi, semua dalam satu orkestrasi. Jika berhasil, maka desa bukan hanya objek pembangunan, tetapi pemain utama masa depan NTB.(Sid)

Berita Terkait

MotoGP Mandalika 2026: NTB Ingin Balapan Tak Sekadar Mendunia, tapi Berdampak ke Warga
Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati, Bidik Pengembangan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak
Honda Vario Evo Night Ride Ramaikan Malam Kota Mataram, 150 Riders Ikut City Rolling
Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak Bawa 243 Orang, 103 Penumpang Berhasil Dievakuasi
Gubernur NTB: Pers Tak Harus Jadi Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh
Empat Tahun Hidup Bersama Psoriasis Setelah Vaksin Ketiga Covid-19, di Mana Tanggung Jawab Negara?
Bukan Sekadar Jago AI, Anak Muda di Samsung Solve for Tomorrow 2026 Belajar Menemukan Masalah yang Tepat untuk Diselesaikan
Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat ”Brotherhood” Lintas Generasi

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 12:06 WIB

MotoGP Mandalika 2026: NTB Ingin Balapan Tak Sekadar Mendunia, tapi Berdampak ke Warga

Senin, 14 September 2026 - 08:05 WIB

Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati, Bidik Pengembangan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

Minggu, 13 September 2026 - 13:09 WIB

Honda Vario Evo Night Ride Ramaikan Malam Kota Mataram, 150 Riders Ikut City Rolling

Minggu, 13 September 2026 - 07:06 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak Bawa 243 Orang, 103 Penumpang Berhasil Dievakuasi

Kamis, 10 September 2026 - 14:02 WIB

Gubernur NTB: Pers Tak Harus Jadi Corong Pemerintah, Tapi Juga Bukan Musuh

Berita Terbaru

Suasana kunjungan tiga perempuan yang mewakili kekuatan eksekutif, kebudayaan, dan legislatif NTB ke Art Gallery of South Australia (AGSA), Adelaide, pada 11–12 September 2026.

Internasional

Dari Adelaide, Tiga Srikandi NTB Bawa Kekayaan Budaya Mendunia

Senin, 14 Sep 2026 - 13:09 WIB