Presiden Prabowo Mendarat di Washington, Siap Temui Trump Bahas Penguatan Hubungan Indonesia–AS

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 07:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto saat tiba di Amerika Serikat, pada Selasa (17/2/2026) pukul 11.55 waktu setempat.

Presiden Prabowo Subianto saat tiba di Amerika Serikat, pada Selasa (17/2/2026) pukul 11.55 waktu setempat.

WASHINGTON D.C, LOMBOKTODAY.ID — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Amerika Serikat (AS), pada Selasa (17/2/2026) pukul 11.55 waktu setempat. Pesawat kepresidenan Garuda Indonesia-1 yang membawa kepala negara beserta delegasi itu, resmi mendarat di Pangkalan Militer Andrews, gerbang utama kedatangan tamu negara di ibu kota AS.

Di bawah tangga pesawat, Presiden Prabowo disambut Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo; Atase Pertahanan RI di Washington, Marsma TNI E. Wisoko Aribowo; serta Maintenance Group Commander, Kolonel Gary Charland.

Setelah prosesi penyambutan singkat, Presiden Prabowo langsung menuju hotel tempatnya bermalam selama berada di Washington, D.C.

Baca Juga :  Kemlu dan Perwakilan RI di Timteng Terus Monitor Eskalasi Konflik Antara Israel, AS dan Iran

Kunjungan ini menempatkan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sebagai agenda utama. Kedua pemimpin negara itu dijadwalkan membahas penguatan hubungan Indonesia–AS, terutama pada sektor ekonomi strategis. Fokus pembicaraan meliputi peningkatan kerja sama perdagangan, pembahasan sejumlah perundingan dan perjanjian dagang, peluang investasi industri, serta penguatan rantai pasok global yang melibatkan Indonesia.

Kunjungan ke Washington D.C menjadi bagian dari pendekatan diplomasi langsung Presiden Prabowo, gaya kepemimpinan yang menekankan komunikasi tatap muka untuk mempercepat keputusan strategis.

Baca Juga :  Gempa Bumi Mw7,3 Guncang Taiwan, Tidak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Langkah ini dipandang penting dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif. Pemerintah Indonesia berupaya memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan produktivitas industri dalam negeri melalui kolaborasi internasional.

Dengan agenda ekonomi sebagai poros utama, pertemuan ini diharapkan tidak sekadar seremonial, tetapi menghasilkan kesepakatan konkret yang berdampak langsung pada perdagangan, investasi, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Kunjungan kerja tersebut sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik yang semakin diperhitungkan dalam percaturan ekonomi dunia.(ltn)

Berita Terkait

Guizhou Bidik Pasar Tinggal Sementara, Perkuat Kerja Sama Pariwisata dengan Makau
Bahadur Shah Zafar, Sultan Muslim Terakhir India: Dari Singgasana Delhi hingga Pengasingan di Burma
Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, Kemlu RI Pastikan WNI di Kedua Negara Aman
Arab Saudi Keluarkan Peringatan Bahaya di Mekkah, Jeddah dan Taif, Begini Kondisi WNI
Dari Adelaide, Tiga Srikandi NTB Bawa Kekayaan Budaya Mendunia
Kebakaran Tempat Hiburan di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Kemlu Pastikan Belum Ada WNI Jadi Korban
KBRI Kuala Lumpur Sebut NTB Mitra Strategis Malaysia, Investasi Hijau dan Skema Zero Cost PMI Jadi Magnet
Temui Ribuan PMI NTB di Malaysia, Gubernur Iqbal Siapkan KUR Khusus agar Buruh Sawit Tak Terjerat Rentenir

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Guizhou Bidik Pasar Tinggal Sementara, Perkuat Kerja Sama Pariwisata dengan Makau

Senin, 28 September 2026 - 07:05 WIB

Bahadur Shah Zafar, Sultan Muslim Terakhir India: Dari Singgasana Delhi hingga Pengasingan di Burma

Senin, 21 September 2026 - 14:08 WIB

Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, Kemlu RI Pastikan WNI di Kedua Negara Aman

Rabu, 16 September 2026 - 13:08 WIB

Arab Saudi Keluarkan Peringatan Bahaya di Mekkah, Jeddah dan Taif, Begini Kondisi WNI

Senin, 14 September 2026 - 13:09 WIB

Dari Adelaide, Tiga Srikandi NTB Bawa Kekayaan Budaya Mendunia

Berita Terbaru