Berkunjung ke Lotim, Menhut RI Didampingi Sekda Tinjau Hutan Loang Gali

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menhut RI, Raja Juli Antoni (berselempang) didampingi Sekda Lotim, HM Juaini Taofik (kemeja biru).

Menhut RI, Raja Juli Antoni (berselempang) didampingi Sekda Lotim, HM Juaini Taofik (kemeja biru).

LOTIM, LOMBOKTODAY.ID — Menteri Kehutanan (Menhut) RI, Raja Juli Antoni melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (7/3/2026). Dalam agenda tersebut, ia meninjau kawasan Hutan Lindung Loang Gali yang berada di lokasi wisata edukasi terpadu sekaligus area camping Otak Aik–Loang Gali, Dusun Montor Sugia Lauk, Desa Toya, Kecamatan Aikmel.

Kunjungan ini didampingi oleh Sekretaris Daerah Lombok Timur (Sekda Lotim), HM Juaini Taofik, bersama sejumlah pejabat pemerintah daerah dan perwakilan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI.

Selain meninjau kawasan hutan, Menhut Raja Juli juga menyerahkan enam Surat Keputusan (SK) Persetujuan Perhutanan Sosial kepada kelompok masyarakat di NTB dengan total luas lahan mencapai 560,57 hektare. Dari jumlah tersebut, lima SK diperuntukkan bagi masyarakat Lombok Timur (Lotim), sementara satu SK diberikan untuk Lombok Barat (Lobar).

Program ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi angka kemiskinan di wilayah sekitar kawasan hutan.

Baca Juga :  Libur Idul Fitri 1445 Hijriah/2024 Masehi, Disdikbud Lotim Tetapkan Selama 12 Hari

Dalam arahannya kepada masyarakat, Menhut Raja Juli Antoni menegaskan bahwa kebijakan pemberian akses legal pengelolaan hutan kepada masyarakat merupakan amanat langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Ia mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan tersebut secara produktif dan berkelanjutan.

“Ini adalah amanah dari Bapak Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat. Jika dulu bapak dan ibu masuk kawasan hutan dicegat polisi hutan, sekarang negara justru memberikan akses legal untuk mengelolanya,” tegasnya.

Berdasarkan data hingga tahun 2025, program perhutanan sosial di NTB telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Secara nasional, akses pengelolaan hutan sosial telah mencapai 3 juta hektar, melibatkan sekitar 1,34 juta kepala keluarga di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Sekda Lotim, HM Juaini Taofik menyampaikan bahwa pemerintah daerah melihat kebijakan ini sebagai peluang besar untuk menekan angka kemiskinan. Ia menjelaskan, sekitar 13,6 persen penduduk miskin di Lombok Timur tinggal di kawasan sekitar hutan.

Baca Juga :  NTB Melangkah ke Era Digital: Gubernur Iqbal Luncurkan DIGIHub

Menurutnya, kemudahan akses yang diberikan pemerintah pusat membuka ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pengelolaan hutan yang legal dan produktif.

“Hari ini masyarakat Lombok Timur sangat berbahagia dengan kebijakan ini. Bagi kami, ini peluang besar untuk terus menurunkan angka kemiskinan,” kata Juaini.

Di sisi lain, Pemkab Lotim juga tengah berupaya mengoptimalkan potensi kawasan hutan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu langkah yang sedang ditempuh adalah pengajuan izin pengelolaan kawasan Hutan Joben.

Sekda optimistis, dengan tata kelola yang tepat dan berkelanjutan, potensi kawasan tersebut dapat menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang signifikan bagi pembangunan Lombok Timur.

Kunjungan kerja Menhut ini turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan (Sekjen Kemenhut), pejabat tinggi pratama kementerian, Asisten I Setda Provinsi NTB, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), para camat dan kepala desa di Lotim, serta para penerima SK Perhutanan Sosial.(Kml)

Berita Terkait

Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat ”Brotherhood” Lintas Generasi
Gubernur NTB: Juara Itu Bonus, Misi Utama Kafilah adalah Syiar Al-Qur’an
BKN Beri Lampu Hijau, 1.000 PPPK Paruh Waktu Lombok Timur Bakal Jadi Penuh Waktu pada 2027
Jangan Terpancing Emosi di Jalan, Ini 5 Cara Tetap Aman Saat Berkendara
Jangan Merasa Paling Benar di Jalan, Beri Ruang untuk Kesalahan Pengendara Lain
Ketua AMAN NTB Tekankan Peran Paralegal untuk Lindungi Hak dan Wilayah Adat di Dompu
AMAN NTB Dorong Masyarakat Adat Paham Hukum, Paralegal Jadi Jembatan Akses Keadilan
Putri Victoria Terpukau Kearifan Lokal Karang Bajo Bayan, Hutan dan Mata Air Dijaga Turun-Temurun

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:00 WIB

Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat ”Brotherhood” Lintas Generasi

Rabu, 9 September 2026 - 11:08 WIB

Gubernur NTB: Juara Itu Bonus, Misi Utama Kafilah adalah Syiar Al-Qur’an

Selasa, 8 September 2026 - 16:03 WIB

BKN Beri Lampu Hijau, 1.000 PPPK Paruh Waktu Lombok Timur Bakal Jadi Penuh Waktu pada 2027

Selasa, 8 September 2026 - 13:08 WIB

Jangan Terpancing Emosi di Jalan, Ini 5 Cara Tetap Aman Saat Berkendara

Senin, 7 September 2026 - 13:00 WIB

Jangan Merasa Paling Benar di Jalan, Beri Ruang untuk Kesalahan Pengendara Lain

Berita Terbaru

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat rapat koordinasi bersama maskapai dan pemangku kepentingan penerbangan melalui konferensi daring dari Mataram, pada Selasa (8/9/2026).

Pariwisata Seni Budaya

Jelang MotoGP Mandalika 2026, NTB Desak Maskapai Tambah Penerbangan ke Lombok

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:09 WIB