Gubernur Iqbal Ajak Warga Talabiu Hijaukan Bima dan Kawal Perbaikan Infrastruktur

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat silaturrahmi dengan masyarakat Desa Talabiu, Kabupaten BIma, di Masjid Besar Al-Hidayah Desa Talabiu pada Selasa (3/3/2026).

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat silaturrahmi dengan masyarakat Desa Talabiu, Kabupaten BIma, di Masjid Besar Al-Hidayah Desa Talabiu pada Selasa (3/3/2026).

BIMA, LOMBOKTODAY.ID – Hangatnya silaturahmi terasa di Masjid Besar Al-Hidayah, Desa Talabiu, saat Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menyapa langsung masyarakat Kabupaten Bima, pada Selasa (3/3/2026).

Pertemuan itu bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan ruang dialog terbuka membahas isu-isu krusial: kesehatan, infrastruktur, hingga masa depan lingkungan Bima.

Dalam pemaparannya, Gubernur Iqbal menyoroti tiga penyakit yang selama ini menjadi penyebab utama warga Bima harus dirujuk ke Mataram: stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal yang memerlukan cuci darah.

Kabar baik pun dibagikan. Mulai Juni mendatang, rumah sakit di Kota dan Kabupaten Bima akan naik kelas dari tipe D menjadi tipe C. “Ini komitmen kami agar layanan kesehatan di Bima semakin optimal. Masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan perawatan,” ujarnya.

Langkah ini diharapkan menjadi game changer dalam pemerataan akses kesehatan di wilayah timur NTB. Dialog bersama warga juga menyinggung persoalan infrastruktur. Puluhan kilometer jalan provinsi di Bima mengalami kerusakan cukup parah—bahkan sempat viral di media sosial setelah warga menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai simbol protes.

Baca Juga :  MENGHAYALKAN VISI MISI GUBERNUR NTB LMI “NTB MAKMUR MENDUNIA” (Bagian 3)

Menurut Gubernur Iqbal, kerusakan itu diperparah kondisi perbukitan yang gundul. Saat hujan turun, lumpur mengalir ke badan jalan dan mempercepat kerusakan. “Saya sudah turun langsung ke Donggo dan Samili. Kami memahami keresahan masyarakat. Berikan kami waktu untuk memetakan kondisi secara menyeluruh. Di tengah keterbatasan anggaran dan teknologi, kami terus mencari solusi terbaik dan inovatif,” jelasnya.

Tak hanya berbicara soal perbaikan jalan, Gubernur Iqbal juga mengajak masyarakat melihat akar persoalan: degradasi lingkungan. Ia menekankan pentingnya penghijauan sebagai investasi jangka panjang. “Mari kita wariskan Bima yang lebih baik untuk anak cucu. Masih ada waktu untuk memperbaiki, asalkan kita bergerak bersama—dari provinsi hingga desa,” ajaknya.

Bagi generasi muda, pesan ini menjadi pengingat bahwa sustainability bukan sekadar tren global, melainkan kebutuhan nyata daerah. Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB memprioritaskan tiga agenda utama: Penurunan kemiskinan ekstrem, Ketahanan pangan berbasis kelestarian alam, Pengembangan pariwisata.

Baca Juga :  Dream Team Astra Honda Siap Lanjutkan Dominasi di Asia, Bibit Unggul Dibina ke Eropa

Meski infrastruktur tidak masuk dalam tiga besar prioritas, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa jalan dan fasilitas publik tetap menjadi fondasi utama agar seluruh program berjalan efektif.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Iqbal juga mendorong masyarakat untuk membesarkan Bank NTB Syariah. Ia menyampaikan bahwa pembenahan internal terus dilakukan agar penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kembali optimal. Selain itu, BPR NTB dalam waktu dekat akan bertransformasi menjadi bank berbasis syariah.

Kegiatan tersebut turut diwarnai penyerahan berbagai bantuan sosial: 50 paket sembako dari Bank NTB Syariah, Paket sarung, sajadah, dan mukena, Bantuan sabilillah Rp20 juta dari Baznas NTB, 27 paket beras zakat fitrah dari Baznas Bima, Bantuan Al-Qur’an dan sembako dari Pemerintah Kabupaten Bima.

Di penghujung acara, Gubernur Iqbal memohon doa agar dirinya bersama Wagub Indah Dhamayanti Putri dapat menjalankan amanah dengan adil dan penuh tanggung jawab.(ltn)

Berita Terkait

Baru Tiba dari NTT, Gubernur NTB Langsung Terjun ke Tengah Kebakaran Sade
Solidaritas KR-BNN Menguat, Gubernur NTB dan Bali Turun Langsung Tinjau Dampak Gempa M7,7 di NTT
Jangan Sampai Tubuh Berkendara, tapi Pikiran Tertinggal: Waspadai Bahaya Autopilot Riding
Pemprov NTB Finalisasi Dashboard Eksekutif, Data Jadi Senjata Baru Pengambilan Kebijakan
Gubernur Iqbal Titip Disiplin kepada Paskibra NTB, Sekaligus Tegaskan Solidaritas untuk NTT
Motor di Depan Belum Tentu Tahu Jalan Aman, Jangan Asal Ikuti Gerakannya
Perubahan APBD NTB 2026 Tembus Rp6 Triliun: Fokus Tekan Kemiskinan, Ketahanan Pangan dan Pariwisata
Menyeberangi Laut, Tim Solidaritas NTB Bergerak Bantu Korban Gempa M7,7 di NTT

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:02 WIB

Baru Tiba dari NTT, Gubernur NTB Langsung Terjun ke Tengah Kebakaran Sade

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:02 WIB

Solidaritas KR-BNN Menguat, Gubernur NTB dan Bali Turun Langsung Tinjau Dampak Gempa M7,7 di NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Pemprov NTB Finalisasi Dashboard Eksekutif, Data Jadi Senjata Baru Pengambilan Kebijakan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:09 WIB

Gubernur Iqbal Titip Disiplin kepada Paskibra NTB, Sekaligus Tegaskan Solidaritas untuk NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:07 WIB

Motor di Depan Belum Tentu Tahu Jalan Aman, Jangan Asal Ikuti Gerakannya

Berita Terbaru

Suasana pose bersama usai penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kantor Utama Bank NTB Syariah, Jalan Udayana, Mataram, pada Rabu (19/8/2026).

Ekonomi & Bisnis

KUR PMI Bank NTB Syariah, Kado Kemerdekaan untuk Pahlawan Devisa

Kamis, 20 Agu 2026 - 10:15 WIB