BIMA, LOMBOKTODAY.ID – Hangatnya silaturahmi terasa di Masjid Besar Al-Hidayah, Desa Talabiu, saat Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menyapa langsung masyarakat Kabupaten Bima, pada Selasa (3/3/2026).
Pertemuan itu bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan ruang dialog terbuka membahas isu-isu krusial: kesehatan, infrastruktur, hingga masa depan lingkungan Bima.
Dalam pemaparannya, Gubernur Iqbal menyoroti tiga penyakit yang selama ini menjadi penyebab utama warga Bima harus dirujuk ke Mataram: stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal yang memerlukan cuci darah.
Kabar baik pun dibagikan. Mulai Juni mendatang, rumah sakit di Kota dan Kabupaten Bima akan naik kelas dari tipe D menjadi tipe C. “Ini komitmen kami agar layanan kesehatan di Bima semakin optimal. Masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan perawatan,” ujarnya.
Langkah ini diharapkan menjadi game changer dalam pemerataan akses kesehatan di wilayah timur NTB. Dialog bersama warga juga menyinggung persoalan infrastruktur. Puluhan kilometer jalan provinsi di Bima mengalami kerusakan cukup parah—bahkan sempat viral di media sosial setelah warga menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai simbol protes.
Menurut Gubernur Iqbal, kerusakan itu diperparah kondisi perbukitan yang gundul. Saat hujan turun, lumpur mengalir ke badan jalan dan mempercepat kerusakan. “Saya sudah turun langsung ke Donggo dan Samili. Kami memahami keresahan masyarakat. Berikan kami waktu untuk memetakan kondisi secara menyeluruh. Di tengah keterbatasan anggaran dan teknologi, kami terus mencari solusi terbaik dan inovatif,” jelasnya.
Tak hanya berbicara soal perbaikan jalan, Gubernur Iqbal juga mengajak masyarakat melihat akar persoalan: degradasi lingkungan. Ia menekankan pentingnya penghijauan sebagai investasi jangka panjang. “Mari kita wariskan Bima yang lebih baik untuk anak cucu. Masih ada waktu untuk memperbaiki, asalkan kita bergerak bersama—dari provinsi hingga desa,” ajaknya.
Bagi generasi muda, pesan ini menjadi pengingat bahwa sustainability bukan sekadar tren global, melainkan kebutuhan nyata daerah. Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB memprioritaskan tiga agenda utama: Penurunan kemiskinan ekstrem, Ketahanan pangan berbasis kelestarian alam, Pengembangan pariwisata.
Meski infrastruktur tidak masuk dalam tiga besar prioritas, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa jalan dan fasilitas publik tetap menjadi fondasi utama agar seluruh program berjalan efektif.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Iqbal juga mendorong masyarakat untuk membesarkan Bank NTB Syariah. Ia menyampaikan bahwa pembenahan internal terus dilakukan agar penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kembali optimal. Selain itu, BPR NTB dalam waktu dekat akan bertransformasi menjadi bank berbasis syariah.
Kegiatan tersebut turut diwarnai penyerahan berbagai bantuan sosial: 50 paket sembako dari Bank NTB Syariah, Paket sarung, sajadah, dan mukena, Bantuan sabilillah Rp20 juta dari Baznas NTB, 27 paket beras zakat fitrah dari Baznas Bima, Bantuan Al-Qur’an dan sembako dari Pemerintah Kabupaten Bima.
Di penghujung acara, Gubernur Iqbal memohon doa agar dirinya bersama Wagub Indah Dhamayanti Putri dapat menjalankan amanah dengan adil dan penuh tanggung jawab.(ltn)

















