Menyeberangi Laut, Tim Solidaritas NTB Bergerak Bantu Korban Gempa M7,7 di NTT

- Jurnalis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Solidaritas NTB bergerak menuju NTT untuk membantu korban terdampak gempa berkekuatan magnitudo 7,7.

Tim Solidaritas NTB bergerak menuju NTT untuk membantu korban terdampak gempa berkekuatan magnitudo 7,7.

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Laut bukan menjadi batas ketika bencana memanggil. Dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Tim Solidaritas Kemanusiaan Kerja Sama Regional Bali–NTB–NTT (KR-BNN) kini bergerak menuju Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7.

Perjalanan kemanusiaan itu dimulai setelah tim dilepas Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, di halaman BPBD NTB. Dari sana, rombongan menempuh perjalanan darat menuju Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, sebelum melanjutkan perjalanan laut menuju Labuan Bajo, NTT.

Perjalanan tersebut berlangsung sepanjang malam. Karena keterbatasan kapasitas kapal, rombongan tidak dapat menyeberang secara bersamaan. Tim kemudian diberangkatkan dalam dua tahap.

Rombongan pertama bertolak sekitar pukul 21.00 Wita, disusul rombongan kedua sekitar pukul 23.00 Wita.

Di atas kapal, bukan sekadar personel yang dibawa menyeberangi laut. Tim NTB membawa tenaga kesehatan, perlengkapan medis, kebutuhan dapur umum, air minum, bahan pangan, serta berbagai bantuan logistik yang dipersiapkan untuk masyarakat terdampak gempa di NTT.

Perjalanan panjang itu akhirnya memasuki fase baru pada Selasa pagi, 18 Agustus 2026. Seluruh personel Tim Solidaritas Kemanusiaan dari NTB telah berkumpul di Markas Polres Manggarai Barat.

Setibanya di NTT, pemeriksaan personel dan kelengkapan peralatan langsung dilakukan. Tim kemudian mengikuti koordinasi bersama Tim Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT untuk memastikan setiap personel dan bantuan ditempatkan sesuai kebutuhan di lapangan.

Hasil koordinasi menetapkan Manggarai Timur sebagai salah satu titik utama operasi Tim NTB.

Baca Juga :  Pendidikan Jadi Agenda Bersama, Pemkab Loteng Dorong Perencanaan Kolaboratif Lewat Musrenbang Tematik

Di wilayah tersebut, tim akan mendirikan rumah sakit lapangan sekaligus dapur umum. Dua fasilitas ini dipersiapkan untuk menopang kebutuhan dasar masyarakat terdampak, terutama warga yang masih berada di lokasi pengungsian dan membutuhkan akses pelayanan kesehatan.

Di tengah situasi pascabencana, kebutuhan pelayanan kesehatan menjadi salah satu prioritas. Karena itu, tim kesehatan menjadi kelompok yang bergerak lebih dahulu menuju sejumlah wilayah terdampak.

Para tenaga medis akan disebar untuk memperkuat pelayanan di sejumlah rumah sakit dan Puskesmas. Sebagian lainnya disiapkan untuk mendukung operasional rumah sakit lapangan yang akan dibangun di Manggarai Timur.

Langkah tersebut diambil agar kehadiran tenaga kesehatan tidak hanya terpusat di satu titik, tetapi dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan pelayanan di berbagai lokasi.

Pada saat yang sama, tim dapur umum mulai bergerak menuju pusat-pusat pengungsian. Kehadiran dapur umum diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan konsumsi warga yang terdampak, terutama mereka yang harus meninggalkan rumah dan bertahan di tempat pengungsian.

Sementara itu, bantuan logistik juga mulai diturunkan di Posko Manggarai Barat.

Sejumlah kebutuhan dasar seperti air minum, beras, mi instan, serta berbagai perlengkapan lainnya diserahkan sebelum tim melanjutkan perjalanan menuju Manggarai Timur.

Bantuan tersebut tidak langsung disebar secara mandiri ke berbagai lokasi. Seluruh distribusi dikoordinasikan melalui Tim Tanggap Darurat Gempa NTT yang berada di bawah koordinasi BPBD NTT.

Baca Juga :  Ketua DPRD Lotim Buka Turnamen Liga 3 ASKAB PSSI Lotim di Lapangan Keruak

Pola koordinasi ini menjadi bagian penting dalam penanganan bencana. Dengan satu jalur koordinasi, distribusi bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah, sehingga bantuan lebih tepat sasaran dan risiko penumpukan maupun bantuan ganda di satu lokasi dapat diminimalkan.

Bagi Tim Solidaritas Kemanusiaan NTB, perjalanan menuju NTT bukan sekadar perpindahan dari satu pulau ke pulau lainnya.

Ada pekerjaan besar yang menanti setelah perjalanan panjang melewati jalur darat dan laut: memastikan tenaga kesehatan dapat bekerja, kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, serta bantuan yang dibawa dari NTB benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kini, perjalanan panjang tersebut telah memasuki bagian paling penting. Setelah menyeberangi laut, tim mulai berhadapan langsung dengan realitas masyarakat yang sedang bangkit dari bencana.

Gempa boleh mengguncang daratan, tetapi solidaritas justru bergerak melintasi batas wilayah.

NTB dan NTT memang dipisahkan oleh laut. Namun dalam situasi bencana, jarak geografis tidak seharusnya menjadi jarak kemanusiaan.

Dari NTB, para relawan dan tenaga kesehatan datang membawa lebih dari sekadar bantuan. Mereka membawa pesan bahwa di tengah situasi sulit, masyarakat NTT tidak berjalan sendirian.

Sebab ketika satu daerah terluka, rasa persaudaraan di Nusa Tenggara tetap menemukan jalannya untuk datang membantu. Dan kali ini, jalur itu adalah laut yang membentang dari Sape menuju NTT.(arz)

Berita Terkait

Perubahan APBD NTB 2026 Tembus Rp6 Triliun: Fokus Tekan Kemiskinan, Ketahanan Pangan dan Pariwisata
Remisi Bukan Sekadar Potongan Hukuman, Ini Pesan Bupati Lotim untuk Narapidana
Warga Sekaroh Masih Krisis Air Bersih, Polres Lombok Timur Turun Langsung Salurkan Bantuan
Lima Penumpang KMP Putri Yasmin Masih Hilang, Tim SAR Perluas Pencarian ke Barat Daya Selat Lombok
Tak Mau Gegabah, Pemkab Lombok Timur Tempuh Data dan Hukum untuk Selesaikan Sengketa Lahan PT SKE
KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, 173 Orang Berhasil Dievakuasi, 1 Meninggal Dunia
KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Tim SAR Gabungan Bergerak Evakuasi Penumpang
Cegah Karhutla di Gunung Rinjani, Polsek Sembalun Imbau Pendaki Tak Buang Puntung Rokok

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Perubahan APBD NTB 2026 Tembus Rp6 Triliun: Fokus Tekan Kemiskinan, Ketahanan Pangan dan Pariwisata

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:03 WIB

Menyeberangi Laut, Tim Solidaritas NTB Bergerak Bantu Korban Gempa M7,7 di NTT

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Remisi Bukan Sekadar Potongan Hukuman, Ini Pesan Bupati Lotim untuk Narapidana

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Warga Sekaroh Masih Krisis Air Bersih, Polres Lombok Timur Turun Langsung Salurkan Bantuan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Lima Penumpang KMP Putri Yasmin Masih Hilang, Tim SAR Perluas Pencarian ke Barat Daya Selat Lombok

Berita Terbaru