BGN Suspend 362 SPPG di Jawa, PP STN Dukung Penindakan Demi Kualitas Program MBG

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PP STN, Ahmad Rifai.

Ketua Umum PP STN, Ahmad Rifai.

JAKARTA, LOMBOKTODAY.ID – Langkah tegas Badan Gizi Nasional (BGN) menangguhkan operasional 362 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pulau Jawa mendapat dukungan penuh dari Pimpinan Pusat Serikat Tani Nelayan (PP STN).

Penindakan ini dilakukan setelah ditemukan berbagai pelanggaran standar operasional, mulai dari belum adanya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), ketiadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga persoalan manajemen dan kualitas layanan.

Ketua Umum PP STN, Ahmad Rifai, menegaskan bahwa langkah BGN merupakan keputusan yang tepat dan tidak bisa ditawar.

“Kualitas dan keamanan pangan bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita adalah hal yang tidak boleh dikompromikan. Standar higienitas dan infrastruktur dasar wajib dipenuhi sebelum SPPG beroperasi,” tegas Ahmad Rifai dalam keterangan resmi, Senin (13/4/2026).

STN menilai kebijakan suspend ini harus menjadi titik balik untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Evaluasi ini dinilai penting agar program unggulan pemerintah tersebut benar-benar memberikan manfaat maksimal, tanpa diwarnai kasus seperti keracunan makanan, distribusi lambat, hingga kualitas makanan yang tidak layak konsumsi.

Baca Juga :  Kementerian UMKM Berkomitmen Pererat Kemitraan Pengemudi dan Aplikator Ojek Online

Dengan kata lain, penertiban ini bukan sekadar sanksi—tetapi langkah strategis untuk memastikan standar layanan gizi nasional tetap terjaga.

Selain aspek teknis operasional, STN menyoroti isu yang tak kalah penting: rantai pasok bahan pangan.

Ahmad Rifai menegaskan bahwa SPPG wajib memprioritaskan pembelian bahan baku dari petani lokal, kelompok tani, koperasi, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Menurut Ahmad Rifai, hal ini krusial agar perputaran ekonomi tidak terkonsentrasi pada kelompok tertentu saja.

“Keterlibatan petani dan koperasi desa dalam rantai pasok MBG adalah inti ekonomi kerakyatan. Ini akan meningkatkan produktivitas, pendapatan warga desa, sekaligus membuka lapangan kerja,” jelasnya.

Langkah ini juga dinilai sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat penurunan kemiskinan, termasuk target ambisius menghapus kemiskinan ekstrem pada 2026.

Baca Juga :  Presiden Terpilih Prabowo Subianto Berencana Pangkas PPh Badan Menjadi 20 Persen, Bamsoet Beri Dukungan

Dengan melibatkan ribuan SPPG sebagai pasar bagi produk pertanian lokal, program MBG tidak hanya menyasar perbaikan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi desa.

Sebagai tindak lanjut, PP STN mendorong beberapa langkah konkret:

  1. Percepatan perbaikan SPPG
    Memastikan seluruh unit yang disuspend segera memenuhi standar seperti SLHS, IPAL, tenaga pengawas gizi, dan manajemen operasional.
  2. Transparansi rantai pasok
    Pengadaan bahan baku harus terbuka dan mengutamakan petani lokal serta koperasi desa.
  3. Pelibatan organisasi tani
    Organisasi seperti STN perlu dilibatkan dalam pengawasan dan pendampingan untuk menjaga keadilan dan keberlanjutan sistem.

Di akhir pernyataannya, Ahmad Rifai menekankan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus memberikan dampak ganda: meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus kesejahteraan petani.

“Anak-anak Indonesia harus mendapat makanan bergizi berkualitas, sementara petani dan warga desa merasakan peningkatan pendapatan nyata. Inilah gotong royong menuju Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera,” pungkasnya.(Sid)

Berita Terkait

Bukan Sekadar Jago AI, Anak Muda di Samsung Solve for Tomorrow 2026 Belajar Menemukan Masalah yang Tepat untuk Diselesaikan
PKB Beri Sinyal Dukung Gugatan Super Indonesia, UUD 1945 Asli Kembali Dibahas di DPR
Menjaga PLN Energi Gas, Menjaga Transisi Energi yang Terjangkau
JAMIRA dan LIN Teken MoU, Perkuat Media, Investigasi dan Informasi Publik
PLN Energi Gas Mengalirkan Energi untuk Masa Depan Indonesia
Demo 27 Agustus: Siapa Membawa Aspirasi, Siapa Membawa Agenda?
Fauzan Khalid Desak ATR/BPN Bentuk Tim Khusus, Sengketa Pertanahan di Lombok Jadi Sorotan
Merdeka! Perjalanan 81 Tahun Menjadi Diri Sendiri

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 05:07 WIB

Bukan Sekadar Jago AI, Anak Muda di Samsung Solve for Tomorrow 2026 Belajar Menemukan Masalah yang Tepat untuk Diselesaikan

Senin, 7 September 2026 - 17:06 WIB

PKB Beri Sinyal Dukung Gugatan Super Indonesia, UUD 1945 Asli Kembali Dibahas di DPR

Senin, 7 September 2026 - 08:01 WIB

Menjaga PLN Energi Gas, Menjaga Transisi Energi yang Terjangkau

Selasa, 1 September 2026 - 18:28 WIB

JAMIRA dan LIN Teken MoU, Perkuat Media, Investigasi dan Informasi Publik

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:03 WIB

PLN Energi Gas Mengalirkan Energi untuk Masa Depan Indonesia

Berita Terbaru