MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI, Yandri Susanto, menegaskan bahwa kesuksesan generasi muda tidak hanya soal kecerdasan atau kerja keras, tetapi juga berakar pada nilai kehidupan—terutama menghormati orang tua.
Pesan itu disampaikan Mendes Yandri saat bertemu ratusan siswa NTB di Islamic Center Mataram, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri sekitar 50 siswa yang lolos program magang ke Jepang serta perwakilan SMA/SMK se-Pulau Lombok, didampingi Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri.
Dalam arahannya, Mendes Yandri menekankan bahwa setiap anak memiliki peluang yang sama untuk sukses—tanpa melihat latar belakang ekonomi maupun sosial. Namun, ia mengingatkan bahwa sikap dan restu orang tua menjadi fondasi penting yang sering diabaikan.
“Kalau ingin sukses, jangan pernah melawan orang tua. Hormati mereka, minta doa dan restu. Itu kunci yang sering dilupakan, padahal sangat menentukan,” ujar Mendes Yandri.
Ia bahkan mengajak para siswa untuk menunjukkan bakti secara nyata, seperti meminta maaf dan mencium tangan orang tua sebagai bentuk penghormatan.
Untuk menguatkan motivasi, Mendes Yandri membagikan kisah hidupnya. Ia berasal dari keluarga petani di desa dan pernah menempuh perjalanan hingga 14 kilometer untuk sekolah, bahkan sempat menjadi marbot masjid.
Menurutnya, latar belakang bukan penghalang untuk sukses. “Banyak yang meremehkan anak desa. Tapi dengan tekad dan doa orang tua, saya bisa sampai di titik ini,” ungkapnya.
Kisah tersebut menjadi pesan kuat bahwa mimpi besar bisa dicapai siapa saja, termasuk generasi muda NTB.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas SDM, salah satunya melalui program magang luar negeri yang legal dan terstruktur.
Ia menilai program ini penting, mengingat NTB merupakan salah satu daerah pengirim tenaga kerja ke luar negeri dalam jumlah besar.
“Kami dorong generasi muda mengikuti jalur resmi. Mereka adalah calon pahlawan devisa yang membawa nama baik daerah,” ujarnya.
Kepada 50 siswa yang akan berangkat ke Jepang, Wagub berpesan agar menjaga sikap dan identitas sebagai warga NTB.
“Jaga adab dan nama baik daerah. Kesuksesan kalian akan membuka jalan bagi generasi berikutnya,” pesannya.
Kegiatan ini juga dihadiri Anggota DPR RI Dapil NTB II/Pulau Lombok, HM Muazim Akbar; Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, Aidy Furqan, serta sejumlah lembaga pelatihan kerja di NTB.
Diharapkan, program ini tidak hanya menjadi peluang kerja, tetapi juga mendorong generasi muda NTB agar lebih siap bersaing di tingkat global—tanpa melupakan nilai dasar: hormat, etika, dan doa orang tua.(Sid)

















