MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Honda Scoopy menjadi solusi transportasi yang lebih hemat bagi R. Septia Ramdhani, mahasiswi Universitas Mataram (Unram) yang setiap hari menempuh perjalanan dari Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menuju kampus.
Perempuan yang akrab disapa Septi itu mengaku merasakan langsung efisiensi biaya sejak menggunakan Honda Scoopy untuk aktivitas kuliah.
Sebelumnya, saat masih duduk di bangku SMA, ia mengandalkan layanan transportasi online seperti Grab dan Gojek untuk pergi dan pulang sekolah.
Menurut Septi, biaya transportasi saat menggunakan layanan ride-hailing cukup besar jika dihitung dalam satu bulan. Rata-rata pengeluarannya mencapai sekitar Rp350 ribu setiap bulan.
“Ketika mulai kuliah di Unram, saya mencoba menggunakan motor sendiri, yaitu Honda Scoopy. Alhamdulillah, pengeluaran untuk transportasi bisa jauh lebih hemat,” ujar Septi kepada Lomboktoday.id, Minggu (31/5/2026).
Ia menjelaskan, dengan mengisi penuh tangki menggunakan BBM Pertamax senilai sekitar Rp30 ribu hingga Rp33 ribu, Honda Scoopy dapat digunakan selama 8 hingga 10 hari.
Dengan pola penggunaan tersebut, biaya bahan bakar yang dikeluarkan dalam sebulan tidak lebih dari Rp150 ribu.
Artinya, Septi mampu menghemat sekitar Rp200 ribu setiap bulan dibandingkan ketika masih mengandalkan transportasi online.
Jarak rumah menuju kampus yang cukup jauh juga membuat penghematan tersebut terasa signifikan. Menurut perhitungannya, biaya transportasi online untuk perjalanan pulang-pergi bisa mencapai Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per hari.
“Sekarang jauh lebih ringan karena ada Honda Scoopy yang menemani aktivitas kuliah setiap hari,” katanya.
Tak hanya irit bahan bakar, Septi juga mengaku motornya tetap nyaman digunakan berkat perawatan rutin di bengkel resmi AHASS.
Ia secara berkala melakukan penggantian oli mesin, oli gardan, serta servis sesuai jadwal yang dianjurkan.
Bahkan saat sesekali pulang ke rumah keluarga di Lombok Tengah, pengeluaran bahan bakar tetap terbilang efisien dan tidak mengalami peningkatan yang signifikan.
Sementara itu, Technical Service Manager Astra Motor NTB, Rangga Noviar, mengatakan jaringan bengkel AHASS kini telah tersebar luas di berbagai daerah sehingga memudahkan konsumen dalam melakukan perawatan kendaraan.
Menurutnya, keberadaan jaringan AHASS menjadi salah satu bentuk komitmen Honda dalam memberikan layanan purna jual yang mudah dijangkau oleh pengguna.
“Teknisi resmi mudah ditemui hampir di setiap kota, sehingga pengguna tidak perlu khawatir terkait servis maupun klaim garansi,” kata Rangga.
Ia menambahkan, perluasan jaringan AHASS merupakan bagian dari upaya Honda menghadirkan layanan purna jual yang cepat, mudah diakses, dan memberikan rasa aman bagi seluruh pengguna sepeda motor Honda di Indonesia.
Dengan kombinasi konsumsi bahan bakar yang efisien serta dukungan jaringan servis resmi yang luas, Honda Scoopy terus menjadi pilihan kendaraan harian bagi kalangan mahasiswa dan generasi muda yang mengutamakan mobilitas praktis sekaligus hemat biaya.(amn)

















