JAKARTA, LOMBOKTODAY.ID – Serikat Tani Nelayan (STN) dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) resmi membentuk Sekretariat Bersama Akselerasi Program Strategis Nasional STN–LMND.
Langkah ini menjadi bentuk sinergi antara organisasi tani dan mahasiswa dalam mendukung percepatan berbagai program prioritas nasional.
Kesepakatan tersebut ditandatangani Ketua Umum Eksekutif Nasional LMND, Wale Mukadar, dan Ketua Umum Pimpinan Pusat STN, Ahmad Rifai, di sela peringatan Hari Ulang Tahun LMND sekaligus Pendidikan Pelopor LMND yang berlangsung di Mess Aceh, Jakarta, pada 9–11 Juli 2026.
Pembentukan sekretariat bersama ini menjadi tonggak kolaborasi kedua organisasi untuk membangun sistem koordinasi yang lebih terstruktur dalam mengawal implementasi berbagai Program Strategis Nasional, termasuk sejumlah agenda prioritas Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pada tahap awal, sekretariat bersama akan memfokuskan perhatian pada percepatan pembangunan Brigade Pangan, penguatan Koperasi Desa Merah Putih, pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih, peningkatan sektor pertanian rakyat, penguatan ketahanan pangan nasional, pemberdayaan masyarakat desa, serta program-program ekonomi kerakyatan lainnya.
Ketua Umum Eksekutif Nasional LMND, Wale Mukadar, menegaskan bahwa mahasiswa perlu mengambil peran lebih konkret dalam proses pembangunan nasional.
“Mahasiswa memiliki tanggung jawab historis sebagai pelopor perubahan. Hari ini perubahan itu kami wujudkan melalui kolaborasi bersama Serikat Tani Nelayan. Sekretariat Bersama ini bukan sekadar forum koordinasi, melainkan ruang kerja bersama yang akan menghadirkan mahasiswa langsung di tengah masyarakat untuk mendukung percepatan berbagai Program Strategis Nasional. Kami ingin memastikan generasi muda menjadi bagian dari solusi pembangunan bangsa,” ujarnya.
Menurut Wale, LMND akan mengoptimalkan jaringan kader di berbagai daerah untuk mendukung pendidikan masyarakat, pendampingan organisasi rakyat, penyusunan kajian kebijakan, hingga pengorganisasian pemuda desa sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat STN, Ahmad Rifai, menyebut kerja sama tersebut sebagai bentuk penyatuan kekuatan intelektual mahasiswa dengan pengalaman panjang organisasi tani dalam mendampingi masyarakat.
“Kedaulatan pangan tidak dapat dibangun hanya melalui kebijakan pemerintah. Dibutuhkan kekuatan sosial yang mampu menjembatani negara dengan rakyat. STN dan LMND sepakat mengambil peran tersebut melalui Sekretariat Bersama ini. Kami siap mengintegrasikan jaringan organisasi di seluruh Indonesia untuk mempercepat implementasi Brigade Pangan, Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat lainnya,” kata Ahmad Rifai.
Ia menilai program-program prioritas pemerintah saat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kedaulatan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan, sekaligus memperluas partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Sebagai tindak lanjut dari nota kesepakatan tersebut, STN dan LMND menunjuk Rinaldi, S.Sos., S.H., Deputi Bidang Tani Pimpinan Pusat STN, sebagai Koordinator Umum Sekretariat Bersama Akselerasi Program Strategis Nasional STN–LMND.
Rinaldi menjelaskan bahwa sekretariat bersama akan berfungsi sebagai pusat koordinasi nasional yang menghubungkan struktur organisasi STN dan LMND dari tingkat pusat hingga daerah agar pelaksanaan program berjalan lebih terintegrasi, efektif, dan terukur.
“Sekretariat Bersama ini akan menjadi command center kolaborasi STN dan LMND. Kami akan menyusun roadmap nasional, membangun sistem koordinasi lintas daerah, melaksanakan pendidikan kader, pendampingan kelompok masyarakat, penguatan kelembagaan desa, hingga mengawal implementasi Program Strategis Nasional secara langsung di lapangan. Kami ingin memastikan setiap program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.
Dalam waktu dekat, sekretariat bersama akan menyusun peta jalan pelaksanaan program, membentuk koordinator wilayah di berbagai provinsi, menyelenggarakan pendidikan bersama bagi kader STN dan LMND, serta memulai implementasi percepatan Brigade Pangan dan penguatan kelembagaan ekonomi desa di sejumlah wilayah basis organisasi.
Pembentukan Sekretariat Bersama Akselerasi Program Strategis Nasional STN–LMND juga menjadi implementasi dari nota kesepakatan kedua organisasi yang berlaku selama lima tahun.
Kesepakatan tersebut mencakup penguatan koordinasi, komunikasi, konsolidasi organisasi, pendidikan kader, penyusunan kajian kebijakan, pemberdayaan masyarakat, hingga pengawalan pelaksanaan program strategis nasional secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi ini, STN dan LMND berharap sinergi antara gerakan mahasiswa dan gerakan tani dapat menjadi kekuatan sosial yang berkontribusi dalam mempercepat pembangunan nasional, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, serta mendorong terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil, makmur, dan sejahtera.(Sid)

















