Putri Mahkota Swedia Victoria Akan ke NTB, Gubernur Iqbal Siapkan Panggung Perempuan dan Komunitas

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat menerima Tim Kementerian Luar Negeri, Kementerian PPN/Bappenas, dan UNDP di Kantor Gubernur NTB, Rabu (26/8/2026).

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat menerima Tim Kementerian Luar Negeri, Kementerian PPN/Bappenas, dan UNDP di Kantor Gubernur NTB, Rabu (26/8/2026).

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Nusa Tenggara Barat (NTB) tak ingin kunjungan Putri Mahkota Swedia Victoria ke Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sekadar menjadi agenda diplomatik dan seremonial.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB justru ingin membawa Putri Mahkota Swedia Victoria melihat lebih dekat wajah pembangunan daerah yang tumbuh dari masyarakat: perempuan yang bekerja di tingkat desa, komunitas yang menjaga lingkungan, hingga masyarakat adat yang mempertahankan budaya.

Putri Mahkota Victoria, yang juga merupakan Goodwill Ambassador United Nations Development Programme (UNDP), dijadwalkan berkunjung ke NTB pada 5–6 September 2026 mendatang.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan untuk memperlihatkan kondisi masyarakat NTB secara langsung, bukan sekadar menampilkan destinasi wisata atau seremoni penyambutan.

“Ini adalah momentum agar Princess dapat melihat langsung kondisi dan kehidupan masyarakat di lapangan,” ujar Gubernur Iqbal saat menerima Tim Kementerian Luar Negeri, Kementerian PPN/Bappenas, dan UNDP di Kantor Gubernur NTB, Rabu (26/8/2026).

Menurut Gubernur Iqbal, salah satu kekuatan yang ingin ditonjolkan adalah peran perempuan dalam pembangunan NTB.

Pemprov NTB, kata dia, terus mendorong perempuan agar mendapat perhatian dalam berbagai sektor pembangunan, mulai dari kesehatan, pemberdayaan ekonomi hingga penguatan komunitas di tingkat akar rumput.

“NTB memiliki perhatian khusus kepada kaum perempuan. Ini sektor yang sangat krusial. Kita ingin menjadi provinsi yang memberikan prioritas kepada perempuan,” katanya.

Salah satu lokasi yang direkomendasikan Gubernur Iqbal untuk dikunjungi Putri Mahkota Victoria adalah Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

Bagi Gubernur Iqbal, Posyandu memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar tempat pelayanan kesehatan dasar.

Di dalamnya terdapat gambaran tentang bagaimana perempuan dan masyarakat bekerja secara sukarela untuk memastikan kebutuhan keluarga, ibu dan anak dapat terlayani.

Baca Juga :  Bank NTB Syariah Kembali Jadi Penyalur KUR, Perluas Akses Pembiayaan UMKM dan Pekerja Migran Indonesia

Karena itu, ia ingin Putri Mahkota Victoria tidak hanya datang sebagai tamu, tetapi juga bertemu langsung dengan para kader Posyandu.

“Saya sangat merekomendasikan agar beliau meluangkan waktu melihat Posyandu dan bertemu kader-kader Posyandu. Ini salah satu kekuatan terbesar yang kita miliki karena berbasis pada relawan perempuan,” ujarnya.

Menurut Gubernur Iqbal, keberadaan puluhan ribu kader Posyandu yang tersebar hingga desa-desa menjadi salah satu kekuatan pelayanan berbasis masyarakat di NTB.

Para kader berada di garis depan dalam mendampingi keluarga, perempuan dan anak-anak. Mereka juga berperan menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan berbagai layanan pemerintah.

“Setiap desa memiliki kader. Mereka adalah institusi nyata yang bekerja membantu masyarakat dari bawah,” kata Gubernur Iqbal.

Tak hanya perempuan dan kesehatan masyarakat, Pemprov NTB juga menyiapkan lokasi yang dapat memperlihatkan hubungan antara komunitas, budaya dan keberlanjutan lingkungan.

Salah satunya adalah kawasan Gili Meno. Di kawasan tersebut, masyarakat lokal terlibat dalam berbagai upaya menjaga ekosistem laut, terumbu karang dan lingkungan pesisir.

Melalui kunjungan itu, Putri Mahkota Victoria diharapkan dapat berdialog langsung dengan masyarakat mengenai bagaimana upaya menjaga lingkungan dapat berjalan beriringan dengan kehidupan sosial dan ekonomi warga.

Agenda kemudian diarahkan ke Kabupaten Lombok Utara, termasuk kampung adat dan kawasan Hutan Adat Bayan.

Bagi Gubernur Iqbal, lokasi yang dipilih tidak boleh sekadar menjadi tempat untuk menunjukkan keindahan Lombok.

Lebih dari itu, setiap lokasi harus mampu bercerita mengenai bagaimana masyarakat menjaga identitas, budaya dan lingkungan mereka sekaligus menjadi bagian dari proses pembangunan.

Baca Juga :  Jelang Pilkades Serentak, Kapolsek Kopang Rangkul Kepala Kewilayahan di Lendang Ara

“Yang ingin kita tampilkan adalah hubungan antara masyarakat, budaya, lingkungan dan pembangunan. Kita ingin beliau melihat bahwa potensi lokal kita hidup karena dijaga oleh masyarakatnya,” ujarnya.

Gubernur Iqbal ingin kunjungan Putri Mahkota Victoria meninggalkan pengalaman yang autentik.

NTB, menurutnya, tidak perlu membangun kesan yang dibuat-buat. Justru kehidupan masyarakat sehari-hari menjadi bagian penting yang ingin diperkenalkan kepada tamu dari Swedia tersebut.

“Kita ingin ketika beliau kembali ke negaranya, beliau akan selalu mengingat Lombok,” kata Gubernur Iqbal.

Karena itu, persiapan dilakukan secara lintas sektor. Koordinasi antarlembaga, pemilihan lokasi, pendampingan masyarakat, keamanan hingga kenyamanan selama kunjungan menjadi perhatian pemerintah.

Mengingat waktu kunjungan yang terbatas, setiap agenda harus mampu menyampaikan pesan yang kuat mengenai arah pembangunan NTB.

Gubernur Iqbal juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri, Kementerian PPN/Bappenas, UNDP, perangkat daerah serta seluruh instansi yang telah melakukan survei dan menyiapkan rangkaian kunjungan.

Bagi NTB, kedatangan Putri Mahkota Swedia Victoria menjadi kesempatan untuk memperkenalkan perspektif pembangunan yang tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik.

Ada perempuan yang menjadi penggerak di desa. Ada kader yang bekerja dari pintu ke pintu. Ada masyarakat adat yang menjaga tradisi. Ada komunitas yang merawat laut dan hutan.

Semua itu ingin ditampilkan sebagai bagian dari wajah NTB hari ini.

Pada akhirnya, pesan yang ingin ditinggalkan NTB melalui kunjungan tersebut sederhana: Lombok bukan hanya indah untuk dilihat, tetapi juga memiliki masyarakat yang bekerja, menjaga budaya dan lingkungan, serta tumbuh bersama untuk membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.(Sid)

Berita Terkait

Reses DPR RI, Fauzan Khalid Keliling Lombok: Kawal Pemekaran Desa hingga Sertifikasi Tanah Wakaf
Suara Daerah Harus Berpengaruh, Lalu Niqman Zahir Tawarkan Transformasi DPD RI Lewat Parlemen Teritorial Digital
Besok, Bupati Iron Akan Lantik Pengurus FKSPP Lombok Timur 2026-2031
Jangan Hanya Menuntut Negara, Saatnya Anak Bangsa Belajar Melihat Sisi Baik dan Berkontribusi untuk Indonesia
Jelang Pilkades, Fauzan Khalid Ingatkan Warga Lombok Jaga Persatuan: Beda Pilihan Jangan Putus Silaturahmi
Mohan Roliskana Pimpin KONI NTB, Gubernur Iqbal Ingatkan Soliditas Jelang PON 2028
Isu Perang Saudara Mengemuka, Nujumuddin: MK Harus Tunduk pada Konstitusi
Pesan Tegas Nurdin Basirun untuk ASLI Kepri: Jangan Hanya Jadi Wadah Berkumpul

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Reses DPR RI, Fauzan Khalid Keliling Lombok: Kawal Pemekaran Desa hingga Sertifikasi Tanah Wakaf

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Suara Daerah Harus Berpengaruh, Lalu Niqman Zahir Tawarkan Transformasi DPD RI Lewat Parlemen Teritorial Digital

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:04 WIB

Besok, Bupati Iron Akan Lantik Pengurus FKSPP Lombok Timur 2026-2031

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Jangan Hanya Menuntut Negara, Saatnya Anak Bangsa Belajar Melihat Sisi Baik dan Berkontribusi untuk Indonesia

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Jelang Pilkades, Fauzan Khalid Ingatkan Warga Lombok Jaga Persatuan: Beda Pilihan Jangan Putus Silaturahmi

Berita Terbaru