Gendang Beleq Menggema di Batam, Budaya Sasak Menembus Batas Tanah Rantau

- Jurnalis

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATAM, LOMBOKTODAY.ID – Dentuman Gendang Beleq menggema di Aula Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam, Minggu (4/10/2026). Dari tanah Lombok, bunyi khas tabuhan tradisional itu hadir di Kepulauan Riau, membawa lebih dari sekadar pertunjukan seni: identitas, sejarah, dan pesan persaudaraan masyarakat Sasak di tanah rantau.

Gendang Beleq tampil dalam rangkaian Pelantikan Dewan Pengurus Wilayah Aliansi Sasak Lombok Indonesia (DPW ASLI) Provinsi Kepulauan Riau. Penampilannya menjadi salah satu momen yang mencuri perhatian di tengah acara yang dihadiri keluarga besar ASLI, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga diaspora Sasak Lombok di Kepulauan Riau.

Energi tabuhan Gendang Beleq seolah membawa atmosfer Pulau Lombok ke tengah Kota Batam. Namun, di balik suara gendang yang riuh, terselip pesan yang jauh lebih dalam: sejauh apa pun masyarakat Sasak merantau, akar budaya tetap menjadi bagian dari identitas yang tidak mudah dilepaskan.

Ketua Umum DPP Aliansi Sasak Lombok Indonesia (ASLI), Lalu Mas’ud Kholah (LMK), mengatakan pelestarian budaya menjadi bagian penting dalam menjaga jati diri masyarakat Sasak, khususnya mereka yang hidup jauh dari tanah kelahiran.

Menurutnya, jarak geografis tidak seharusnya membuat masyarakat Sasak kehilangan hubungan dengan akar budaya dan nilai-nilai leluhur.

“Gendang Beleq bukan hanya kesenian yang kita tampilkan untuk memeriahkan sebuah acara. Di dalamnya ada identitas, ada sejarah, ada semangat kebersamaan. Karena itu, budaya Sasak harus kita rawat dan kita wariskan kepada generasi berikutnya, di mana pun kita berada,” ujar LMK.

Bagi ASLI, budaya tidak ditempatkan sekadar sebagai simbol seremonial. Kesenian tradisional justru dapat menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat Sasak lintas daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan Lombok kepada masyarakat luas.

Baca Juga :  Ini Pandangan Kritis Anggota DPD RI Asal NTB Mengenai Pentingnya Diversifikasi Pangan di Indonesia

LMK menegaskan, keberadaan ASLI di berbagai wilayah Indonesia diharapkan tidak berhenti sebagai wadah silaturahmi diaspora. Organisasi tersebut juga diharapkan mampu menjadi ruang untuk memperkenalkan budaya Sasak dan menghadirkan kontribusi positif bagi masyarakat di daerah tempat warga Sasak bermukim.

“Kita ingin ASLI menjadi rumah bersama bagi seluruh diaspora Sasak Lombok. Jangan sampai perbedaan tempat tinggal, profesi maupun latar belakang membuat kita terpecah. Justru melalui ASLI kita memperkuat persaudaraan, menjaga budaya dan bersama-sama memberikan manfaat bagi daerah tempat kita tinggal,” katanya.

Pesan itu menjadi semakin relevan di Kepulauan Riau, daerah yang dikenal dengan keberagaman masyarakat dan budaya. Kehadiran diaspora Sasak di tengah masyarakat Kepri membuka ruang bagi pertukaran budaya sekaligus memperkuat hubungan sosial antarkelompok.

Ketua DPW ASLI Provinsi Kepulauan Riau, Ustadz Saharuddin, mengatakan penampilan Gendang Beleq menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya Lombok kepada masyarakat di Kepulauan Riau.

Menurutnya, masyarakat Sasak di Kepri memiliki tanggung jawab untuk menjaga tradisi leluhur sekaligus memastikan budaya tersebut tetap dikenal oleh generasi muda.

“Kami ingin menunjukkan bahwa meskipun kami berada jauh dari Lombok, kecintaan terhadap budaya dan tanah leluhur tidak pernah hilang. Gendang Beleq yang kita hadirkan hari ini adalah salah satu bentuk nyata bahwa identitas Sasak tetap hidup di Kepulauan Riau,” ujar Saharuddin.

Ia menilai keberlanjutan budaya sangat bergantung pada keterlibatan generasi muda. Tradisi tidak cukup hanya disimpan sebagai cerita masa lalu, tetapi harus dikenalkan, dipraktikkan, dan diberi ruang untuk berkembang mengikuti zaman.

“Budaya tidak boleh hanya menjadi cerita tentang masa lalu. Anak-anak muda harus mengenal, mencintai dan ikut melestarikannya. Kalau generasi muda ikut bergerak, insyaallah Gendang Beleq dan berbagai budaya Sasak lainnya akan terus hidup dan dikenal lebih luas,” tambahnya.

Baca Juga :  Komite III DPD RI Desak Pemerintah Percepat Pemerataan Pendidikan Tinggi

Pesan tentang regenerasi tersebut menjadi penting di tengah perubahan zaman. Bagi diaspora Sasak, mempertahankan budaya bukan berarti menutup diri dari lingkungan baru. Sebaliknya, budaya dapat menjadi identitas yang memperkaya kehidupan bersama.

Sebelum pelantikan, Saharuddin juga menekankan pentingnya kekompakan dan koordinasi dalam menjalankan kepengurusan ASLI Kepri. Penguatan organisasi diharapkan berjalan beriringan dengan upaya menjaga hubungan baik antaranggota dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Kehadiran Gendang Beleq dalam pelantikan DPW ASLI Kepri pun memperlihatkan bagaimana seni tradisional dapat menjadi jembatan antara identitas asal dengan kehidupan di tanah rantau.

Di tengah masyarakat Kepulauan Riau yang multikultural, masyarakat Sasak memiliki ruang untuk memperkenalkan warisan leluhur tanpa kehilangan semangat hidup berdampingan dalam keberagaman.

Menjaga budaya, pada akhirnya, bukan tentang membangun batas antara “kami” dan “mereka”. Justru sebaliknya, budaya dapat menjadi cara untuk memperkenalkan siapa diri kita sekaligus membuka ruang perjumpaan dengan identitas lain dalam bingkai kebinekaan Indonesia.

Dentuman Gendang Beleq di Aula Engku Hamidah karena itu tidak berhenti sebagai bunyi musik tradisional. Ia membawa pesan tentang persatuan, persaudaraan, dan kebanggaan terhadap warisan leluhur.

Dari Lombok ke Kepulauan Riau, Gendang Beleq terus ditabuh. Di tanah rantau, suara itu menjadi pengingat bahwa sebuah budaya tidak akan hilang hanya karena jarak—selama masih ada generasi yang mau mengenal, mencintai, menjaga, dan memperkenalkannya.

Dari Pulau Lombok hingga Bumi Melayu, Gendang Beleq kembali menemukan ruang untuk bergema. Bukan sekadar mengingatkan masyarakat Sasak dari mana mereka berasal, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Lombok kepada Indonesia yang lebih luas.(Sid)

Berita Terkait

Menaker Ungkap Terobosan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan: Ijazah Tak Boleh Ditahan, Hak Pekerja Diperkuat
Rp13,2 Triliun Uang Sitaan dan Denda Masuk Kas Negara, Disaksikan Presiden Prabowo
Buntut Hunian Ala Homestay, Eks Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di 6 Provinsi, Temukan Dugaan Latihan Menembak
Pesan Tegas Nurdin Basirun untuk ASLI Kepri: Jangan Hanya Jadi Wadah Berkumpul
ASLI Kepri Resmi Dilantik di Batam, LMK Tegaskan Bukan Sekadar Organisasi Seremonial
21.801 Unit Dilaporkan Selesai, Faktanya Baru 2.117: 5 Tersangka Kasus Motor Listrik BGN
Mendikdasmen Terima Audiensi Bank NTB Syariah, Bahas Penguatan Layanan Keuangan ASN Pendidikan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Rp13,2 Triliun Uang Sitaan dan Denda Masuk Kas Negara, Disaksikan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:05 WIB

Buntut Hunian Ala Homestay, Eks Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di 6 Provinsi, Temukan Dugaan Latihan Menembak

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Gendang Beleq Menggema di Batam, Budaya Sasak Menembus Batas Tanah Rantau

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Pesan Tegas Nurdin Basirun untuk ASLI Kepri: Jangan Hanya Jadi Wadah Berkumpul

Berita Terbaru