BMKG Peringatkan Kekeringan Meteorologis di NTB, Hari Tanpa Hujan Capai 35 Hari

- Jurnalis

Jumat, 26 Juni 2026 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Informasi iklim dasarian Provinsi NTB update dasarian II Juni 2026 yang dikeluarkan oleh BMKG Stasiun Meteorologi ZAM.

Informasi iklim dasarian Provinsi NTB update dasarian II Juni 2026 yang dikeluarkan oleh BMKG Stasiun Meteorologi ZAM.

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan meteorologis yang kini mulai meluas di berbagai wilayah NTB.

Berdasarkan Informasi Iklim Dasarian II Juni 2026, sebagian besar wilayah NTB telah memasuki musim kemarau dengan curah hujan yang sangat rendah. Kondisi tersebut diperkuat oleh fenomena El Nino Moderat yang diperkirakan masih akan bertahan bahkan berpotensi menguat hingga akhir tahun 2026.

BMKG mencatat, curah hujan pada Dasarian II Juni 2026 secara umum berada pada kategori rendah, yakni berkisar 0–50 milimeter per dasarian.

Sementara itu, sifat hujan di berbagai wilayah NTB bervariasi, mulai dari Bawah Normal (BN) hingga Atas Normal (AN).

Adapun curah hujan tertinggi selama periode tersebut tercatat di Pos Hujan Pemenang Timur dengan akumulasi mencapai 127 milimeter per dasarian.

Selain rendahnya curah hujan, BMKG juga memantau peningkatan Hari Tanpa Hujan Berturut-turut (HTH) yang kini didominasi kategori menengah (11–20 hari) hingga sangat panjang (31–60 hari).

Rekor HTH terpanjang tercatat di Stasiun Meteorologi M. Salahuddin Bima, Kabupaten Bima, dengan durasi mencapai 35 hari tanpa hujan, masuk kategori sangat panjang.

Dari sisi dinamika atmosfer, BMKG menjelaskan bahwa fenomena ENSO saat ini masih berada pada fase El Nino Moderat dengan indeks +1,40.

Baca Juga :  Tembang Religi Artis Idol 2024 Akan Memeriahkan Penutupan MTQ ke-XXX Lotim

Bahkan, peluang El Nino bertahan pada kategori moderat mencapai 100 persen, serta memiliki peluang sekitar 86 persen untuk berkembang menjadi El Nino Kuat hingga penghujung tahun 2026.

Sementara itu, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) masih berada pada fase negatif dengan indeks -0,49, namun diprediksi mulai bergeser menuju fase positif pada periode Agustus hingga Desember 2026.

BMKG juga mencatat aliran massa udara di Indonesia masih didominasi angin timuran, sedangkan suhu muka laut di sebagian besar perairan Indonesia berada dalam kondisi normal hingga hangat.

Untuk Dasarian III Juni 2026 (21–30 Juni), peluang hujan dengan intensitas di atas 20 milimeter per dasarian diperkirakan hanya berada pada kisaran 10–40 persen.

Potensi hujan tersebut diprakirakan terjadi di sebagian wilayah: Lombok Utara, Lombok Tengah, Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Timur, Sumbawa Barat, sebagian Kabupaten Sumbawa, sebagian Kabupaten Bima, Kota Bima, Kabupaten Dompu.

BMKG juga menegaskan bahwa tidak terdapat peringatan dini hujan lebat pada periode ini.

Meski tidak ada potensi hujan ekstrem, BMKG justru mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis di sejumlah daerah.

Baca Juga :  Arus Mudik Lebaran 1447 H di Pelabuhan Lembar Diprediksi Naik 10 Persen, ASDP Siapkan Tiga Skema Operasional

Wilayah dengan status Level Siaga meliputi: Kecamatan Sekotong (Lombok Barat), Kecamatan Jonggat (Lombok Tengah), Kecamatan Pringgabaya dan Suela (Lombok Timur), Kecamatan Hu’u dan Manggelewa (Dompu), Kecamatan Palibelo (Kabupaten Bima).

Sementara wilayah dengan status Level Waspada antara lain berada di Kecamatan Batukliang dan Praya (Lombok Tengah), Sambelia dan Sembalun (Lombok Timur), Jereweh (Sumbawa Barat), Alas, Labuhan Badas, Moyo Utara, Rhee, Sumbawa, Unter Iwes (Kabupaten Sumbawa), Kilo dan Pajo (Dompu), Bolo, Lambitu, Lambu, Wawo (Kabupaten Bima), serta Kecamatan Raba di Kota Bima.

BMKG mengimbau masyarakat NTB untuk mulai melakukan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan semakin kering akibat pengaruh El Nino.

Penggunaan air secara bijak dinilai penting guna mengurangi risiko krisis air bersih, terutama di wilayah yang telah mengalami hari tanpa hujan dalam waktu cukup panjang.

Selain itu, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun kebakaran permukiman dengan tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan serta tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.

BMKG mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan iklim resmi sebagai dasar dalam merencanakan aktivitas maupun mengantisipasi potensi bencana selama musim kemarau berlangsung.(arz)

Berita Terkait

Panglima TNI Ikut Mancing di Strike Nusantara 2026, 4,5 Ton Ikan Ditebar
TP-Link Omada Bersama Aruna Group dan PINTI Perkuat Ekosistem IT Networking Indonesia Timur Lewat Workshop di Makassar
Kasus PMI Bermasalah di NTB Naik 23,7 Persen, Pemprov dan Komisi IX DPR RI Perkuat Perlindungan
Bukan Cuma Bisa Naik Motor, 7 Kebiasaan Ini Bikin Berkendara di NTB Lebih Aman
Usai NTB Tembus 9 Besar MTQ Nasional XXXI, Gubernur Iqbal Bicara Target 5 Besar
Gubernur NTB: Birokrasi Baru Butuh Cara Belajar Baru
Kepala BKN Zudan: Digitalisasi Tak Cukup, ASN NTB Harus Ubah Cara Kerja
Gubernur NTB Siapkan Orasi Ilmiah di Puncak Jamnas APWI IV, Soroti Masa Depan ASN di Era AI

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 13:02 WIB

Panglima TNI Ikut Mancing di Strike Nusantara 2026, 4,5 Ton Ikan Ditebar

Kamis, 24 September 2026 - 17:46 WIB

TP-Link Omada Bersama Aruna Group dan PINTI Perkuat Ekosistem IT Networking Indonesia Timur Lewat Workshop di Makassar

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Bukan Cuma Bisa Naik Motor, 7 Kebiasaan Ini Bikin Berkendara di NTB Lebih Aman

Senin, 21 September 2026 - 13:00 WIB

Usai NTB Tembus 9 Besar MTQ Nasional XXXI, Gubernur Iqbal Bicara Target 5 Besar

Senin, 21 September 2026 - 10:03 WIB

Gubernur NTB: Birokrasi Baru Butuh Cara Belajar Baru

Berita Terbaru