Tak Terlihat Bukan Berarti Aman, Kenali Bahaya Blind Spot dan Terapkan 4T Saat Berkendara

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tak terlihat bukan berarti aman, kenali bahaya blind spot dan terapkan 4T saat berkendara.

Tak terlihat bukan berarti aman, kenali bahaya blind spot dan terapkan 4T saat berkendara.

MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Jalan yang terlihat kosong belum tentu benar-benar aman. Ada area di sekitar kendaraan yang luput dari pandangan pengendara, baik melalui pandangan langsung maupun kaca spion.

Area inilah yang dikenal sebagai blind spot, titik yang kerap menjadi sumber risiko kecelakaan ketika pengendara tidak melakukan pengecekan secara menyeluruh.

Blind spot menjadi salah satu kondisi yang perlu mendapat perhatian, terutama ketika pengendara hendak berbelok, berpindah jalur, melewati persimpangan, maupun berkendara di sekitar kendaraan berukuran besar.

Masalahnya, keberadaan kendaraan lain di area blind spot sering kali baru disadari ketika jaraknya sudah terlalu dekat. Dalam situasi tersebut, keputusan sepersekian detik dapat menentukan keselamatan pengendara maupun pengguna jalan lainnya.

Karena itu, pengendara tidak cukup hanya mengandalkan apa yang terlihat di depan mata atau dari kaca spion. Dibutuhkan kebiasaan melakukan konfirmasi ulang sebelum mengambil keputusan.

Salah satu cara sederhana yang dapat diterapkan adalah prinsip 4T: Tunggu, Tengok, Tengok, Tengok Lagi.

Prinsip ini menekankan pentingnya tidak terburu-buru ketika pengendara menghadapi kondisi dengan jarak pandang terbatas.

Pertama, tunggu sejenak. Ketika pandangan terhalang atau situasi di sekitar belum sepenuhnya jelas, pengendara sebaiknya tidak langsung bergerak. Berikan waktu beberapa saat untuk memastikan kondisi lalu lintas di sekitar kendaraan.

Menunggu bukan berarti ragu. Justru, tindakan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan bahwa keputusan yang diambil benar-benar aman.

Baca Juga :  Anggota DPR RI Fauzan Khalid Jadi Pembicara di Semarang

Kedua, tengok kiri dan kanan. Pengendara perlu melakukan pengecekan terhadap area yang tidak terlihat secara optimal melalui kaca spion.

Pastikan tidak ada kendaraan lain, khususnya sepeda motor atau kendaraan yang bergerak dari arah samping, yang berada di area blind spot.

Dalam kondisi tertentu, klakson juga dapat digunakan sebagai sarana komunikasi untuk memberi tahu pengguna jalan lain mengenai keberadaan kendaraan. Namun, penggunaan klakson tetap harus dilakukan secara bijak dan secukupnya.

Klakson bukan pengganti pengecekan visual, terlebih bukan alat untuk memaksakan kendaraan lain agar memberikan jalan.

Ketiga, tengok kembali. Setelah memastikan kondisi relatif aman dan mulai bergerak, pengecekan tidak berhenti begitu saja. Pengendara perlu kembali memperhatikan area sekitar kendaraan, terutama setelah melewati titik yang sebelumnya memiliki keterbatasan pandangan.

Langkah ini menjadi konfirmasi tambahan untuk memastikan tidak ada kendaraan lain yang luput dari perhatian.

Menurut Satria Wiman Jaya, Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, pengendara sebaiknya tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan apa yang terlihat.

“Blind spot berarti ada area yang belum terkonfirmasi. Karena itu, jangan langsung bergerak. Tunggu, gunakan klakson untuk berkomunikasi bila diperlukan, tengok area blind spot, pastikan aman, kemudian lakukan konfirmasi kembali setelah melewati area tersebut,” ujarnya.

Baca Juga :  Buntut OTT Kabid SMK Dinas Dikbud NTB, Anggota GAPENSI se-NTB Diimbau Berhati-hati dan Lebih Bertanggung Jawab

Menurutnya, kewaspadaan terhadap blind spot tidak hanya penting ketika berkendara di jalan dengan lalu lintas padat.

Kondisi tersebut juga perlu diperhatikan dalam berbagai situasi sehari-hari, termasuk saat berada di persimpangan, berbelok, berpindah jalur, maupun ketika berdekatan dengan kendaraan besar.

Kendaraan besar seperti bus atau truk memiliki area blind spot yang lebih luas. Artinya, pengendara sepeda motor perlu lebih berhati-hati ketika berada di sisi atau belakang kendaraan tersebut.

Mengambil posisi terlalu dekat tanpa memastikan pengemudi kendaraan besar dapat melihat keberadaan motor berpotensi meningkatkan risiko.

Begitu pula saat hendak berpindah jalur. Memastikan kondisi melalui satu kaca spion saja belum tentu cukup. Pengendara perlu melakukan pengecekan ulang terhadap kondisi di sekitar kendaraan sebelum melakukan manuver.

Pada akhirnya, keselamatan berkendara bukan hanya soal kemampuan mengendalikan kendaraan, tetapi juga kemampuan membaca situasi dan memastikan setiap keputusan dilakukan dengan penuh perhitungan.

Blind spot memang tidak selalu terlihat. Namun, bukan berarti keberadaannya bisa diabaikan.

Membangun kebiasaan Tunggu, Tengok, Tengok, Tengok Lagi dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi risiko saat menghadapi area dengan pandangan terbatas.

Ingat 4T: Tunggu, Tengok, Tengok, Tengok Lagi. Gunakan klakson untuk berkomunikasi, bukan untuk memaksakan jalan. Pastikan area blind spot aman sebelum melaju. Jago Cari Aman, Biar Happy.(arz)

Berita Terkait

Baru Tiba dari NTT, Gubernur NTB Langsung Terjun ke Tengah Kebakaran Sade
Solidaritas KR-BNN Menguat, Gubernur NTB dan Bali Turun Langsung Tinjau Dampak Gempa M7,7 di NTT
Jangan Sampai Tubuh Berkendara, tapi Pikiran Tertinggal: Waspadai Bahaya Autopilot Riding
Pemprov NTB Finalisasi Dashboard Eksekutif, Data Jadi Senjata Baru Pengambilan Kebijakan
Gubernur Iqbal Titip Disiplin kepada Paskibra NTB, Sekaligus Tegaskan Solidaritas untuk NTT
Motor di Depan Belum Tentu Tahu Jalan Aman, Jangan Asal Ikuti Gerakannya
Perubahan APBD NTB 2026 Tembus Rp6 Triliun: Fokus Tekan Kemiskinan, Ketahanan Pangan dan Pariwisata
Menyeberangi Laut, Tim Solidaritas NTB Bergerak Bantu Korban Gempa M7,7 di NTT

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:07 WIB

Tak Terlihat Bukan Berarti Aman, Kenali Bahaya Blind Spot dan Terapkan 4T Saat Berkendara

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:02 WIB

Baru Tiba dari NTT, Gubernur NTB Langsung Terjun ke Tengah Kebakaran Sade

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Jangan Sampai Tubuh Berkendara, tapi Pikiran Tertinggal: Waspadai Bahaya Autopilot Riding

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Pemprov NTB Finalisasi Dashboard Eksekutif, Data Jadi Senjata Baru Pengambilan Kebijakan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:09 WIB

Gubernur Iqbal Titip Disiplin kepada Paskibra NTB, Sekaligus Tegaskan Solidaritas untuk NTT

Berita Terbaru