MATARAM, LOMBOKTODAY.ID – Memiliki CV (curriculum vitae) yang menarik belum cukup untuk membuat pencari kerja dilirik perusahaan. Kemampuan menceritakan pengalaman, menjawab pertanyaan dengan terstruktur, dan menunjukkan cara menyelesaikan masalah justru bisa menjadi penentu saat memasuki ruang wawancara kerja.
Hal itulah yang menjadi salah satu fokus Astra Motor Nusa Tenggara Barat (NTB) saat menghadirkan program Astra Motor Campus Network di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram (Unram), pada Kamis (10/9/2026).
Program tersebut dirancang untuk membantu mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, bukan hanya dari sisi pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis yang dibutuhkan perusahaan.
Dalam kegiatan itu, Astra Motor NTB menghadirkan sejumlah materi yang dekat dengan kebutuhan mahasiswa menjelang lulus dan memasuki dunia profesional.
Agenda tersebut meliputi pengenalan profil perusahaan, pelatihan menghadapi wawancara kerja, hingga edukasi keselamatan berkendara atau safety riding.
Tak berhenti pada sesi edukasi, Astra Motor NTB juga menghadirkan layanan servis dan pemeriksaan sepeda motor secara gratis bagi peserta dan civitas akademika Unram.
Technical Service Manager Astra Motor NTB, Rangga Noviar, mengatakan Campus Network menjadi salah satu upaya perusahaan untuk mempertemukan dunia industri dengan lingkungan akademik.
Menurutnya, mahasiswa perlu memahami bahwa proses rekrutmen tidak berhenti pada tahap membuat curriculum vitae (CV).
Setelah CV berhasil menarik perhatian perusahaan, kemampuan kandidat dalam menjelaskan pengalaman secara meyakinkan menjadi tantangan berikutnya.
“CV yang baik tentu menjadi pintu pembuka untuk dilirik perusahaan. Namun, hal yang paling krusial adalah bagaimana pelamar mampu menceritakan pengalaman mereka secara jelas dan terstruktur saat sesi interview,” ujar Rangga.
Untuk membantu mahasiswa menghadapi situasi tersebut, Rangga memperkenalkan metode STAR, yakni Situation, Task, Action, dan Result.
Metode ini dapat digunakan kandidat untuk menyusun jawaban wawancara berdasarkan pengalaman nyata.
Mahasiswa diarahkan untuk menjelaskan situasi yang pernah dihadapi, tugas atau tanggung jawab yang diberikan, tindakan yang dilakukan untuk menyelesaikan persoalan, serta hasil yang berhasil dicapai.
Dengan pola tersebut, pengalaman yang sebelumnya mungkin terdengar sederhana dapat disampaikan secara lebih runtut dan mudah dipahami oleh pewawancara.
Bagi mahasiswa dan fresh graduate, kemampuan seperti ini menjadi penting karena salah satu tantangan dalam interview kerja adalah ketika kandidat sebenarnya memiliki pengalaman, tetapi kesulitan mengemasnya menjadi jawaban yang jelas.
Rangga juga menegaskan bahwa mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi di NTB memiliki peluang yang sama untuk bersaing di dunia profesional.
Ia menilai sumber daya manusia lokal, khususnya lulusan Unram, memiliki kualifikasi yang mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi dari Pulau Jawa.
Karena itu, mahasiswa didorong untuk tidak ragu mengejar peluang karier yang tersedia di daerah maupun di tingkat nasional.
Astra Motor NTB sendiri membuka peluang karier dan program internship atau magang secara berkala melalui saluran resmi perusahaan.
Sementara itu, Admin Finance Manager Astra Motor NTB, Ivan Pratama, mengatakan Campus Network merupakan bagian dari agenda rutin perusahaan untuk mendorong peningkatan kompetensi mahasiswa.
“Ini menjadi acara rutin kami sesuai arahan pusat. Mahasiswa adalah calon tulang punggung dan aset masa depan perusahaan maupun industri nasional. Harapan kami, lulusan perguruan tinggi tidak menumpuk dalam daftar pengangguran, melainkan langsung terserap di berbagai lapangan kerja,” ungkap Ivan.
Menurut Ivan, kontribusi perusahaan terhadap dunia pendidikan tidak semata-mata diarahkan untuk mencari calon karyawan bagi Astra.
Lebih luas dari itu, Astra Motor NTB ingin membekali mahasiswa dengan kemampuan yang tetap relevan meskipun nantinya mereka memilih berkarier di perusahaan atau sektor industri yang berbeda.
Artinya, pengembangan soft skill, kemampuan komunikasi, kesiapan menghadapi proses rekrutmen, hingga pemahaman terhadap dunia profesional menjadi bagian penting dari program tersebut.
Pendekatan ini juga menjadi relevan di tengah persaingan kerja yang semakin ketat. Lulusan perguruan tinggi tidak hanya dituntut memiliki ijazah dan kompetensi akademik, tetapi juga harus mampu menunjukkan kemampuan interpersonal serta kesiapan menghadapi persoalan nyata di lingkungan kerja.
Setelah menyambangi Universitas Mataram, Astra Motor NTB berencana memperluas jangkauan Astra Motor Campus Network ke sejumlah perguruan tinggi lain di Nusa Tenggara Barat.
Ekspansi tersebut mencakup penjajakan kerja sama dengan perguruan tinggi di wilayah Lombok Timur, hingga kawasan Sumbawa dan Bima.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa di berbagai daerah NTB untuk mendapatkan wawasan industri, meningkatkan keterampilan kerja, sekaligus mengenal lebih dekat peluang karier yang tersedia.
Melalui Campus Network, Astra Motor NTB ingin memastikan mahasiswa tidak hanya siap menyandang gelar sarjana, tetapi juga memiliki bekal yang cukup ketika harus menjawab pertanyaan paling penting setelah lulus: siapkah mereka benar-benar masuk ke dunia kerja?.(amn)

















